Sunday, March 23, 2008

Syekh Yassin Sang Qiyadah dan Fitnah Harta

Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza.

Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/ pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel.

Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.
Beliau memiliki ‘izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel.

Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah.

Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa!

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS: Al-Imran/3: 126).

Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan.

Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun bsa kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur Hana Rabbah.

Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana.

Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya:

Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi.

Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau.

Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat, semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak!

Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat Nabi Muhammad saw.

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS:An Nisaa/4: 69).

Apakah kita semua telah meneladani beliau yang hidup sebagaimana kehidupan Rasul SAW dan para shahabatnya? Yang lebih mencintai akherat ketimbang kehidupan dunia yang murah dan menipu? Yang lebih menyukai debu-debu jihad daripada mobil-mobil mewah mengkilat? DI manakah kita sekarang?

(H. Ferry Nur, S.Si, Sekjen Kispa)

Friday, February 8, 2008

Pak Suyatno (True Story)

Sudah seminggu terakhir ini saya ingin menulis rasa gundah yang mengganduli hati. Tapi entah mengapa, selalu saja saya seolah kamus yang kehabisan kata, bingung dengan awal sapa. Banyak yang ingin saya tulis, namun dengan seluruh "Vocabularry" yang saya mengerti serasa tak cukup untuk mengungkapkannya. Bahkan hingga saat ini pun saya masih belum tahu dari mana kegundahan ini akan mulai saya tumpahkan dalam barisan huruf dan membentuk kata per kata, hingga hilang - atau paling tidak, berkurang - rasa gundah ini. Namun syukurlah, disaat kegersangan hati ini makin mengkristal, saya menerima email dari seorang sahabat di sebuah mailing list, sebuah email yang sarat dengan makna dan penuh hikmah, sejuk menyiram hati....

Read on the email bellow...


Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal dengan keluarga masing-masing dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata "Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu bergantian".

Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka. "Anak-anakku, jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak sudah menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian"... sejenak kerongkongannya tersekat, "Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta, yang tidak satupun didunia ini dapat dibandingkan dengan itu. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ? kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang ?".

"Kalian menginginkan bapak,
yang masih diberi Allah kesehatan, dirawat oleh orang lain, lalu bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?". Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu...

Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber diacara islami selepas shubuh dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak suyatno bercerita"..

"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai karena Allah, semuanya akan luntur. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu.."

"Sekarang dia sakit karena berkorban untuk saya karena Allah..dan itu merupakan ujian bagi saya, sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi saat dia sakit,...setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya dapat bercerita kepada Allah diatas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk
menyimpan dan mendengar rahasia saya.."

Thursday, January 3, 2008

Menjadi Orang Paling Kaya

''Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.'' (HR Turmudzi). Penggalan hadis Rasulullah SAW di atas merupakan bentuk nyata betapa susahnya menumbuhkan rasa qanaah atau merasa cukup.

Hadis itu mengandung maksud orang paling kaya adalah mereka yang qanaah atas apa pun pemberian Allah SWT. Betapa positif dan bermartabatnya hidup ini bila seseorang selalu merasa ridha dan cukup dengan segala kondisinya. Dengan qanaah, yang sedikit akan menjadi banyak dan yang banyak akan menjadi berkah.

Kesenangan tidak akan sempurna dan nikmat tidak akan menjadi besar kecuali dengan memutuskan angan-angan memiliki seperti yang dimiliki orang lain. ''Himpunlah rasa putus asa terhadap apa-apa yang ada di tangan manusia.'' (HR Ibnu Majah).

Sikap tidak menerima atas apa yang telah dimiliki, hanya akan menguras keterkaitan hati dengan Allah SWT. Akibatnya, kehidupan yang sebenarnya tidak akan bisa dirasakan. Sementara kehidupannya menjadi tidak tertata. Ridha dengan pemberian, mensyukuri pemberian Allah SWT, dan menginvestasikannya untuk hal yang bermanfaat, maka inilah sebenarnya yang disebut kaya nan mulia. Allah SWT berjanji kepada orang yang hatinya dipenuhi keridhaan akan memenuhi hatinya dengan kekayaan, rasa aman, penuh dengan cinta, dan tawakkal kepada-Nya.

