<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867</id><updated>2012-01-03T14:50:45.619+07:00</updated><title type='text'>E-Blog!</title><subtitle type='html'>"Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya."(Salman al Farisi/Az Zuhd, Imam Ahmad)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>107</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-2311105720578945968</id><published>2012-01-03T14:21:00.005+07:00</published><updated>2012-01-03T14:50:45.630+07:00</updated><title type='text'>Do'a Untuk Orang Tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--fizztWHxPA/TwKwzW03WRI/AAAAAAAAARE/fXRI9NWBbB4/s1600/Doa%2Buntuk%2Bortu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 148px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--fizztWHxPA/TwKwzW03WRI/AAAAAAAAARE/fXRI9NWBbB4/s200/Doa%2Buntuk%2Bortu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5693307275296856338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hari ini saya nemu selembar coretan saya yang sudah lumayan lama dibuat, sekitar September 2001. Seingat saya, ini ditulis saat masih kerja di Sony Electronics Indonesia, waktu itu engga tau bagaimana caranya mengatakan langsung kepada kedua orang tua, kalo' saya sangat menyayangi dan mencintai mereka....jadi, cerita dan meminta aja kepada-NYA, supaya kedua orang tua saya dimuliakan oleh-NYA, fiddunya wa fil akhirati... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya juga lupa, apakah ini "pure" karya saya, atau saya sadur dari buku atau tulisan orang lain. Mudah-mudahan saja ini murni karya saya, namun jikapun ini adalah karya orang lain, saya berterima kasih sudah membuatnya, Jazakallah....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi  mereka&lt;br /&gt;Perindahlah ucapanku di depan mereka&lt;br /&gt;Lunakkanlah watakku  terhadap mereka dan&lt;br /&gt;Lembutkanlah hatiku untuk mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,  berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya atas didikan mereka padaku&lt;br /&gt;Dan pahala yang besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan  padaku&lt;br /&gt;Peliharalah mereka sebagaimana mereka  telah memeliharaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan&lt;br /&gt;atau kesusahan yang mereka derita karena aku&lt;br /&gt;atau hilangnya sesuatu hak mereka karena  perbuatanku&lt;br /&gt;jadikanlah itu semua penyebab rontoknya  dosa-dosa mereka&lt;br /&gt;meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya  pahala kebaikan mereka, dengan perkenan-Mu, ya Allah&lt;br /&gt;sebab hanya  Engkaulah yang berhak membalas kebaikan dengan kebaikan berlipat  ganda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku&lt;br /&gt;izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku&lt;br /&gt;Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai  diriku&lt;br /&gt;maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka&lt;br /&gt;sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu&lt;br /&gt;di tempat kediaman yang  dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya  Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung&lt;br /&gt;serta anugerah yang tak berakhir&lt;br /&gt;dan Engkaulah yang Maha Pengasih&lt;br /&gt;Di antara  semua pengasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan  kedua orang tua dan&lt;br /&gt;murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua.&lt;br /&gt;(HR.  Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-2311105720578945968?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/2311105720578945968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=2311105720578945968&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2311105720578945968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2311105720578945968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2012/01/doa-untuk-orang-tua.html' title='Do&apos;a Untuk Orang Tua'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--fizztWHxPA/TwKwzW03WRI/AAAAAAAAARE/fXRI9NWBbB4/s72-c/Doa%2Buntuk%2Bortu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-4624201678915660934</id><published>2011-11-22T13:19:00.006+07:00</published><updated>2011-11-22T13:51:29.426+07:00</updated><title type='text'>Curhat Cina-Muslim-Indonesia: Tentang Ashabiyah dan Mental Terjajah Muslim Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-sdYZHCufOlY/TstE-FGpmnI/AAAAAAAAAQ4/M6uylHsNeKM/s1600/Felix_siaw.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 184px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-sdYZHCufOlY/TstE-FGpmnI/AAAAAAAAAQ4/M6uylHsNeKM/s200/Felix_siaw.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677707588543289970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tulisan dibawah ini saya ambil dari blog http://maf1453.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Nama saya &lt;strong&gt;Felix Y. Siauw&lt;/strong&gt;,  kelahiran Palembang 26 tahun yang lalu, dan setidaknya dalam jangka  waktu yang lebih dari ¼ abad itu saya sudah merasakan banyak sekali  kesulitan dan kebahagiaan hidup. Setidaknya ada 4 momen paling bahagia  bagi saya, yaitu tahun 2002 ketika saya memutuskan untuk mengganti  keyakinan dengan mengakui Allah swt, sebagai satu-satunya Tuhan dan  sesembahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tahun 2006  ketika saya menikahi seorang muslimah yang kelak memberikan saya 2 momen  bahagia lagi; kelahiran Alila Shaffiya asy-Syarifah pada tahun 2008 dan  Shifr Muhammad al-Fatih 1453 pada tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dari nama  yang saya publish, sebagian besar pasti memahami bahwasanya saya  tergolong etnis Cina. Dan inilah salah satu sebab kenapa saya menulis  tulisan ini, disamping alasan utamanya adalah karena kewajiban  mendakwahkan Islam dan pemikiran-pemikirannya ke seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ini adalah  sebuah curahan hati dan aduan serta penjelasan dari seorang Ayah,  Muslim-“Cina”. Walaupun banyak kasus lain yang saya alami berkaitan  dengan ide bid’ah nasionalisme yang diwariskan Belanda dan Barat, saya  akan sedikit memfokuskan pada satu kisah yang baru saja saya alami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span id="more-3519"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Berawal  ketika Istri saya yang melahirkan anak keduanya di RS. Budi Kemuliaan  Jakarta Pusat, setelah itu seperti biasa, atas nama pribadi ada beberapa  karyawan yang menawarkan jasa pembuatan akte kelahiran putra saya. Dan  kami pun menyambut baik tawaran yang dibandrol dengan harga Rp. 100.000.  Tak berapa lama, setelah karyawan tadi melihat fisik saya, lalu dia  bertanya pada istri:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“Bu, bapaknya muslim bukan? keturunan ya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“Muslim kok, emang kenapa mbak?” Jawab istri saya santai,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“Nikahnya pake cara Islam kan?, karena kalo nikahnya beda agama susah ngurusnya bu, dan beda juga biayanya..”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“Ya Islam lah, bedanya apa mbak”, sedikit terintimidasi, Istri saya tetap berusaha santai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“Kalo pribumi 100.000 kalo keturunan 250.000”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Setelah  memberitahu saya perihal percakapan ini, dengan agak kesal saya pun  mencoba membuktikan perkataan istri saya tadi. Ternyata benar, ada  diskriminasi kepengurusan akte kelahiran, dan dokumen yang diperlukan  pun lebih daripada yang biasanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Walau saya  desak dengan berbagai dalil, termasuk dengan dalil bahwa penghapusan  istilah WNI Keturunan sudah dilakukan, tetap saja tidak ada penjelasan  yang memadai kepada saya. Bertambah kekesalan saya, maka saya memutuskan  untuk mengurus sendiri akte kelahiran anak kedua saya. Bukan masalah  uang, ini masalah ide kufur yang tidak perlu diberikan ruang toleransi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Langkah  pertama adalah melakukan browsing ke Internet ke alamat Dinas  Kependudukan dan Catatan Sipil; &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" href="http://www.kependudukancapil.go.id/index.php/produk-a-layanan/akta-kelahiran"&gt;www.kependudukancapil.go.id&lt;/a&gt;, dan di situ  saya mendapatkan informasi bahwa pembuatan akte kelahiran biayanya  gratis s/d Rp. 5000.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dan  syaratnya: Surat Keterangan Lahir, KK, KTP Orangtua, dan Surat Pengantar  RT/RW yang dilegalkan Kelurahan. Ternyata setelah saya datang pada hari  Rabu, 07 Juli 2010, petugas malah meminta akte kelahiran untuk  dikonfirmasi apakah saya warga keturunan atau bukan. Dan sekali lagi  saya katakan bahwa urusan keturunan sudah tidak ada, semua yang  dilahirkan di tanah Indonesia adalah WNI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dan setelah  itu akhirnya saya tetap diminta membayar Rp. 70.000, sebelum membayar  saya menanyakan bukti pembayarannya, sedikit gagap petugas menyatakan  bahwa lembar bukti penyerahan dokumen sudah dianggap menjadi bukti  pembayaran (nanti coba kita liat ya). Dan yang paling menyakitkan,  ditulis lagi dalam keterangan permintaan akte kelahiran bahwa anak saya  termasuk Stbld. 1917.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Lalu dengan serius saya tanyakan: “Masih berlaku tuh stbld?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“Oh masih pak, semuanya harus ditulis begitu”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“Oh gitu, kirain jaman belanda aja pake stbld!” sindiran dari saya yang tampaknya tidak dipahami petugas bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Ok, cukup cerita pendahuluan saya, sekarang kita masuk ke pokok pembahasan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;1. Inilah  budaya pegawai negeri Indonesia yang jauh dari kesan profesional dan  korup, birokrasi yang terbiasa tidak jujur dan selalu mencari kesempatan  atas minimnya data yang mereka beri kepada masyarakat yang membutuhkan  pelayanan. Sehingga seolah-olah masyarakat yang harus membayar mereka  karena pelayanan itu, padahal pelayanan mereka sudah dibayar oleh  negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sampai  setelah saya membayar Rp. 70.000 itu, saya tidak mengetahui kemana uang  ini dialokasikan, dan parahnya yang menerima uang ini adalah muslim.  Saya terima kalau yang melakukan korupsi ini bila bukan muslim, tapi  pelakunya sekali lagi adalah muslim, yang seharusnya menjadi pekerja  yang paling jujur karena aqidahnya memerintahkan begitu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;2. Budaya  rasialis dan nasionalisme kampungan rupanya masih menjadi mental ummat  Islam saat ini. Mereka membedakan antara pribumi dan keturunan. Tanpa  mereka ketahui bahwa cara ini adalah strategi utama belanda dalam  melakukan politik divide et impera dan menghancurkan sendi ekonomi dan  masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Politik  rasialis ini dimulai ketika VOC dan Pemerintah Belanda membagi kelompok  masyarakat menjadi Inlander (pribumi) dan Vreemde Oosterlinge (Orang  Timur Asing, termasuk Cina, Arab dan India) &lt;/span&gt;(lihat&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" rel="nofollow" href="http://www.jakarta.go.id/jakv1/encyclopedia/detail/3523" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.jakarta.go.id/j&lt;/span&gt;&lt;span&gt;akv1/encyclopedia/detail/3&lt;/span&gt;523&lt;/a&gt;)&lt;span style="color:#000000;"&gt;, lalu memberikan akses  ekonomi kepada Vreemde Oosterlinge terutama orang Cina sehingga pecahlah  permusuhan dan kebencian antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge (lihat  Buku Api Sejarah, Ahmad Mansur Suryanegara).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Politik  rasialis ini bahkan dimulai semenjak awal pencatatan akta kelahiran  dengan membedakan antara Inlander dan Vreemde Oosterlinge, antara agama  penjajah Belanda Kristen dan Katolik serta Islam. Lihat saja akte  kelahiran Anda yang muslim pribumi akan mendapatkan kode Stbld. 1920,  sedangakan yang nasrani pribumi mendapatkan kode Stbld. 1933, warga  keturunan dari timur (Cina, Arab, India, dan lainnya) dengan Stbld.  1917&lt;/span&gt; (lihat &lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" rel="nofollow" href="http://www.jasaumum.com/akteKelahiran.htm" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;http://www.jasaumum.com/ak&lt;/span&gt;teKelahiran.htm&lt;/a&gt;).