Sebaliknya, bagi yang tidak ridha, hatinya akan dipenuhi dengan kebencian, kemungkaran, dan durhaka. Pantaskah sebagai seorang hamba mengaku kekurangan, sementara pada waktu yang sama, kita masih memiliki akal. Andai kata akal itu dibeli orang atau menukarnya dengan emas dan perak sebesar gunung, kita pasti enggan menerimanya.

Kita memiliki dua mata yang sekiranya dibayar dengan permata sebesar Gunung Uhud, pasti tidak rela. Saat ini banyak orang enggan mengakui dan menyebut dirinya orang paling kaya. Kekayaan hanya mereka ukur dengan materi, banyaknya harta, dan pangkat yang tinggi.

Bersyukurlah atas nikmat agama, akal, kesehatan, pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, penutup (aib), dan nikmat lain yang tak terhitung. Sebab, di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya, dipenjara, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana.

Kini saatnya untuk menyadari bahwa kita sebenarnya adalah orang yang paling kaya. Caranya dengan selalu qanaah dan merasa ridha. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, sehingga hidup lebih bermakna, berkah, serta lebih berarti. Jadikanlah keridhaan itu dengan mengosongkan hati dari berbagai sangkaan dan membiarkannya hanya untuk Allah SWT.

(Nur Kolis Mughni, Republika - Hikmah )

Friday, December 21, 2007

Sukses Bersama MLM Atau Network Marketing ?

Agak aneh memang judul diatas, karena meskipun Blog saya ini tidak mengkhususkan pada tulisan-tulisan yang berhubungan dengan tausyiah saja, tapi saya memang tidak pernah menulis ataupun menampilkan tulisan rekan lain yang berhubungan dengan MLM atau Network Marketing. Hal ini semata karena banyak sahabat, rekan, relasi, etc, yang sering menanyakan tentang hal ini kepada saya setelah mereka mengetahui bahwa saya juga menjadi member sebuah MLM atau Network Marketing, terlebih dengan hebohnya penipuan-penipuan training motivasi yang ujung-ujungnya adalah pemaksaan mengikuti seminar dengan biaya yang sangat besar (seperti yang dilakukan oleh Nxxxxxx21).

Pertayaan-pertanyaannya pun beragam, dari soal skema piramidnya, halal tidaknya, dll. Sudah banyak email yang saya kirim untuk menerangkan hal ini, namun email-email pertanyaanpun semakin banyak yang berdatangan. Keputusan saya akhirnya, "For Once and For All", lebih baik saya tulis di blog saya, dan jika ada pertanyaan lagi saya tinggal mengarahkan ke blog ini. Dan inilah hasilnya, tulisan dari Ikwan Sopa - Moritator, Master Trainer E.D.A.N, saya ambil dan tampilkan diblog ini karena hampir persis menggambarkan keadaan saya saat mulai mengenal MLM/Network Marketing, selain itu karena beliau ini juga menggeluti MLM/Network Marketing yang sama dengan saya. So...rekans...here it is, I really hope this article will be the answer to all of your questions...


Tips 169: Sukses Bersama MLM Atau Network Marketing...

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat membaca judul di atas? Apa yang Anda isikan untuk titik-titik pada judul itu? Tanda tanyakah? Atau tanda serukah? Apapun reaksi Anda, itulah peta Anda tentang fenomena MLM dan Network Marketing. Itulah gambaran pengalaman Anda tentang dunia MLM dan Network Marketing. Dan itulah, reaksi dan kesimpulan Anda sejauh ini.

Saya sendiri, sampai dengan dua atau tiga tahun yang lalu, termasuk yang anti terhadap MLM atau Network Marketing. Tentu saja seperti umumnya orang lain yang juga mengalaminya; karena merasa tidak berhasil, atau bahkan sampai merasa tertipu. Entah sudah berapa banyak yang menawari Saya untuk ikut ke dalam model bisnis ini. Beberapa memang Saya coba. Tapi seperti yang sudah Saya indikasikan, nyaris semuanya tidak membawa hasil sesuai yang Saya harapkan.