&lt;span style="color:#000000;"&gt; Akta kelahiran inilah yang menjadi dasar dalam perbedaan perilaku  penjajah Belanda dalam masalah pendidikan, pekerjaan dan status sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sayangnya  (baca: bodohnya), pemerintah Indonesia justru mengadopsi Stbld.  (Staatsblad, artinya Peraturan Pemerintah Belanda) menjadi aturan dalam  pencatatan kelahiran yang otomatis dari awal sudah membedakan membuat  rasial penduduknya berdasarkan cara penjajah Belanda membedakannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jadi  ketahuan sekali bahwa negara kita secara hukum dan ekonomi masih  terjajah dan samasekali belum merdeka. Nah, wajar kan kalau kita liat  konflik horizontal maupun vertikal atas nama etnis masih terjadi di  negeri ini? karena memang dari awal pemerintah Indonesia sudah  meniatkannya. Membebek penjajah Belanda. Dan hampir sebagian besar hukum  kita adalah adopsi Belanda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;Belum puas rupanya dijajah 350 tahun?!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Inilah  ikatan-ikatan yang merusak dan terbukti menimbulkan perpecahan dan  konflik yang tak berkesudahan. Ikatan yang muncul dari pemikiran yang  dangkal dan sempit. Ikatan etnisitas, kekauman dan juga termasuk ikatan  nasionalisme kampungan. Ikatan inilah yang menyebabkan muslim Indonesia  tidak memperdulikan muslim Palestina hanya karena dibatasi oleh  garis-garis khayal batas negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ikatan ini  juga yang memenangkan penjajah Belanda ketika membelah ummat Islam  Indonesia atas nama etnis. Dan ikatan ini pula yang menyebabkan Arab  Saudi, Yordan, Turki, Mesir, Irak, Iran dan semua negara muslim saat ini  terpecah belah padahal dahulunya mereka adalah satu kekuatan. Inilah  sebuah ikatan palsu yang harus dimusnahkan: fanatisme golongan, bangsa  dan semacamnya yang kita kenal dengan kata ashabiyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Padahal  Rasulullah dengan sangat jelas telah mewanti-wanti agar kita jangan  membedakan diri berdasarkan sesuatu yang tidak pernah dipilih manusia  atau bagian dari qadar Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya  Allah tidak melihat kepada wajah kalian dan tidak pula kepada bentuk  tubuh kalian, akan tetapi Allah melihat qalbu (akal dan hati) kalian dan  perbuatan kalian &lt;strong&gt;(HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Hurrairah)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Maka  benarlah dalam aturan kewarganegaraan Daulah Madinah ketika Rasulullah  saw. menjadi kepala negara, beliau saw. hanya membedakan 2 jenis  penduduk; muslim dan kafir. Begitu pula yang dilaksanakan Khulafaur  Rasyidin setelah beliau dan Khalifah-khalifah setelah mereka sampai  runtuhnya Daulah Khilafah Islam Utsmaniyah tahun 1924. Artinya pembedaan  kewarganegraan adalah berdasarkan pengakuannya atas Islam, bukan yang  lain seperti fanatisme golongan atau bangsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Juga  larangan sempurna dari Rasulullah atas sikap fanatisme golongan, bangsa  dan semacamnya yang dirangkum dalam larangan ashabiyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Siapa  saja yang berperang di bawah panji kebodohan marah karena suku, atau  menyeru kepada suku atau membela suku lalu terbunuh maka ia terbunuh  secara jahiliyah &lt;strong&gt;(HR Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Bukan  dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula  dari golongan kami orang yang berperang karena ashabiyah, dan tidak  juga termasuk golongan kami orang yang mati karena ashabiyah &lt;strong&gt;(HR Abu Dawud)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tidak ada  keistimewaan khusus karena warna kulit, karena jenis dan karena tanah  air. Dan tidak halal seorang muslim merasa fanatik (ta’ashub) karena  warna kulitnya melebihi kulit orang lain, karena golongannya melebihi  golongan lain dan karena daerahnya melebihi daerah orang lain. Pribumi  ataupun keturunan. Bahkan Islam menaruh ikatan semacam ini dalam posisi  yang paling rendah karena pemikiran semacam ini adalah batil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tapi inilah  kondisi masyarakat dan ummat, mereka mempunyai cap tertentu bagi etnis  tertentu, dan akhirnya bukan melihat karena ketakwaannya tetapi karena  bentuk wajahnya. Hanya karena seseorang berwajah Arab lantas setiap  bertemu tangannya dicium, karena persangkaan bahwa arab identik dengan  Islam (ironis).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hanya karena  seseorang berwajah Cina lantas diidentikkan dengan kafir? (lebih  ironis), lebih aneh lagi kalau ketemu bule semuanya serba senang,  sumringah dan berjalan menunduk (kacau).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Inilah  mental-mental terjajah, mental yang sangat ridha dan bangga kepada  negara yang menjajahnya tapi lupa sama sekali dengan Tuhan yang  menciptakan dirinya dan memberinya kenikmatan. Padahal kita semua  sebagai muslim tidak diseru kecuali berpegang pada aqidah yang satu,  ikatan yang satu, perintah yang satu dan kepemimpinan yang satu. Tauhid  dalam segala bidang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;em&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai &lt;strong&gt;(QS ali Imraan [3]: 103)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Seandainya  saja Rasulullah masih ada, maka tentu dia akan menghapuskan segala macam  diskriminasi dan rasialisme yang diwariskan dunia Barat kepada kaum  muslim. Seandainya saja Umar bin Khattab masih ada, maka pastilah beliau  sendiri yang akan menghunus pedangnya untuk memenggal penyeru  ashabiyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tapi mereka  telah tiada, namun bukan tanpa warisan. Rasulullah menyiapkan sebuah  sistem buat ummatnya agar ummatnya dapat bersatu padu dan kuat dalam  satu kepemimpinan di seluruh dunia. Insya Allah saat Khilafah Islam  tegak satu saat nanti, Khalifah lah yang akan mengomando kaum muslim  membunuh ashabiyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-4624201678915660934?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://maf1453.com/felix/2010/07/07/curhat-cina-muslim-indonesia-tentang-ashabiyah-dan-mental-terjajah-muslim-indonesia/#more-493' title='Curhat Cina-Muslim-Indonesia: Tentang Ashabiyah dan Mental Terjajah Muslim Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/4624201678915660934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=4624201678915660934&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4624201678915660934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4624201678915660934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/11/felix-siauw-curhatan-hati-seorang.html' title='Curhat Cina-Muslim-Indonesia: Tentang Ashabiyah dan Mental Terjajah Muslim Indonesia'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sdYZHCufOlY/TstE-FGpmnI/AAAAAAAAAQ4/M6uylHsNeKM/s72-c/Felix_siaw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-5490195569216144350</id><published>2011-11-04T10:50:00.008+07:00</published><updated>2011-11-04T11:11:39.859+07:00</updated><title type='text'>Menunggu Maut di Mogadishu...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hUspw48110s/TrNlqR8sZCI/AAAAAAAAAQY/L5coBAoxq7s/s1600/Somalia.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hUspw48110s/TrNlqR8sZCI/AAAAAAAAAQY/L5coBAoxq7s/s200/Somalia.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670988132836467746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=" font-style: italic;font-family:lucida grande;font-size:100%;"  &gt;Judul diatas bukan sekedar pemantik keingintahuan orang untuk membaca, tidak!, itu betul - betul bermakna sebagaimana tertulis...masih berkaca mata ini setelah membaca laporan perjalan Suryo Adhiatmoko yang mewakili PPPA Daarul Quran, ke Somalia...bacalah, kemudian kita akan tahu bahwa kita teramat sangat beruntung....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:auto;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:auto;  mso-para-margin-left:0in;  text-align:justify;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh: Sunaryo Adhiatmoko&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jumat, 21 Oktober lalu, menginjak hari keempat saya diMogadishu, Somalia. Saya mewakili PPPA Daarul Quran yang sinergi dengan para ulama dari Afrika Selatan. Pagi itu, di kamp pengungsian Dallada, Tarbuunka, lima kilo meter dari Mogadishu yang dihuni 6.000 lebih keluarga. Seorang ibu, dengan jilbab hitam dan raut muka pucat, tergopoh menghampiri. Ia bersimpuh, meratap, dan memecah tangis di hadapan saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Anaknya baru saja meninggal. Ini anaknya yang kedua meninggal dalam bulan ini”, terang Maxamed Cusman, penterjemah saya di Somalia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perempuan itu, bersama keluarganya datang dari desa di Baydhabo, sekitar 150 km dari Mogadishu yang datang ke kamp dengan berjalan kaki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; “Setiap hari di kamp ini selalu ada yang meninggal”, kata Cusman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Siapapun yang melihat kehidupan di kamp itu, hatinya pasti remuk. Tak ada yang bisa saya perbuat, kecuali berdoa. Kemudian, deras pulalah air mata ini di hadapan ribuan orang yang lapar menunggu maut di kamp itu. Tak banyak kata, kematian yang tiap hari terjadi tak memantik orang-orang di kamp untuk terlalu risau. Mereka seakan paham, pada saatnya kematian berikutnya hanya giliran, selama suplai makanan tidak datang ke kamp pengungsian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setiap hari di kamp-kamp pengungsian selalu ada yang meninggal terutama anak-anak. Dengan terisak, ibu malang itu, kembali ke tendanya yang terbuat dari ranting-ranting kayu, dengan atap plastik seadanya. Luasnya tak lebih dari 2 x 2 meter yang dibuat mirip payung. Di dalam tenda, jasad bocah laki-laki 10 tahun, menggelepar tanpa nyawa di atas tanah. Tubuhnya kurus, penuh luka cacar yang baunya menyengat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Masih dengan derai air mata, ia gali tanah di samping tenda. Jenazah bocah itu pun, dikubur apa adanya, tanpa prosesi pemakaman yang layak. Lengkaplah, tragedi kemanusiaan memilukan itu, terpampang di depan mata. Usai dikubur, perempuan paruh baya itu, tertunduk memeluk lutut. Tangisnya tak henti, sampai saya tinggalkan tendanya dengan perasaan terkoyak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Di sudut tenda yang lain, seorang anak perempuan 12 tahun berbaring lemas di atas tanah, beralas selembar kain lusuh. Tulangnya menyembul, tubuh jangkungnya meranggas tanpa daging. Matanya menatap langit, seakan menanti malaikat penjemput maut datang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dalam catatan Maxamed Cusman, ketika para pengungsi itu datang ke kamp, sebagian postur tubuhnya masih cukup bagus. Pada hari-hari berikutnya, setiap tubuh manusia dalam kamp itu akan menyusut, mengering, kemudian berakhir di tanah kamp pengungsian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; “Saya tak tahu kenapa kami mengalami tragedi kelaparan ini”, ungkap Cusman.&lt;br /&gt;“Setiap hari, kami melihat satu per satu di antara kami mmeninggal di Mogadishu. Tak hanya anak-anak, tapi juga dewasa”, Cusman berkaca-kaca.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mogadishu yang tak lebih luas dari Jakarta itu, telah dikepung sekitar 40 kamp pengungsian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Ikhtiar Kemanusiaan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Somalia, telah membetot perhatian masyarakat dunia. Semua hati tergugah, melihat tiap hari anak manusia meninggal kelaparan. Demikian pula, sebagian masyarakat yang menjadi keluarga besar PPPA Daarul Qur’an menyisihkan sesuap nasinya, untuk dibagi pada masyarakat Somalia. Tanpa mengurangi perhatian, pada sebagian masyarakat Indonesia yang sedang kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pun, kita juga tak boleh menjadi batu, atas peran masyarakat di negara lain yang berduyun-duyun membantu tsunami Aceh, gempa Yogyakarta, dan tatar kebencanaan lain di Indonesia yang selalu memantik kepedulian dari manusia-manusia di belahan negara lain untuk membantu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan bantuan Rp 300 juta, PPPA Daarul Qur’an menuju Cape Town, Afrika Selatan, sebelum menuju Somalia. Di Cape Town, ikhtiar dilakukan, dengan menggalang sinergi bersama organisasi Islam di Afrika Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terbentuk “Save Somalia” yang terdiri dari PPPA Daarul Qur’an (Indonesia), Muslim Judicial Council (MJC), Darul Islam Zakah Fund, dan Al-Quds Foundation. Kami merancang program yang melibatkan para ulama Afrika Selatan dan ulama Somalia yang ada di Afrika Selatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dua pekan di Afrika Selatan, PPPA bersama para ulama Afrika Selatan ngamen dari masjid ke masjid, dari acara pengajian ke acara pertemuan orang mau naik haji. Cara tradisional dengan menenteng gentong plastik ukuran besar, kami lakukan. Kami berguman, jika pada akhirnya anak-anak Somalia terus meninggal, setidaknya kami yang jauh pernah berusaha menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya. Itu niat sederhananya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kami ngamen dengan gentong plastik besar selain juga datang dari masjid ke masjid yang ada di Cape Town. Dalam dua pekan itu, kami punya target Rp 1 miliar. Maka, tepat menjelang keberangkatan tanggal 17 Oktober, dengan pancingan dana awal Rp 300 juta dari Indonesia, kami dapat menghimpun Rp 1 miliar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sebelum berangkat, kami melakukan pertemuan yang dihadiri sekitar 1000 orang Somalia dan para ulamanya yang di Afrika Selatan dan para ulama dari Afrika Selatan sendiri, ditambah PPPA Daarul Qur’an. Dalam pertemuan itu, kami menyerukan perdamaian bagi Somalia. Tanpa berdamai, tragedi kelaparan ini sulit dicari solusinya, karena relawan yang membawa bantuan kemanusiaan selalu terancam jiwanya di Somalia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Masak untuk Pengungsi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyusuri kamp-kamp di Mogadishu, Somalia, akan banyak gundukan tanah yang mengubur jasad mereka yang tak mampu bertahan melawan lapar. Tidak ada air dan tak ada suplai makanan rutin, masuk ke kamp-kamp pengungsian di Mogadishu. Perang saudara membuat semua makin sulit. Bantuan kemanusiaan, juga tak mudah masuk langsung ke Somalia. Semua orang asing yang masuk Somalia, wajib menyewa tentara bayaran yang tarifnya 200 US Dollar per hari. Tak ada negosiasi untuk keamanan ini, tapi, saya dan rombongan pernah nego nyawa untuk menurunkan tarif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dataran somalia memang sedang kering. Masyarakat setempat mengatakan, hujan terakhir tiga tahun lalu. Pertanian menguning, menyisakan debu. Ternak-ternak mati kelaparan dan semua orang meninggalkan rumahnya, menuju Mogadishu atau Kamp pengungsian di Kenya. Ratusan kilo meter jalan ditempuh, sebagian banyak yang meninggal di perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Di Somalia, hanya ada sekitar dua daerah yang dialiri sungai, SH/Dhexe dan SH/Hoose. Dari daerah itulah, suplai makanan di Mogadishu. Tapi, itu tak mampu untuk mencukupi jumlah pengungsi yang sudah mencapai jutaan jiwa. Kondisi kamp tak hanya tanpa makanan, tapi juga tanpa medis, dan MCK yang memadai. Jutaan jiwa manusia terpanggang matahari berhari-hari. Mereka terkepung, dalam penjara kelaparan akut dan deru mesiu perang saudara yang meletup tiap saat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di Mogadishu, kami punya target 9 hari. Program yang dijalankan, masak dari kamp ke kamp. Ada tiga kamp yang kami suplai kebutuhan makannya untuk jangka satu bulan. Yakni, Kamp Tarbuunka, Kamp Baadle, dan Kamp Thoro-thoro. Setelah 9 hari itu, program pemberian makan dilanjutkan mitra lokal dari Al-Kahfi Welfare Foundation yang bermarkas di Mogadishu. Tak lupa, di setiap kamp kami juga memotong unta, sebagai lauk nya dengan menu nasi kebuli. Menurut masyarakat setempat, daging unta adalah daging nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di Kamp Tarbuunka, saya bertanya pada sebagian pengungsi. “Kapan terakhir kali makan?”.&lt;br /&gt;Mereka serentak menjawab, “Empat hari lalu”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Saya lantas membisu, menunduk malu. Tapi, obat hati yang remuk selama di Mogadishu adalah, saya dan para ulama dari Afrika Selatan, diberi kesempatan masak selezat mungkin. Setelah nasi kebuli dengan daging unta matang, ribuan orang antri untuk dapat jatah makanan. Satu per satu, mereka menadahkan panci, ember, dan kantong plastik. Kami bertatap mata sejenak, mendadak semua bisa tersenyum hari itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya tahu, senyum itu sesaat. Karena besuk, mereka masih harus bertahan hidup. Sementara sesuap nasi yang kami masak hari itu, hanyalah pelipur perihnya perut dan pedihnya derita kelaparan, untuk beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hari ini, saat saya dan rombongan kembali ke rumah, menyantap hidangan bergizi, bercengkerama dengan anak dan istri, mereka dipanggang terik kemarau dan rintihan kelaparan yang diintai maut setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maafkan, hanya ini yang bisa kami lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family: lucida grande; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bad Baadi Somalia&lt;/span&gt;...(selamatkan Somalia), itu bisik kalian saat kami gontai tinggalkan Mogadishu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-5490195569216144350?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/11/03/menunggu-maut-di-mogadishu/' title='Menunggu Maut di Mogadishu...'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/5490195569216144350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=5490195569216144350&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5490195569216144350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5490195569216144350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/11/menunggu-maut-di-mogadishu.html' title='Menunggu Maut di Mogadishu...'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hUspw48110s/TrNlqR8sZCI/AAAAAAAAAQY/L5coBAoxq7s/s72-c/Somalia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-762769132419146743</id><published>2011-10-25T15:37:00.005+07:00</published><updated>2011-10-25T15:43:02.903+07:00</updated><title type='text'>Surat Terbuka untuk Mereka yang Menuduhku Khawarij &amp; Teroris</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xiFXI7226ag/TqZ2iy6G01I/AAAAAAAAAQM/ohVt2J0VAm4/s1600/voa.php.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xiFXI7226ag/TqZ2iy6G01I/AAAAAAAAAQM/ohVt2J0VAm4/s200/voa.php.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667347521245467474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar saudaraku yang dimuliakan  Allah? Mudah-mudahan Allah memberimu hidayah atas ketidakthuanmu tentang  tuduhan kepadaku sebagai Khawarij sesat.&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Alasan apa yang menjadikan kalian  menuduh kami Khawarij? Jika karena penampilan saudara kami bercelana  cingkrang berjenggot panjang kalian tuduh sebagai Khawarij, maka kami  rela disebut Khawarij. Padahal sesungguhnya celana cingkrang dan  berjenggot ini kami lakukan sebagai upaya menghidupkan sunnah Rasulullah  di saat orang ramai meruntuhkannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika karena niqab dan hijab lebar  saudari kami menjadikan kalian menuduhnya sebagai Khawarij, maka  saksikanlah, kami rela disebut Khawarij. Padahal sesungguhnya niqab dan  cadar ini telah menjadi pakaian takwa wanita-wanita mulia di sisi  Rasulullah. Diperkuat dengan nas syar’i dalam surat Al Ahzab 59 dan An  Nur 31.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika karena tangan kami menolak berjabat  tangan dengan lawan jenis bukan mahram membuat kalian menuduh kami  sebagai Khawarij sesat yang menutup diri dan tidak menghargai perbedaan  agama, sesungguhnya tiada beban bagi kami memegang prinsip Islam, meski  tuduhan Khawarij kalian lekatkan pada kami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika karena sikap kami yang tidak mau  patuh dan tunduk pada pemerintah yang tidak menerapkan hukum islam  menjadikan kalian menyudutkan kami dengan gelar Khawarij, maka kami pun  rela dengan tuduhan ini. Karena sesungguhnya tidak pantas bagi kami taat  pada hukum yang berasal dari manusia, ayat-ayat yang dicetuskan dan  ditulis oleh manusia yang tidak paham akan hukum syar’i. Tidak patut  pula bagi kami menentang firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 106:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa kafir kepada Allah  setelah beriman (mereka akan mendapatkan kemurkaan Allah), kecuali orang  yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan (maka  tiada dosa baginya), akan tetapi barangsiapa yang melapangkan dadanya  untuk kekafiran, kemurkaan Allah padanya, dan baginya azab yang pedih.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sangat jelas peringatan Allah di atas,  bagi yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, patuh pada hukum syirik  yang berslogan demokrasi, maka murka Allah menimpa padanya. Kami pun  rela kalian tuding Khawarij, jika konsekuensi kepatuhan pada firman  Allah di atas memang demikian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika karena pembelaan pada  saudara-saudara kami di Palestina, Pattani, Chechnya, Afghanistan dan  Somalia yang ditindas penjajah Amerika membuat kalian gerah lalu  memberikan titel Khawarij dan teroris kepada kami, maka saksikanlah   bahwa ini adalah resiko memurnikan tauhid yang sedikitpun tidak dapat  mematahkan ghirah kami  berjuang melawan penjajah dengan segala  kemampuan kami. Rasulullah bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi  muslim yang lain, tidak boleh menyerahkannya pada musuh, tidak boleh  menzalimi, tidak boleh menelantarkannya” (HR Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muslim dibelahan bumi manapun adalah  saudara kami yang harus kami jaga dari gangguan musuh, hal ini  berdasarkan hadits di atas, jadi wajib membela muslim yang sedang  ditindas Amerika, meskipun kalian menuduh kami sebagai Khawarij.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Dari Hamba Allah, tertuduh Khawarij&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Yulianna PS&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Email: flowerhijab@yahoo.com&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-762769132419146743?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/08/18/15805/surat-terbuka-untuk-mereka-yang-menuduhku-khawarij-teroris/' title='Surat Terbuka untuk Mereka yang Menuduhku Khawarij &amp; Teroris'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/762769132419146743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=762769132419146743&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/762769132419146743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/762769132419146743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/10/surat-terbuka-untuk-mereka-yang.html' title='Surat Terbuka untuk Mereka yang Menuduhku Khawarij &amp; Teroris'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xiFXI7226ag/TqZ2iy6G01I/AAAAAAAAAQM/ohVt2J0VAm4/s72-c/voa.php.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-4699491002656012865</id><published>2011-10-05T09:40:00.003+07:00</published><updated>2011-10-05T09:52:57.963+07:00</updated><title type='text'>Aku khawatir...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TdepSrAFBtw/TovGgor6LMI/AAAAAAAAAPs/xDU30yfc8qk/s1600/hening.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TdepSrAFBtw/TovGgor6LMI/AAAAAAAAAPs/xDU30yfc8qk/s200/hening.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659835620700859586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku khawatir pada suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan,  keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas pada perbuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak  beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk tapi sibuk  dalam kesendirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada  ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang banyak tertawa hingga  hatinya berkarat, ada yang menangis tapi kufur nikmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang murah  senyum tapi hatinya mengumpal, ada yang berhati tulus tapi wajahnya  cemberut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, ada pelacur  yang tampil jadi figur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berilmu tapi tak paham, ada yang paham  tapi tak menjalankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh  tapi tak tau diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang beragama tapi tak berahlaq, ada yang  berahlaq tapi tak bertuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...Lalu di antara semua itu dimana aku berada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;('Ali bin Abu Thalib)&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-4699491002656012865?