Sampai kemudian, Saya mulai mempelajari ilmu-ilmu komunikasi. Dalam proses itu, Saya mempelajari beberapa hal penting. Di antaranya adalah sebuah proposisi yang kemudian mulai menjadi bagian dari sistem beliefs Saya, yaitu:

"Behind every behaviour, there is a good intention."

Dengan asumsi dasar itu, Saya ber-husnu dzon saja. Pelaku MLM dan Networking pastilah punya niat baik. Baik untuk diri sendiri, atau baik untuk diri orang lain.

Kemudian, Saya mulai membuka pikiran Saya. Apakah yang telah terjadi pada diri Saya? Jika Saya belum berhasil selama ini, salah siapakah itu? Jika Saya masih mau bersentuhan dengan dunia ini, apa sih yang perlu Saya pelajari dan perbaiki? Jika Saya merasa kurang sreg menjalaninya, apa sih yang bertabrakan dengan sistem keyakinan Saya? Dan seterusnya.

Sampai sekarangpun, masih berseliweran berbagai pihak yang memprospek Saya. Mungkin karena Saya mulai terlihat "punya jaringan" atau mungkin karena kebetulan semata. Hanya bedanya, kini Saya mulai lebih terbuka untuk berbagai penawaran itu. Saya buat mudah saja. Saya tertarik ya Saya pertimbangkan. Saya tidak tertarik ya tinggal katakan saja. Saya toh pasti mendapat pelajaran.

Kini Saya menambahkan kategori baru di dalam blog Saya, yaitu serial tips MLM dan Network Marketing. Tujuannya untuk belajar. Segala kemungkinan dan peluang toh tetap harus Saya buka.

Saya tidak memprovokasi Anda untuk terlibat, tapi Saya juga tidak bisa melarang Anda untuk menjauhi. Soal benar atau salah, baik atau buruk, bahkan halal atau haram, silahkan Anda pertimbangkan sendiri. Apa yang pasti, semuanya sangat tergantung pada niat Anda, selain dari substansi dan legalitas sebuah bisnis MLM atau Network Marketing itu sendiri.

Dengan MLM atau Network Marketing, Anda bisa mensukseskan diri sendiri dan menyengsarakan orang lain, Anda juga bisa mensukseskan diri sendiri dan mensukseskan orang lain, Anda juga bisa mensukseskan upline Anda, menyengsarakan diri dan downline Anda, Anda juga bisa mensukseskan upline Anda dan diri Anda, kemudian menyengsarakan downline Anda, dan entahlah apakah Anda bisa juga menyengsarakan upline Anda. Anda juga bisa terjebak pada praktek haram. Anda juga bisa mendapatkan rizki yang halal. Semuanya terserah Anda.

Untuk menjaga keseimbangan dan menjaga "behaviour" Anda saat ber-MLM atau ber-Network Marketing, Anda bisa mempelajari banyak hal dari banyak referensi, di antaranya yang berikut ini:

Asosiasi Penjual Langsung Indonesia
Definisi MLM - Bahasa Inggris
Definisi MLM - Bahasa Indonesia
Halal Guide
Bedah MLM Priyadi Dot Net
Asal dan Usul MLM
MLM Watch
MLM Legal
Halalkah MLM?
MLM yang Sesuai Syariat
MLM Menurut Islam
Multi Level Marketing
Pemasaran Jaringan

Berikut ini, Saya sajikan kembali tips-tips yang bermanfaat bagi Anda, jika Anda mau, sedang, atau telah menerjuni dunia MLM dan Network Marketing. Kebetulan, peserta Power Workshop E.D.A.N. banyak juga yang berasal dari dunia yang satu ini. Tentunya, Saya harus banyak belajar. Semoga bermanfaat.

Pada tanggal 15-17 Oktober 2004, sebanyak 250 orang pelaku dan pakar MLM dan Network Marketing kelas dunia, berkumpul dalam sebuah event mastermind di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Para pembicara dalam event itu adalah adalah Michael S. Clouse, Randy Gage, Tom "Big Al" Schreiter, Rod Cook, Tim Sales, John Milton Fogg, Kim Klaver, David D'Arcangelo, Art Jonak, Hilton Johnson, Dr. David Pearson, Len Clements and Lisa Jiminez. Mereka inilah biangnya dunia MLM dan Network Marketing.

Event itu sebenarnya tertutup. Para peserta dilarang mencatat atau mengambil gambar selama sesi presentasi berlangsung. Sekarang, Saya bocorkan untuk Anda. Maukan?

Apa sajakah yang mereka hasilkan dari event itu?

MICHAEL S. CLOUSE

Seorang karyawan bekerja delapan jam sehari, dan delapan jam lainnya besar kemungkinan untuk tidur. Orang itu mestinya mulai mempertimbangkan untuk menggunakan 56 jam waktunya (8 jam x 7 hari) di luar jam kerja, untuk diisi dengan aktivitas yang makin produktif. Waktu sebanyak itu, bisa digunakannya untuk memulai sebuah bisnis yang mandiri. MLM dan Network Marketing, bisa jadi salah satu pilihan.

Jika Anda mau mempertimbangkannya, mulailah dengan merefleksikan kembali berapa banyak dan seberapa efektifkah 56 jam istirahat Anda selama ini. Kemudian, mulailah membayangkan bagaimana 56 jam Anda esok hari. Bagaimana 56 jam lowong Anda empat tahun yang akan datang? Apakah tetap menjadi waktu istirahat, atau menjadi waktu yang lebih produktif?

Bandingkanlah diri Anda yang sekarang, dengan teman Anda yang sudah lebih dahulu memulainya empat tahun yang lalu. Seperti apakah mereka sekarang?

Jika Anda mau memulainya sekarang, carilah orang yang ahli dalam bidang ini. Kemudian, lakukanlah apa yang ia lakukan.

Fokuslah pada aspek fundamental dari bisnis ini, yaitu prospeksi, presentasi, dan duplikasi.

Mulailah benahi kembali filosofi Anda, sikap Anda, pikiran Anda, dan tindakan Anda. Biasanya, hal-hal inilah yang menjadi penghalang terbesar Anda.

RANDY GAGE

Syarat utama untuk menuju ke puncak, adalah duplikasi. Cara terbaik untuk mengefektifkan duplikasi, adalah dengan mendidik downline Anda, tentang bagaimana mendidik downline-nya.

Untuk tahap awal, perlebarlah downline Anda menyamping. Ini bisa dilakukan untuk "menyegerakan" penghasilan. Kemudian, perdalam downline Anda, untuk keuntungan jangka panjang. Beberapa MLM atau Network Marketing, mungkin menyarankan Anda untuk lebih memilih "pendalaman" dari pada "pelebaran". Saat itu, mulailah mencari leader-leader baru di bawah Anda.

Segala bentuk komunikasi dari "atas" ke "bawah" hendaknya selalu bernilai positif.

TOM 'BIG AL' SCHREITER

Anda harus berfokus pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Bisnis apa sih yang sebenarnya Anda terjuni?
Berapa banyak uang dan keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan?
Apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan semua itu?

Bagaimana mempromosikan bisnis MLM dan Network Marketing Anda?

Ajak prospek Anda untuk makan siang gratis.
Beri mereka pendidikan, seminar, atau pelatihan yang bermanfaat.
Publikasikan manfaat produk Anda.
Kaitkan sebuah event atau okupasi dengan produk Anda.
Kaitkan wilayah geografis dengan produk Anda.
Kaitkan angka khusus dengan produk Anda.
Tambahkan faktor personalitas, seperti loving, caring, overworked dan sebagainya ke dalam promosi Anda.

ROD COOK

MLM dan Network Marketing adalah satu-satunya 'real financial option' bagi setiap baby boomer. Mengapa? Karena mereka biasanya tidak cukup menabung atau berinvestasi secara terus-menerus untuk masa tuanya.

TIM SALES

Untuk membangun bisnis duplikasi yang benar, Anda harus membuatnya "besar" dan "benar".

Ada dua jenis bisnis, dalam konteks MLM dan Network Marketing. Yang pertama adalah "Organisasi Konsumsi Vertikal", dan yang kedua adalah "Organisasi Penjualan Vertikal".

Yang pertama berfokus pada membangun jaringan distributor, agar mereka membeli dan menggunakan produk. Yang kedua, berfokus pada menciptakan mesin uang dengan menjadikan kehidupan orang lain menjadi lebih baik dengan tingkat penghasilan yang lebih tinggi.