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/4699491002656012865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=4699491002656012865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4699491002656012865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4699491002656012865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/10/aku-khawatir.html' title='Aku khawatir...'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TdepSrAFBtw/TovGgor6LMI/AAAAAAAAAPs/xDU30yfc8qk/s72-c/hening.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-1329243777197285759</id><published>2011-10-05T09:21:00.002+07:00</published><updated>2011-10-05T09:23:54.371+07:00</updated><title type='text'>Fortunate is He</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wzTkiTVyiyU/Tou_sconDTI/AAAAAAAAAPc/Z_pMAOHU6MQ/s1600/Jan_Vid.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 248px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wzTkiTVyiyU/Tou_sconDTI/AAAAAAAAAPc/Z_pMAOHU6MQ/s320/Jan_Vid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659828127042833714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;By: Anwar Al Awlaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Allah Aza wajal does not ever not fulfill His promise. Allah will never  forsake His promise. So what is does Alloh promise the Belivers?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala says, "And give glad tidings to those who  believe and work righteousness, that their portion is gardens beneath  which rivers flow, therein abiding forever." (Quran, Surah Al-Baqarah,  ayah 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In Jannah are things, an eye has never seen, an ear has never heard, a mind can't even imagine." (Hadeeth Saheeh Bukharee)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala says, "On that day you shall see how the  believing men and the believing woman, how their light runs before them  and by their right hands, their greeting will be, "Good news for you  this day." (Quran, Surah Hadeed, ayat 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is indeed the highest achievement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The emaan that is in your heart today will be your light, you make up your mind how much light you want.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah will be with you. Be mindful of Allah, Allah will be  mindful of  you. Get to know Allah in moments of ease. Allah  will know you in  moments of difficulty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And then the more closer you come to Allah, until Allah becomes the eyes  you see with, the ears that you hear with, the hands that you use and  the foot that you walk with.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if you ask Allah, He will give you and if you seek refuge with Him, He will forgive you. (Based on Hadeeth, Saheeh Bukharee)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Allah, admit us into Your mercy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We ask Allah to forgive us, we are in dire need for the mercy of Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We ask Allah to make us amongst those who will reach Jannah.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-1329243777197285759?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/video/zain-bhika-feat-anwar-al-awlaki-fortunate-is-he.htm' title='Fortunate is He'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/1329243777197285759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=1329243777197285759&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1329243777197285759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1329243777197285759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/10/fortunate-is-he.html' title='Fortunate is He'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wzTkiTVyiyU/Tou_sconDTI/AAAAAAAAAPc/Z_pMAOHU6MQ/s72-c/Jan_Vid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-3059730128268930515</id><published>2011-10-03T11:19:00.006+07:00</published><updated>2011-10-03T12:02:48.780+07:00</updated><title type='text'>Orang terakhir yang masuk surga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-er-ToYpwwps/TolB79P9pQI/AAAAAAAAAPU/wL_CG8y9jAw/s1600/heaven.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 255px; height: 197px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-er-ToYpwwps/TolB79P9pQI/AAAAAAAAAPU/wL_CG8y9jAw/s320/heaven.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659126905077343490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; banyak menyebutkan  kenikmatan dan keutamaan akhirat yang sangat besar  dibandingkan  kesenangan di dunia ini. Di antaranya adalah hadits di  bawah ini,&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;"Dari `Abdullâh bin Mas’ûd &lt;em&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, dia berkata, “Rasulullâh &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;  bersabda, ‘Aku benar-benar mengetahui seorang penduduk neraka yang   paling akhir keluar darinya dan seorang penduduk surga yang paling akhir   masuk ke dalam surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka   dengan keadaan merangkak, lalu Allah berkata kepadanya, ‘Pergilah,   masuklah ke dalam surga!’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, ‘Lalu dia  mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa  surga telah penuh.  Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai &lt;em&gt;Rabb&lt;/em&gt;-ku, aku mendapati surga telah penuh.’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berkata kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga!’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, ‘Lalu dia  mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa  surga telah penuh.  Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai &lt;em&gt;Rabb&lt;/em&gt;-ku, aku mendapati surga telah penuh.’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Allah &lt;em&gt;Subhanahu wa Ta’ala&lt;/em&gt; berkata lagi kepadanya, ‘Pergilah,  masuklah ke dalam surga! Sesungguhnya  engkau memiliki semisal dunia  dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki  sepuluh kali dunia.’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, ‘Laki-laki itu  berkata, ‘Apakah Engkau memperolok-olok aku  (atau Engkau menertawakan  aku), padahal Engkau adalah Raja?’&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abdullâh bin Mas’ûd &lt;/span&gt;&lt;em style="font-style: italic;"&gt;radhiallahu ‘anhu&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; berkata, ‘Aku melihat Rasulullâh &lt;/span&gt;&lt;em style="font-style: italic;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  tertawa sampai nampak gigi gerahamnya.’ Dan dikatakan bahwa orang itu   adalah penduduk surga yang paling rendah derajatnya."  &lt;/span&gt;(H.R. Muslim, no.   308/186)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-3059730128268930515?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/bandingan-nikmat-dunia-dan-akhirat.html' title='Orang terakhir yang masuk surga'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/3059730128268930515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=3059730128268930515&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3059730128268930515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3059730128268930515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/10/orang-terakhir-yang-masuk-surga.html' title='Orang terakhir yang masuk surga'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-er-ToYpwwps/TolB79P9pQI/AAAAAAAAAPU/wL_CG8y9jAw/s72-c/heaven.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-6566833918318971204</id><published>2011-09-30T08:54:00.004+07:00</published><updated>2011-09-30T08:59:41.627+07:00</updated><title type='text'>Jilbab Syar'i, Jangan Takut Dicap Fanatik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LrRZaCthYQE/ToUiDTfS7VI/AAAAAAAAAPE/CAh5aA5Ypg0/s1600/jilbabsyari.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LrRZaCthYQE/ToUiDTfS7VI/AAAAAAAAAPE/CAh5aA5Ypg0/s320/jilbabsyari.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657965947027385682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;Maya Retno Ayu Setyautami&lt;/strong&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Potret 1:&lt;br /&gt;Dalam acara kumpul keluarga besar, di malam hari menjelang tidur, Ney  tetap mengenakan jilbabnya, bahkan tetap berpakaian rapi tanpa  mengurangi apapun yang melekat pada dirinya. Di sisi lain,  saudara-saudaranya, tantenya, budenya, atau kakak adiknya yang juga  memakai jilbab telah membuka jilbabnya dan memakai pakaian siap tidur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kenapa pas mau tidur jilbabnya nggak dibuka, kan disini saudara semua?”... Saudara, tapi kan belum tentu mahram.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Atau pertanyaan lain “Nak, kamu kenapa tetap pakai kaos kaki sih kalau di rumah saudara?”&lt;br /&gt;Hmmm ...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Hati-hati jangan terlalu fanatik belajar agamanya Mbak”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Potret 2:&lt;br /&gt;Setiap ada tamu mendadak di rumah, atau ketika Ibu meminta bantuan beli  sesuatu di warung, maka Ney selalu butuh waktu sejenak, untuk memakai  rok panjang, jaket, kerudung kaos, dan kaos kaki. Seperti berlebihan,  karena biasanya Ibu hanya menyambar jilbab ketika ke warung, atau bahkan  lupa memakai jilbab ketika menyapu di halaman rumah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perkataan Ney ke Ibunya, “Bu, kalau ke depan rumah dipakai jilbabnya.”&lt;br /&gt;“Kan ke depan aja, ga ada siapa-siapa kok.”&lt;br /&gt;“Itu Bu, ada tetangga yang Bapak-bapak.”&lt;br /&gt;“Ah, ga apa-apa itu mah. Beliau juga ga akan ngapa-ngapan.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesekali Ibu Ney yang balik bertanya ketika Ney bersiap merapikan  seluruh pakaiannya sebelum pergi, “Ke warung aja ngapain pake kaos kaki  sih?”&lt;br /&gt;“Kaki kan juga aurat Bu.”&lt;br /&gt;“Aiih, warung kan deket, yang liat juga ga banyak”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Potret 3:&lt;br /&gt;Saat acara pernikahan saudara, Ney mendapat peran sebagai penerima tamu.  Seperti orang-orang lain yang bertugas, Ney juga dibantu oleh seorang  perias dalam mengenakan pakaian dan jilbabnya. Berbagai assesoris  disiapkan, agar jilbab yang dikenakan tetap terlihat modis dan baju yang  dikenakan pun terlihat hiasannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tante, ini jilbabya saya pakai sendiri ya, nanti tante yang hias bagian atasnya saja,”&lt;br /&gt;pinta Ney sebelum tante perias memakaikan jilbab yang pastinya akan tercekik di bagian leher.&lt;br /&gt;“Oh silahkan mba.. Eh ini kenapa dilapisin jilbabnya?”&lt;br /&gt;“Ini kan tipis jilbabnya tante, saya pakainya panjang menutup dada.”&lt;br /&gt;“Oh, kalau sampai menutup dada sayang nanti hiasan di baju bagian atasnya ga kelihatan”&lt;br /&gt;“Gak papa tante, saya biasa  pakai begini...”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tante perias jilbab pun masih berusaha merapikan jilbab yang telah  dikenakan Ney seperti biasa tanpa hiasan. Beruntung Ney telah  mempersiapkan jilbab lapis sendiri, jilbab lain untuk hiasan dan  perlengkapan lainnya sehingga tante perias tidak banyak protes saat Ney  meminta jilbabnya tetap terulur hingga ke dada.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih banyak potret-potret yang lainnya yang kadang memiliki berbagai  pandangan dari orang-orang sekitar. Ketika seorang muslimah yang  berhijab ingin sempurna menutup auratnya, ingin menyeluruh menjalankan  ajaran agamanya, tetapi justru dianggap fanatik. Hal tersebut terjadi  karena pemahaman setiap orang atas ajaran agama ini belum menyeluruh,  sehingga pola pikir yang ditimbulkan pun berbeda.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Padahal setiap aturan islam terangkum jelas, baik dalam Al-Qur’an  maupuh hadis. Selain itu buku-buku Islam yang membahas aturan islam  secara spesifik pun mudah didapatkan di toko-toko buku. Namun sayangnya,  berbagai pengetahuan itu kalah populer dengan perkembangan mode dan  budaya yang ada saat ini, sehingga masyarakat melihat yang benar adalah  yang kebanyakan terlihat di masyarakat, dan yang sedikit itu masuk dalam  kategori fanatik atau berlebihan dalam menjalankan ajaran agama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fanatik lebih dekat konotasinya dengan hal yang negatif, sedangkan  kaafah atau menyeluruh diperintahkan oleh Allah melalui Al-Qur’an yang  pasti bermakna positif.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh," &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqarah: 208).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada awal masa peredarannya di Indonesia, jilbab benar-benar  berfungsi sebagai penutup aurat. Bentuknya sederhana dan penggunanya pun  masih sedikit karena pada masa itu pelarangan jilbab masih terjadi di  Indonesia. Jika kita tengok pada masa itu, maka jilbab yang banyak  dikenakan adalah jilbab yang sesuai syariat, menutup dada, tidak  transparan karena kainnya tebal, dan tidak beragam bentuknya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jilbab pada masa itu bukan ada karena perkembangan trend dalam  berbusana, tapi jilbab pada masa itu adalah simbol perjuangan. Setelah  jilbab dibebaskan penggunaannya, muslimah yang berjilbab pun semakin  bertambah jumlahnya. Tak ada lagi kekhawatiran mereka tentang  diskriminasi yang ada, karena jilbab telah diterima dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal tersebut memberi peluang berbagai pihak untuk menggunakan  kreatifitasnya, sehingga model jilbab pun semakin banyak. Saat ini  berbagai model hadir untuk memenuhi kebutuhan muslimah tetapi sayangnya  tidak semua trend jilbab yang ada sesuai dengan syariat Islam. Selain  itu, banyak juga jilbab yang hanya digunakan sebagai busana sehingga  hanya dikenakan saat berpergian jauh, saat acara-acara penting, atau  saat pengajian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara saat di rumah, ke warung, atau mengantar anak ke sekolah,  dengan santainya tak memakai penutup aurat itu. Seakan jilbab mengalami  pergeseran makna, dari kewajiban sebagai penutup aurat menjadi busana  agar terlihat semakin menarik. Setelah trend jilbab gaul marak, maka  jilbab-jilbab syar’i yang cenderung lebih konservatif pun dianggap  moderat. Jilbab panjang cenderung dianggap tidak modis dan identik  dengan fanatisme.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, sebenarnya simpel, bahwa tujuan menutup aurat  adalah menghindari terlihatnya bagian tubuh secara langsung ataupun  tidak langsung. Maka, menutup aurat dengan jilbab adalah dengan kain  yang tidak transparan, kain yang menutup hingga ke dada, dan tentunya  tidak ketat agar tak terlihat bentuk tubuhnya. Simpel, tapi terkadang  yang sesimpel itu belum terinternalisasi pada seluruh muslimah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, Esensi menutup aurat adalah menutupnya dari  orang-orang yang tidak termasuk dalam mahram. Tidak semua saudara  laki-laki dalam keluarga besar termasuk mahram, misalnya ipar atau  saudara sepupu. Orang-orang yang termasuk mahram tercantum dalam Qur’an  Surat An-Nur:31. Jadi kepada orang-orang selain mahram tersebut, kita  sebagai muslimah wajib menutup aurat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: &lt;em&gt;"Hendaklah mereka menahan  pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan  perhiasannya, kecuali yang  nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka  menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya  kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka,  atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau  saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki  mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita  islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan  laki-laki yang tidak mempunyai keinginan  atau anak-anak yang belum  mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya   agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu  sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu  beruntung," &lt;/em&gt;(QS. An-Nur:31).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, tentang jilbab adalah tentang kewajiban yang sudah  tidak bisa ditawar, maka menjaganya adalah menjaga kehormatan dan izzah  sebagai seorang muslimah. Maka, ketika persoalan jilbab harus  disandingkan dengan persoalan lain seperti pekerjaan, penampilan, atau  eksistensi diri, jilbab harus tetap menjadi perhatian utama.  Bagaimanapun kondisinya, usahakan jilbab syar’i tetap melekat pada diri  kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, model jilbab yang syar’i tapi tetap modis juga telah banyak  beredar sehingga tak perlu khawatir ketika harus tetap tampil syar’i  saat acara-acara pernikahan atau acara penting lainnya. Bahkan ketika di  luar negeri yang memiliki musim panas, jilbab syar’i tetap  dipertahankan oleh muslimah yang ingin kaafah menjalankan ajaran  agamanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatinya bersamamu,”&lt;/em&gt; (HR. Tirmidzi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di luar respon negatif seperti pada potret-potret sebelumnya,  masih  ada respon positif dari mereka yang jujur dengan ajaran agamaNya. Respon  positif ini tak lepas dari benih-benih pemahaman yang telah ditanamkan  sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Potret 4&lt;br /&gt;Saat menjahit baju untuk sebuah acara pernikahan saudara, Ney tetap  berusaha agar kebaya yang ia kenakan tidak seperti kebaya pada umumnya  yang dibuat pas dengan ukuran tubuh. Maka ia sangat berpesan pada Ibu  penjahit untuk melebarkan ukuran bajunya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Bu, ini jahitnya jangan ngepas badan ya, tolong dilebihkan di bagian  pinggangnya.”, pinta Ney pada seorang penjahit yang sedang mengukur  badannya.&lt;br /&gt;“Ooh gitu ya Mba, tapi kalau kebaya kurang bagus kalau lebar,” jawab Ibu penjahit.&lt;br /&gt;“Yang penting ga ngebentuk badan Bu, jadi dilebihin saja di sampingnya.  Untuk panjang ke bawah dibuat sampai lutut juga Bu..." tutur Ney.&lt;br /&gt;“Iya ini Bu, dia ga mau pakai baju yang ngepas-ngepas. Sukanya yang lebar," tambah Ibunda Ney.&lt;br /&gt;“Iya, sih Bu, harusnya yang benar memang begitu kan. Dididik bagaimana sih Bu, ini anaknya bisa salihah begini ...”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ya, penjahit itu jujur bahwa sejatinya pakaian yang sesuai syariat  tidak ketat dan tidak memperlihatkan lekukan badan. Walau biasanya ia  menjahit sesuai dengan ukuran badan yang pas agar terlihat cantik, tapi  ia tetap mengakui bahwa di luar kecantikan itu ada hal yang lebih  tinggi, aturan syariat agama.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukan, yang kita cari memang bukan respon atau tanggapan dari  orang-orang sekitar kita. Karena pandangan manusia tak ada artinya  dibandingkan pandangan Allah. Namun, tentunya menjadi tugas kita untuk  mengajarkan kebaikan pada orang-orang di sekitar kita, agar pemahaman  mereka tentang agama ini tidak setengah-setengah. Agar setiap muslimah  di sekitar kita mengerti bagaimana cara menjaga auratnya dengan sempurna  dan dapat menjaga izzahnya dimanapun mereka berada.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muslimah salehah, jangan takut dianggap fanatik, jika kita yakin  bahwa yang kita jalani adalah hal yang benar. Muslimah cerdas harus  mengambil langkah yang tepat saat dianggap berlebihan dalam menjalani  ajaran agama, bukan dengan meninggalkan prinsipnya atau bahkan merasa  malu atau minder saat dianggap minoritas, tetapi siap menebarkan  benih-benih pemahaman yang sebenarnya dengan cara yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika kita meyakini sesuatu hal, maka kita akan memegangnya dengan  sunguh-sungguh dan pastikan saja hal yang kita pegang saat ini sesuai  dengan dua pedoman utama agama kita, yaitu Al-Qur’an dan Hadis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-style: italic; text-align: justify;"&gt;*** Penulis adalah Mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer, Universitas  Indonesia.  Saat ini sedang menjalankan amanah sebagai Ketua Bidang I  SALAM UI.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-6566833918318971204?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/maya-retno-ayu-setyautami-jilbab-syar-i-antara-fanatik-dan-kafah.htm' title='Jilbab Syar&apos;i, Jangan Takut Dicap Fanatik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/6566833918318971204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=6566833918318971204&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6566833918318971204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6566833918318971204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/09/jilbab-syari-jangan-takut-dicap-fanatik.html' title='Jilbab Syar&apos;i, Jangan Takut Dicap Fanatik'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LrRZaCthYQE/ToUiDTfS7VI/AAAAAAAAAPE/CAh5aA5Ypg0/s72-c/jilbabsyari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-8782380994191940946</id><published>2011-06-21T15:58:00.007+07:00</published><updated>2011-06-21T17:24:39.645+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Bro!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0g4t0Nfk3-s/TgBs_v69nyI/AAAAAAAAAO8/QZ7Sg2zNMXc/s1600/Nurzaman.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0g4t0Nfk3-s/TgBs_v69nyI/AAAAAAAAAO8/QZ7Sg2zNMXc/s320/Nurzaman.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620612177409711906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;"Setiap jiwa tidak akan mati sampai terpenuhi seluruh rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah &amp;amp; perbaguslah dalam mencarinya, ambil yang baik lagi halal dan tinggalkan yang haram" &lt;/span&gt; (HR Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kami mengantar kepergian sahabat baik kami, rekan kerja kami, keperistirahatan terakhirnya. Nurzaman...Juix, sebagaimana biasa dia dipanggil, telah terpenuhi seluruh rezekinya, tepat pada hari Senin, 20 Juni 2011, jam 21:58, di ruang ICU lt.3 RSPP, dalam usia yang relatif masih muda, 33 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa kami, semoga dia dilapangkan kuburnya, diampuni dosa-dosanya, diterima semua amal-amalnya...dan untuk keluarga yang ditinggalkan....Istrinya yang tengah hamil 3 bulan anak ke-2, Aura, putri pertamanya yang belum genap 3 tahun, orang tua dan adik beserta kakaknya, serta semua saudara-saudaranya...semoga mendapatkan ketabahan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yaa Allah, ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat kembalinya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya (didunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya (didunia), pasangan yang lebih baik dari pasangannya (didunia) dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka"&lt;/span&gt; (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selamat Jalan Bro!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-8782380994191940946?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/8782380994191940946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=8782380994191940946&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8782380994191940946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8782380994191940946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/06/selamat-jalan-bro.html' title='Selamat Jalan Bro!'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0g4t0Nfk3-s/TgBs_v69nyI/AAAAAAAAAO8/QZ7Sg2zNMXc/s72-c/Nurzaman.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-5056761633984651386</id><published>2011-06-07T14:05:00.005+07:00</published><updated>2011-06-07T14:15:11.766+07:00</updated><title type='text'>"Tuhan, Jika Engkau Ada, Sembuhkan Putri Saya..."</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-AbsxpT2OoIw/Te3OWLpiS2I/AAAAAAAAAOs/JnJfF7e3gdw/s1600/Brown.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AbsxpT2OoIw/Te3OWLpiS2I/AAAAAAAAAOs/JnJfF7e3gdw/s200/Brown.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615371190880324450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Musim dingin 1990, putri kedua Laurence Brown lahir. Tapi putrinya  mengalami gangguan kesehatan yang serius, terjadi penyempitan di  lengkungan pembuluh darah aortanya, sehingga peredaran darah bayinya  tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brown menyaksikan bagaimana tubuh puteri mungilnya membiru  dari bagian dada sampai ujung kaki dan harus dirawat di ruang perawatan  intensif untuk bayi yang baru lahir. Sebagai seorang dokter bedah,  Brown sangat paham tindakan medis apa yang akan dilakukan dokter  terhadap putrinya. Tak ada jalan lain selain melakukan pembedahan  darurat di bagian dada, meski tindakan medis itu tidak memberikan  peluang besar bagi puterinya untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika konsultan ahli bedah kardio-toraks yang akan menangani  putrinya datang, perasaan Brown campur aduk antara sedih dan takut.  "Tidak ada teman kecuali rasa takut, dan tidak tempat untuk berbagi  kesedihan sementara saya menunggu hasil pemeriksaan konsultan itu. Saya  lalu pergi ke ruangan tempat berdoa di rumah sakit dan duduk bersimpuh,"  ujar Brown menceritakan kekalutan hatinya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui, itulah kali pertama dalam hidupnya ia berdoa dengan  tulus dan sungguh-sungguh. "Sebagai seorang atheis, saat itulah pertama  kalinya saya, dengan setengah hati, mengakui Tuhan. Saya katakan  setengah hati, bahkan dalam situasi panik itu, saya tidak sepenuhnya  meyakini Tuhan. Saya cuma berdoa dengan sikap skeptis. Tuhan, jika Tuhan  itu memang ada, Tuhan akan menyelamatkan putri saya, saya berjanji akan  mencari dan mengikuti agama yang paling menyenangkan hati-Nya," tutur  Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 10 sampai 15 menit kemudian, Brown kembali ke ruang perawatan  intensif putrinya dan sangat kaget mendengar penjelasan konsultan bedah  yang mengatakan bahwa putrinya akan baik-baik saja. Perkataan konsultan  itu terbukti, dalam waktu dua hari, kondisi bayi perempuan Brown  menunjukkan kemajuan tanpa harus diberi obat-obatan dan menjalani  pembedahan. Bayi perempuan Brown yang diberi nama Hannah itu selanjutnya  tumbuh dengan normal seperti anak-anak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah putrinya dinyatakan sehat, sekarang giliran Brown yang harus  memenuhi janjinya di depan Tuhan, saat ia berdoa memohon keselamatan  Hannah. Ia mengatakan, sebagai seorang atheis, mudah bagi Brown untuk  membangun kembali ketidakpercayaannya akan eksistensi Tuhan, dan  menyerahkan pemulihan putrinya pada dokter dan bukan pada Tuhan. Tapi  Brown tidak melakukan itu. "Dalam perjanjian itu, Tuhan sudah  menunjukkan kebaikannya, dan saya merasa juga harus melakukan hal yang  sama. Tuhan sudah mengabulkan doa saya," tukas Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa tahun Brown berusaha memenuhi "perjanjian"nya dengan  Tuhan. Tapi ia merasa gagal menemukan agama ingin ia peluk. Brown  mempelajari Yudaisme, beragam aliran Kristen, tapi tidak pernah merasa  bahwa ia telah menemukan kebenaran. "Selama beberapa waktu, saya  mendatangi berbagai gereja aliran Kristen. Yang paling lama, saya ikut  jamaah gereja Katolik Roma, tapi saya tidak pernah secara resmi memeluk  agama itu," tutur Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku tidak pernah bisa memilih agama Kristen karena alasan  sederhana; ia tidak bisa menemukan kesesesuaian ajaran alkitab tentang  Yesus dengan ajaran dari berbagai sekte Kristen lainnya. Karena tak  menemukan agama yang sesuai dengan hatinya, Brown akhirnya memilih  berdiam diri di rumah dan banyak membaca. Di masa-masa itulah, Brown  mengenal Al-Quran dan buku biografi Nabi Muhammad Saw. yang ditulis oleh  Martin Lings, berjudul "Muhammad, His Life Based on Earliest Sources".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-Quran yang dibacanya, Brown menemukan bahwa kitab suci umat  Islam itu mengajarkan bahwa Tuhan itu hanya satu, dan nabi-nabi seperti  Nabi Musa dan Yesus (Nabi Isa) juga mengajarkan tentang keesaan Tuhan.  Sebuah konsep berbeda yang pernah ia tahu dalam ajaran agama Yudaisme  dan Kristen yang pernah dipelajarinya bertahun-tahun.  Setelah membaca  buku biografi Nabi Muhammad Saw. Brown juga mulai meyakini bahwa Nabi  Muhammad adalah nabi terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiba-tiba saja semuanya seperti masuk akal, seiring dengan keyakinan  yang tumbuh itu. Kontinuitas rantai kenabian, turunnya wahyu, hanya  satu Tuhan yang Mahabesar, dan lengkapnya wahyu-wahyu Allah dalam  Al-Quran, tiba-tiba menimbulkan rasa yang sempurna. Inilah yang membuat  saya kemudian menjadi seorang Muslim," papar Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, sudah 10 tahun Laurence Brown menjadi seorang  muslim. Selama itu, ia belajar satu hal, bahwa "Di luar sana banyak  orang yang lebih cerdas dan pandai dibandingkan dirinya, tapi  orang-orang itu tidak mampu mengetahui kebenaran Islam," ujar Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang terpenting bukan seberapa pintar seseorang, tapi sebuah  pencerahan seperti yang ditegaskan Allah bahwa mereka yang percaya agama  Allah, tetap akan tidak percaya, meski jika diberi peringatan akan dosa  jika menolak keberadaan Allah. Jika demikian, Allah juga akan  mengabaikan mereka dan menjauhkan mereka dari kebenaran-Nya ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karenanya, saya bersyukur pada Allah yang telah memberi petunjuk,  dan saya memperkuat petunjuk itu dengan satu formula yang sederhana;  mengakui adanya Tuhan, menyembah hanya Allah semata, dengan  sungguh-sungguh berjanji untuk mencari dan mengikuti kebenaran  ajaran-Nya, lalu menerima hidayah-Nya," tandas Brown.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-5056761633984651386?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/tuhan-jika-engkau-ada-sembuhkan-putri-saya.htm' title='&quot;Tuhan, Jika Engkau Ada, Sembuhkan Putri Saya...&quot;'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/5056761633984651386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=5056761633984651386&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5056761633984651386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5056761633984651386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/06/tuhan-jika-engkau-ada-sembuhkan-putri.html' title='&quot;Tuhan, Jika Engkau Ada, Sembuhkan Putri Saya...&quot;'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AbsxpT2OoIw/Te3OWLpiS2I/AAAAAAAAAOs/JnJfF7e3gdw/s72-c/Brown.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-7966858551550400425</id><published>2011-06-01T10:53:00.018+07:00</published><updated>2011-06-01T11:36:58.916+07:00</updated><title type='text'>Fotografer Asal Swedia, Jalan Panjang Berliku Menuju Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-suOxKtKsVYY/TeW417SFR_I/AAAAAAAAAOg/ES1ZtKcbYSc/s1600/fotografer.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-suOxKtKsVYY/TeW417SFR_I/AAAAAAAAAOg/ES1ZtKcbYSc/s200/fotografer.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613095747173304306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jumat, 27/05/2011 11:57 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengenal Islam, Karlsson adalah seorang lelaki biasa yang  tidak religius sama sekali. Ia mengaku sebagai tipikal orang yang  materialistis. Tak pernah sedikit terlintas dalam pikirannya tentang  keberadaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menjalani kehidupan selama 25 tahun tanpa pernah benar-benar  memikirkan tentang eksistensi Tuhan, atau hal-hal yang berkaitan dengan  spiritual," ujar lelaki asal Swedia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ia masih ingat kenangan masa kecilnya, saat masih duduk di kelas  7, pernah menulis cerita tentang akan seperti apa masa depan yang ingin  dijalaninya kelak. Karlsson menggambarkan dirinya kelak sebagai seorang  progammer komputer yang sukses--padahal saat itu ia tidak pernah  menyentuh komputer--dan hidup dengan seorang istri yang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu itu, kata 'Muslim' buat saya adalah perempuan yang mengenakan  baju panjang, longgar dan memakai jilbab. Tapi saya tidak tahu dari mana  pikiran semacam itu datang dan melintas di kepala saya," ujarnya  mengenang impian masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan, Karlsson menyelesaikan kuliahnya dan mulai bekerja.  Ia sudah punya penghasilan sendiri dan pidah ke apartemen yang  dibelinya. Kala itu, ia mulai menekuni minatnya pada dunia fotografi  amatir dan aktif dalam kegiatan-kegiatan fotografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karlsson mengaku tidak tahu persis bagaimana ceritanya sampai ia  kemudian mengenal Islam. Menurutnya, semua terjadi begitu saja tanpa ia  rencanakan. "Banyak hal yang saya sendiri tidak bisa menjelaskan, apa  yang saya lakukan, dan mengapa saya melakukannya," ungkap Karlsson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, "Saya tidak bisa mengingatnya, mengapa saya menelpon  Organisasi Informasi Islam di Swedia dan minta didata untuk berlangganan  buletin yang mereka terbitkan, mengapa lalu saya membeli Al-Quran  terjemahan dan membeli sebuah buku yang sangat bagus berjudul 'Islam:  Our Faith'. Saya melakukannya begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah membaca seluruh terjemahan Al-Quran, Karlsson mengakui isi  Al-Quran sangat indah dan logis. Tapi ia belum merasakan kehadiran Tuhan  dalam hatinya.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akhirnya Mengakui Tuhan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, ketika Karlsson berkunjung ke sebuah pulau cantik  bernama Pretty Island, ia merasakan sesuatu yang sangat luar biasa dalam  hatinya, saat memotret pemandangan musim gugur di pulau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasakan sebuah perasaan yang fantastis. Saya merasa  seolah-olah saya kecil sekali di sesuatu yang sangat besar, alam semesta  kepunyaan Allah ... Luar Biasa. Saya merasa betul-betul rileks dan  bersemangat. Tiba-tiba saja saya merasakan kehadiran Tuhan kemanapun  mata saya memandang. Saya belum pernah merasakan hal seperti ini  sebelumnya," kenang Karlsson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan akan keindahan di pulau itu terus melekat hingga ia kembali  ke rumah. Karlsson belum tergerak untuk mengenal Tuhan lebih delat.  Suatu hari, sepulang kerja, Karlsson naik bis dan ia melihat sebagian  besar penumpang bis tertidur. Sepanjang perjalanan, Karlsson menikmati  pemandangan matahari terbenam yang indah, gumpalan awan yang menebar  warna merah muda dan oranye menyatu, menghadirkan sebuah lukisan yang  membuat terpana siapa pun yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama beberapa menit saya merasakan kedamaian yang total dan sebuah  pemahaman bahwa semua ini adalah hasil karya Tuhan. Saya sangat  merindukan momen seperti ini terjadi lagi," ujar Karlsson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya terwujud. Suatu bangun tidur di suatu pagi, ia merasakan  pikirannya jernih sekali dan yang pertama melintas dalam pikirannya  adalah bagaimana bersyukur pada Tuhan, bahwa Tuhan telah membangunkannya  setiap pagi, memberikan harapan. "Rasanya alamiah saja, seolah saya  sudah terbiasa melakukannya sepanjang hidup saya," ungkap Karlsson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mengalami hal itu, Karlsson tidak lagi membantah keberadaan  Tuhan. Sebagai orang yang selama 25 tahun menolak keberadaan Tuhan, ia  mengakui, perubahan itu bukan perkara gampang baginya. Tapi setelah itu,  Karlsson merasakan berbagai hal-hal yang luar biasa dialaminya.  Ketika  tinggal di AS untuk beberapa lama, Karlsson pun mulai berdoa, mulai  belajar untuk fokus pada Tuhan dan mendengarkan apa kata hatinya.  Puncaknya terjadi pada suatu akhir pekan yang indah di New York.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nekad ke Masjid dan Bersyahadat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karlsson datang ke sebuah masjid di New York dan berkenalan dengan  beberapa muslim di masjid itu. Kekutan dan rasa khawatir yang ia rasakan  sebelumnya saat akan masuk masjid, seketika sirna. Pengurus masjid  memberinya bahan bacaan tentang Islam. Karlsson juga berkunjung ke rumah  teman-teman muslim barunya, dan banyak berdiskusi dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang mereka katakan, dan jawaban yang mereka berikan, semua  masuk akal. Islam menjadi bagian penting dalam hidup saya. Saya pun  mulai belajar salat dan mengikuti salat Jumat pertama saya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya menyelinap, duduk di barisan paling belakang. Saya tidak paham  apa yang diucapkan imam, tapi saya menikmati khutbahnya. Setelah khutbah  selesai, kami semua membuat barisan dan melaksanakan salat dua rakaat.  