Yang pertama langkahnya adalah mendapatkan pelanggan, kemudian mendapatkan distributor, dan kemudian mendidik distributor agar bisa mendapatkan pelanggan.

Standar operasi yang diperlukan kurang lebih begini:

1. Dapatkan pelanggan yang mau menggunakan produk.
2. Tuliskan bagaimana Anda hendak mencapainya.
3. Lakukan lagi.

Standar operasi ini mungkin perlu Anda adjust jika kondisi lapangan memang menuntut perubahan.

JOHN MILTON FOGG

John Milton Fogg dikenal sebagai pelaku MLM dan Network Marketing yang menganut "get rich slow". Oleh sebab itu, rekomendasinya adalah:

1. Gunakan produk, rekomendasikan produk itu, dan kemudian sponsori distributor.
2. Ciptakan kemampuan leadership dan coaching untuk downline Anda.
3. Prospeklah setiap orang dengan "tanpa agenda".
4. Selama proses itu, temukanlah apakah prospek Anda layak menjadi partner bisnis atau tidak.

Dalam mengembangkan diri, tanyakanlah pada diri sendiri:

Apa yang sudah Saya ketahui, sesuatu yang "benar" menurut Saya?
Apa yang membuatnya menjadi "benar"?
Apa yang secara ideal "benar"?
Apa yang "tidak benar" menurut Saya?
Apa yang diperlukan agar itu menjadi "benar"?

KIM KLAVER

Dalam MLM dan Network Marketing, Anda menjual produk dan bisnis sekaligus.

Sekalipun Anda mau membangun downline, Anda tetap harus memperlakukan pelanggan sebagai pelanggan, sebab pelangganlah yang memberi Anda sales dan jaminan keuangan.

Tidak semua pelanggan tepat dijadikan partner bisnis. Dalam prakteknya, hanya 1 sampai 3 persen pelanggan yang akan menjadi partner bisnis Anda.

Seringkali, pelanggan yang potensial bahkan tidak membeli produk Anda. Sebab mereka sedang berfokus pada hal lain. Maka, ditunggu sajalah dengan sabar.

1 dari 10 orang yang Anda dekati mungkin akan membeli produk Anda. 9 sisanya tidak. Agar Anda bisa menjual kepada 10-nya, pakailah "sepatu" mereka. Pelajari sistem nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku mereka. Untuk itu, hindarilah kesan-kesan "menjual", generalisasi, sikap melebih-lebihkan, terlalu rumit, atau kebanyakan janji.

ART JONAK

Yang satu ini jagonya recruitment. Nasehatnya begini:

1. Selalulah menghadiri acara organisasi MLM atau Networking Anda.
2. Rekrut dan kembangkanlah leadership di jajaran downline Anda.
3. Kuncinya adalah keahlian. Makin banyak belajar, akan makin sukses Anda.
4. Saat prospek mengatakan "tidak", itu hanya masalah waktu. Apalagi, jika produk Anda ada hubungannya dengan kesehatan atau kecantikan. Bersabarlah.
5. Yakinkan dan informasikan bahwa Anda punya CD gratis tentang produk dan bisnis Anda.
6. Ketidaksuksesan Anda, biasanya tertutupi oleh berbagai alasan.
7. Tidak perlu berharap organisasi MLM atau Networking Anda sempurna.
8. Setiap leader, suksesnya disebabkan oleh kemampuan melewati masalah, bukan oleh banyaknya alasan.

HILTON JOHNSON

Hilton memberi nasehat tentang lima langkah dalam membuat janji untuk presentasi bisnis Anda:

1. Pilihlah target yang tepat dan berikan alasan Anda untuk bertemu, termasuk rencana prospecting Anda. Jangan membuat orang merasa tertipu.
2. Minta izin untuk bicara. Minta waktu yang tegas, satu menit, sepuluh menit, setengah jam dan sebagainya.
3. Berikan briefing perkenalan yang tidak berbau "jualan".
4. Nyatakan dengan taktis, "Jika Saya bisa menunjukkan sebuah bisnis rumahan yang berpeluang membuat Anda lebih sehat dan lebih sejahtera, kapan Anda mau memulainya?" Jika reaksi prospek Anda positif, lanjutkanlah dengan pertanyaan berikut:
5. Anda punya 10 jam waktu luang dalam seminggu? Apakah Anda suka bertemu dan berbicara dengan orang lain? Kami punya pelatihan yang lengkap, Anda suka mengikuti instruksi? Apakah tambahan penghasilan Rp 100.000,- sampai Rp 1.000.000,- sebulan bisa membantu Anda sekeluarga? Apa yang menurut Anda bisa memenuhi semua itu?

Setelah itu, tentukanlah waktu pertemuan Anda. Dan saat bertemu dengan prospek Anda, gunakanlah The Law of Attraction mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Temukan alasan Anda mengundangnya ke pertemuan Anda.
2. Tanyakan padanya tentang sasaran keuangan dan kesejahteraannya.
3. Dengarkanlah segala hal yang membuatnya tidak puas, dan apa yang membuatnya puas di dalam hidup dan karirnya.
4. Tanyakan padanya apakah ia tertarik, dan kapan ia mau memulainya.
5. Jelaskan tentang organisasi MLM atau Network Marketing Anda dan kredibilitasnya.
6. Jelaskan tentang produk Anda dan manfaatnya.
7. Jelaskan sistem kompensasi yang berlaku.
8. Jelaskan sistem pelatihan dan support system yang ada.
9. Buatlah ringkasan selama 60 detik, kemudian tanyakan, "bagaimana?" Jika mereka cukup puas tanyakan, "apakah Anda siap memulai?"

PETER PEARSON, Ph.D.

Peter adalah seorang psikolog. Risetnya menunjukkan bahwa seorang distributor MLM secara rata-rata hanya bisa membuat 1,7 orang mau menerjuni bisnis ini.

Saat seseorang merasa khawatir atau terancam, ia akan cenderung tidak mengambil tindakan. Bagaimana ini bisa terjadi?

Pertama, rasa was-was adalah sebuah respon yang terkondisi. Kedua, ada bagian di dalam otak manusia yang menyimpan pengalaman buruk. Dua hal ini, punya tujuan protektif agar terhindar dari "sakit" yang sama. Merasa tertipu oleh MLM atau Network Marketing misalnya.

Semua itu, menuntut keahlian Anda untuk menyuntikkan pikiran positif, open mind, dan emosi yang tepat ke dalam diri prospek Anda. Dan jika Anda yang mengalami ketakutan untuk mensponsori prospek Anda, itu tanda bahwa Anda masih kurang pengetahuan. Benahilah ketakutan dan kekurangtahuan Anda.

LISA JIMENEZ

Lihatlah upaya mengembangkan jaringan distributor dan downline, seperti orang tua melatih anak-anaknya.

1. Validasi sistem keyakinan dasar Anda, bahwa itu semua sesuai dan sejalan dengan bisnis Anda dan apakah Anda orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan dalam bisnis yang tepat.
2. Singkirkan kekhawatiran Anda tentang kesuksesan Anda.
3. Singkirkan keyakinan negatif Anda tentang uang dan menjadi kaya.
4. Pilihlah prospek yang tepat.
5. Jadilah magnet dan bangunlah hubungan baik.
6. Lihatlah diri Anda sebagai seorang entrepreneur, yang akan menciptakan entrepreneur lain.
7. Gunakan berbagai contoh dan katalog dalam bentuk gambar.
8. Undanglah prospek Anda untuk melihat gambaran yang lebih besar, terlibatlah dalam diskusi pribadi dengan mereka, lakukan dream building bersama mereka, dan lekatkan bisnis Anda ke impian mereka.
9. Dalam waktu kurang dari 48 jam, berikan mereka pelatihan jika mereka memutuskan untuk bergabung. Kebanyakan orang sangat haus tentang leadership.
10. Tetap hargai mereka jika mereka menolak yang Anda tawarkan.

Anda tidak suka dengan MLM atau Network Marketing? Download eBook gratis "1.357 Peluang Usaha Non MLM" dengan bergabung di Milis Bicara.

Semuanya terserah Anda.

Saya Ingin Anda Sukses,
Saya Harus Membuat Anda Sukses.

Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.
021-70096855
http://milis-bicara.blogspot.com