Itulah salah satu pengalaman paling luar biasa yang saya pernah saya  rasakan dalam perjalanan saya menuju Islam. Saya melihat sekitar 200  jamaah laki-laki, berserah diri sepenuhnya hanya pada satu Tuhan, memuji  Tuhan, sungguh mengagumkan," tutur Karlsson yang saat itu belum juga  memutuskan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ia membaca buku berjudul “Twelve Hours” kisah seorang  perempuan Inggris yang masuk Islam. Buku itulah yang benar-benar membawa  perubahan bagi dirinya. Ia menangis saat membacanya, dan ia merasa  bahwa ia tidak mau menengok ke belakang lagi, dan tidak akan menahan  lagi keinginannya untuk memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan musim panas, Karlsson membulatkan tekadnya untuk menjadi  seorang muslim. Hari pertama musim panas, udara masih terasa dingin.  Karlsson mengurungkan niatnya untuk ke masjid dan menundanya sampai  kondisi mulai menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi, langit nampak kelabu. Angin dingin berhembus, menembus  jendela kamar tidur Karlsson, seakan membawa pesan untuknya, bahwa  saatnya telah tiba dan ia tidak bisa menundanya terus. Karlsson beranjak  dari tempat tidurnya, mandi, mengenakan pakaian bersih, menyambar kunci  mobilnya dan mengarahkan kendaraannya ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masjid, ia mendekati beberapa orang yang sedang berkumpul dan  mengatakan niatnya untuk masuk Islam. Dan seusai salat Zuhur, seorang  imam menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan para  pengunjung masjid. Setelah bersyahadat, ia diberi nama islami "Ibrahim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah. Hati saya betul-betul lega. Apalagi keluarga dan  semua teman menerima keislaman saya. Tentu saja mereka tidak bisa  memahami semua yang lakukan setelah menjadi seorang muslim, seperti  salat lima waktu, tidak makan daging babi, mereka pikir saya  mempraktekkan sebuah tradisi yang asing, yang akan lenyap termakan  zaman. Tapi saya akan membuktikan bahwa perkiraan mereka salah. Insya  Allah," tandas Ibrahim Karlsson. (ln/PI)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-7966858551550400425?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/fotografer-asal-swedia-menempuh-jalan-panjang-berliku-menuju-islam.htm' title='Fotografer Asal Swedia, Jalan Panjang Berliku Menuju Islam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/7966858551550400425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=7966858551550400425&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7966858551550400425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7966858551550400425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/06/fotografer-asal-swedia-jalan-panjang.html' title='Fotografer Asal Swedia, Jalan Panjang Berliku Menuju Islam'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-suOxKtKsVYY/TeW417SFR_I/AAAAAAAAAOg/ES1ZtKcbYSc/s72-c/fotografer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-8490025683330590607</id><published>2011-04-18T13:44:00.003+07:00</published><updated>2011-04-18T13:52:00.052+07:00</updated><title type='text'>Dialog Profesor dan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-HO3pQ4zFchQ/TavfEu4PDsI/AAAAAAAAAOY/rJgvIfHt3ZI/s1600/Albert%2BEinstein.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-HO3pQ4zFchQ/TavfEu4PDsI/AAAAAAAAAOY/rJgvIfHt3ZI/s200/Albert%2BEinstein.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596812234334342850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah Tuhan menciptakan segala yang  ada? Apakah kejahatan itu ada?  Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?  Seorang Profesor dari sebuah  universitas terkenal menantang  mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan  ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,&lt;/b&gt; "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tuhan menciptakan semuanya?" &lt;/i&gt;Tanya professor sekali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ya, Pak, semuanya"&lt;/i&gt; kata mahasiswa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Profesor itu menjawab,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika  Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan  Kejahatan.  Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa  pekerjaan kita  menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa  Tuhan itu  adalah kejahatan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,&lt;/b&gt; "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; "Tentu saja," &lt;/i&gt;&lt;b&gt;jawab si Profesor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,&lt;/b&gt; &lt;i&gt;"Profesor, apakah dingin itu ada?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" &lt;/i&gt;Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahasiswa itu menjawab,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kenyataannya,  Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang  kita anggap  dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah  ketiadaan panas  sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak  bisa bereaksi  pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk  mendeskripsikan  ketiadaan panas."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahasiswa itu melanjutkan,&lt;/b&gt;&lt;i&gt; "Profesor, apakah gelap itu ada?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Profesor itu menjawab,&lt;/b&gt; "Tentu saja gelap itu ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mahasiswa itu menjawab,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sekali  lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah  keadaan  dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap  tidak."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Kita  bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi   beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tapi  Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan  diukur  dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap  dipakai  manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akhirnya mahasiswa itu bertanya, &lt;/b&gt;&lt;i&gt;"Profesor, apakah kejahatan itu ada?"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dengan bimbang professor itu menjawab,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tentu  saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat  setiap  hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di  antara  manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari  kejahatan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;  "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah   ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang   dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tuhan  tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak   hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari   ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Profesor itu terdiam.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mahasiswa itu adalah...&lt;b&gt;Albert Einstein.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-8490025683330590607?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://jopiesihebadnih.blogspot.com/2011/04/kebodohan-profesor-yang-menganggap.html' title='Dialog Profesor dan Mahasiswa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/8490025683330590607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=8490025683330590607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8490025683330590607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8490025683330590607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/04/dialog-profesor-dan-mahasiswa.html' title='Dialog Profesor dan Mahasiswa'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HO3pQ4zFchQ/TavfEu4PDsI/AAAAAAAAAOY/rJgvIfHt3ZI/s72-c/Albert%2BEinstein.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-4300670684197473681</id><published>2011-01-27T08:26:00.006+07:00</published><updated>2011-01-27T11:10:44.766+07:00</updated><title type='text'>Menembus batas langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TUDs9Eam3wI/AAAAAAAAAOM/l_NcQXVuZwc/s1600/berdoa_web.jpg_thumb.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TUDs9Eam3wI/AAAAAAAAAOM/l_NcQXVuZwc/s200/berdoa_web.jpg_thumb.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566709673331449602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“&lt;em&gt;Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam  keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya  (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap:  "Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Maha  suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim."  Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada  kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman&lt;/em&gt;.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan dalam kehidupan adalah sunatullah, suatu keniscayaan yang akan dihadapi setiap mahluk yang bernyawa. Kesulitan bisa datang kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Ya, kesulitan, sebagaimana sunatullah-sunatullah lainnya, terjadi atas izin dari-Nya, atas kehendak-Nya. Oleh karena itu hanya Dia pula yang dapat menghilangkan kesulitan dari kehidupan kita dan menggantikannya dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap mahluk yang percaya bahwa kehidupan ini adalah pemberian dari-Nya, menyadari hal ini, hanya saja kadang kala ego sebagai manusia lebih memonopoli hati, disaat kesulitan bisa teratasi. Pada saat seperti itu, tidak ada sedikitpun terbersit di hati bahwa kemampuan untuk mengatasi kesulitanpun adalah atas karunia dan kasih sayang-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang mengerti ayat-ayat Allah, kesulitan merupakan salah satu petunjuk bahwa Allah mencintai kita, suatu ujian dari-Nya untuk menaikkan derajat kita satu tingkat lebih tinggi. Allah, Sang Maha Kasih, ingin kita benar-benar menjadi orang yang beriman, sesuai dengan kriteria dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?' (29:2).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak kasus yang bisa kita jadikan tauladan, bagaimana seharusnya menyikapi kesulitan dan mengundang pertolongan Allah. Dalam kisah para Nabi, para sahabat Nabi, dll, dalam banyak Surah di Al-Quran, pada hadits-hadits. Saya tidak akan menuliskan ulang kisah-kisah tersebut, karena bagi kebanyakan orang, akan lebih mudah untuk melihat contoh yang ada disekitar mereka, atau mendengar langsung dari penuturan orang yang mengalami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;‘Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin'&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Ya Allah, tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Do'a Nabi Yunus AS ini adalah do'a memohonkan pertolongan kepada Allah untuk mengangkat kesulitan yang ia hadapi. Beliau sadar betul bahwa kesulitannya hanya bisa diatasi jika Allah ikut andil didalamnya. Jika mengikuti terjemahan yang ada dari ayat tersebut, tidak ada kata-kata permintaan pertolongan disitu. Yang ada adalah pengakuan bahwa Allah adalah satu satunya yang patut di sembah, memuji-Nya sebagai yang Maha Suci, dan mengakui bahwa aku, hamba yang berdoa, adalah orang yang zalim!. Itu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Allah menghilangkan kesulitan dan menggantikannya dengan kebaikan, sampai-sampai jika saya mengingat-ingat kembali kebelakang, melihat perjalan hidup yang telah dilewati, saya merasa tidak ada kesulitan-kesulitan besar yang telah saya lalui. Kehidupan saya, Alhamdulillah, mengalir ke arah yang, InsyaAllah, lebih baik. Bukan karena saya orang yang sangat soleh dan memiliki keluasan hati bak samudra yang menelan lalu menenggelamkan seluruh kepahitan hidup tanpa sedikitpun mengurangi kadar keimanan. Tidak, saya masih jauh dari orang seperti itu. Saya percaya bahwa hal tersebut terjadi, sesuai dengan janji-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra”&lt;/span&gt; (Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Men-tauhidkan Dia, memuji-Nya, dan akui  kezaliman kita, tiga hal yang mengundang pertolongan Allah, tiga hal  dalam satu do'a pendek yang mampu menembus batas langit, terus menuju  Arsy Nya. Do'a yang, InsyaAllah, akan selalu aku lafadzkan dalam keadaan  bagaimanapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Telah tertulis dengan jelas janji-Nya, maka undanglah pertolongan-Nya dengan do'a permohonan dari kisah &lt;/span&gt;&lt;em&gt; Dzun Nun (Yunus).&lt;/em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegelapanpun Dia melihat, dalam kebisuan, Dia mendengar...dan beliau, Dzun Nun, sang nabi, lalu meratap...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin'&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Berbilang waktu terlewati, namun doa tidak berhenti ia, Dzun Nun alaihissalam, lantunkan. Ia, yang bergelar Nabi Allah, pun &lt;/span&gt;menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zalim'&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bergetarlah Arsy.&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-4300670684197473681?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/4300670684197473681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=4300670684197473681&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4300670684197473681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4300670684197473681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/01/menembus-batas-langit.html' title='Menembus batas langit'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TUDs9Eam3wI/AAAAAAAAAOM/l_NcQXVuZwc/s72-c/berdoa_web.jpg_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-1273778555489603992</id><published>2011-01-26T15:05:00.007+07:00</published><updated>2011-01-26T16:00:36.665+07:00</updated><title type='text'>Menulis lagi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TT_eDGtopZI/AAAAAAAAAOE/uM9lLxT77s8/s1600/menulis-sastra.png"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TT_eDGtopZI/AAAAAAAAAOE/uM9lLxT77s8/s200/menulis-sastra.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566411809376216466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Whooaaahh...akhirnya ada keinginan juga dari hati ini untuk menulis kembali. Tulisan saya yang terakhir adalah "&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/hijablah-diri-diri-kalian.htm"&gt;Hijablah diri-diri kalian!&lt;/a&gt;", dan itu sudah lebih dari dua tahun lalu. Ada beberapa tulisan saya yang lain sebenarnya, hanya saja belum saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;post&lt;/span&gt; ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang membuat saya segan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;posting&lt;/span&gt; tulisan saya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;, dan lebih memilih memuat artikel karya orang lain (dengan tetap mencantumkan sumber aslinya atau penulis aslinya!). Namun hal yang paling &lt;span style="font-style: italic;"&gt;annoying&lt;/span&gt; adalah karena ada beberapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; yang memuat tulisan saya diatas tanpa mencantumkan sumber aslinya, bahkan ada yang dengan yakin mencantumkan namanya sebagai penulisnya (contohnya &lt;a href="http://dupahang.wordpress.com/2008/11/06/kirim-tulisan-hijablah-diri-diri-kalian/"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Saya sepenuhnya sadar bahwa ranah maya itu sangat rentan dengan penjiplakan (karena sangat mudah untuk melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy-paste&lt;/span&gt;), hanya saja saya terlalu yakin bahwa setiap mereka yang memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; sendiri, pasti sangat menghargai hak intelektual seseorang. Ternyata keyakinan saya "agak" meleset. Saya berkata "agak" karena (lagi-lagi), saya percaya mereka-mereka yang melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy-paste&lt;/span&gt; tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumber aslinya, hanyalah segelintir dari jutaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; yang ada dan aktif &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogging&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anyway, at this time,&lt;/span&gt; semangat saya untuk menulis lagi sudah kembali datang. Saya tidak perduli lagi apakah tulisan saya nantinya di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy-paste&lt;/span&gt; dan di-akui oleh orang lain. Masa bodo' lah. Yang penting saya menulis, menulis dan menulis,...hal-hal lain diluar itu, biarlah nanti menjadi ide dan topik untuk kemudian menjadi tulisan lagi. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-1273778555489603992?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/1273778555489603992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=1273778555489603992&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1273778555489603992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1273778555489603992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/01/menulis-lagi.html' title='Menulis lagi...'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TT_eDGtopZI/AAAAAAAAAOE/uM9lLxT77s8/s72-c/menulis-sastra.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-5743351631668797529</id><published>2011-01-25T18:05:00.006+07:00</published><updated>2011-01-25T18:14:42.919+07:00</updated><title type='text'>Ibuku Selalu Memberiku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TT6vtBfcwXI/AAAAAAAAAN0/fOihcNuZlOw/s1600/ibu-memakaikan-kerudung-ke-anak.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TT6vtBfcwXI/AAAAAAAAAN0/fOihcNuZlOw/s200/ibu-memakaikan-kerudung-ke-anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566079377505829234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“&lt;em&gt;Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada  kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan  lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun,  bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu,  dankepadakulah kembalimu.” (Luqman: 14)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/aus%20hidayat/" title="Profil dari Aus Hidayat Nur"&gt;Aus Hidayat Nur&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ibu adalah satu kata yang paling berkesan dalam hidup manusia.  “Mama”, “Bunda”, “Enyak”, “Emak”, “Ummi” atau apa pun sebutannya,  maksudnya tetap merujuk kepada seorang wanita yang melahirkan Kita  puluhan tahun yang lalu. Adalah fitrah jika seorang manusia menghormati  dan menghormati orang yang berjasa pada dirinya, apalagi mencintai dan  menyayangi ibunya karena ibu telah begitu banyak berkorban, memberi dan  memberi kepada anak-anaknya… Karena itu, tulisan ini didedikasikan agar  setiap pembaca menghayati pengorbanan ibunya dan dapat bersyukur kepada  Allah dan kemudian kepada ibu bapaknya. Karena setiap manusia di muka  Bumi pasti terlahir dari seorang ibu. Setiap kita pasti pernah mengalami  kehidupan dalam sebuah alam yang terhormat dalam perut seorang  perempuan selama lebih kurang 9 bulan 10 hari. Alam kandungan merupakan   tempat persinggahan yang kokoh sebelum lahir ke muka Bumi… Dia bernama  “rahim”, nama yang sama dengan salah satu nama Allah yaitu “Ar-Rahim”  (Yang Maha Penyayang).&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenanglah Pemberian Ibu&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibu teramat sangat besar jasanya bagi hidup seseorang. Tidak dapat  dibandingkan dengan manusia mana  pun. Sungguh keliru jika orang  menganggap ada orang lain yang lebih berjasa bagi dirinya selain Ibunya  sendiri. Sebelum orang lain melihat Anda lahir sebagai penduduk Dunia,  ibulah yang pertama kali merasakan keberadaan Anda dalam tubuhnya.  Dialah yang mensuplai Anda makanan, merawat dan memelihara Anda selama  dalam kandungan… Saat itu, dalam tubuh ibumu terdapat dua jiwa yang  salahsatunya harus dipersiapkan untuk menjadi seorang manusia…  Dalam  alam rahim inilah seluruh perasaan cinta dan kasih ibu dicurahkan   terhadap anaknya, dengan perkenan dan idzin Allah Yang Maha Pengasih  lagi Maha Penyayang…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengandung seorang bayi bukanlah menggendong barang yang bisa  istirahat di saat yang diinginkan. Sang jabang bayi melekat dengan  tubuhnya dan menjadi parasit yang menggerogoti kekuatan Sang Ibu. Dari  waktu ke waktu bertambah berat dan menyulitkan.. Sungguh jarang ibu  mengeluh, meskipun ada sedikit keluhannya namun dia tetap dalam keadaan  bangga dan penerimaan yang tulus terhadap keberadaan Anda di dalam  tubuhnya…  Untuk mengapresiasi para ibu, peristiwa ini digambarkan Allah  di dalam Al qur-an,&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Dan Kami telah perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada  kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah  yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah  kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, dankepadakulah kembalimu.  (Luqman: 14)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anda tidak akan dapat membayangkan betapa sakitnya ketika seorang ibu  ketika melahirkan seorang bayi..  Apalagi membayangkan ibu Anda sendiri  sewaktu melahirkan Anda puluhan tahun yang lalu… Dia bergulat dengan  maut, dia mempertaruhkan selembar nyawanya untuk kehadiran Anda sebagai  penduduk Dunia… Tidak jarang Ibunda  mengalah, dia harus wafat  meninggalkan anaknya yang lahir sebagai bayi.. Kebahagiaan seorang ibu  terjadi ketika anak tersebut lahir dengan selamat…, mendengar tangis  bayinya untuk pertama kali. Mungkin dia bukan orang pertama yang melihat  wujudnya dengan kedua biji mata, namun dapat dipastikan dialah yang  paling bahagia saat itu… Dengan wajah penuh peluh, perasaan harap dan  cemas dalam keadaan tubuh yang teramat letih dan lelah seolah-olah dia  bertanya, “Bagaimana dia suster..?”… Itulah luapan cinta yang tak  terhingga..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak sampai disitu saja, Ibunda telah menyediakan seluruh perhatian  dan kasih sayangnya kepada bayi yang baru lahir tersebut. dia  menggendongnya, menyusukannya, merawat dan memeliharanya, memberi  makanan dan membersihkannya… Di malam hari ibu harus bangun karena  anaknya bangun dan minta disusui… Tidak ada waktu tersisa selain untuk  merawat dan menjaga sang bayi… Menyusukan ini adalah berbagi makanan  dengan anak yang disusukannya.. Menurut Ilmu Kedokteran susu ibu tidak  tergantikan nilai kandungan gizinya dengan susu mana pun di muka bumi.   ASI (Air susu ibu) yang diberikan secara cukup kepada seorang anak akan  menentukan kesehatan dan ketahanan fisik anak tersebut di masa yang akan  datang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan ayah (bapak)? Pada saat anak dalam kandungan; sudah  bagus jika ayah mau memberi kasih sayang kepada isteri yang mengandung  anaknya.. Pada saat persalinan, sang Ayah biasanya hanya diam saja  menunggu di luar tempat persalinan dengan harapan agar kerja keras  isterinya berhasil. Alangkah bagusnya jika dia hadir di samping  pembaringan isterinya, memberi semangat dan dorongan kepada calon ibu  tersebut… Realitanya, kebanyakan kaum Bapak merasa tidak kuat  menyaksikan persalinan atau karena alasan lain sehingga tidak di tempat…  Pada waktu Anda bayi ayah sedikit menggendong anaknya dibandingkan  ibu.. Apalagi untuk membersihkan kotoran atau kencing sang bayi…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bukan untuk membanding-bandingkan, Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi  wa Sallam ketika ditanya tentang “Siapakah orang yang paling pantas  untuk mendapatkan pelayanan terbaikku” menjawab dengan “Ibumu!!!”.  Pertanyaan ini diulang sampai tiga kali dan masih dijawab dengan  “ibumu”. Setelah keempat kali barulah Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa  Sallam bersabda, “Kemudian ayahmu”.  Ini menggambarkan kedudukan ibu  yang begitu tinggi. Hadits yang membicarakan keutamaan ayah dan ibu  cukup banyak. Seperti, &lt;em&gt;“Ridhollah fi ridhol walidain wa sukhtullah fi shukhtil walidain”&lt;/em&gt; (Ridho Allah terletak pada ridho kedua orangtua kemurkaan Allah terletak pada kamarahan kedua orangtua)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ayah adalah orang bertanggung jawab kepada keluarga, perannya juga  sangat penting dalam hidup Kita. Kerjasama yang baik kedua orangtua  dalam melahirkan memelihara, dan mendidik anak ; itulah yang membuat  Kita hadir di muka bumi sampai saat ini . Allah Subhanahu wa Ta’ala  menekankan peranan ayah ibu dalam berbagai ayatnya. Kemudian mewajibkan  kaum muslimin untuk senantiasa berbuat baik kepada keduanya (birrul  walidain).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al Isra: 22)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Mampukah Kita Membalas?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lantas dengan apakah Kita membalas semua kebaikan orangtua? Dapatkah  Kita memberikan kasih sayang yang serupa kepada keduanya sebagaimana  mereka menyayangi Kita diwaktu Kita kecil?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hanya orang-orang berpekerti luhur dan mulia akan bersikap baik  kepada kedua orang tua. Mereka tahu kedudukan serta kemuliaan ayah  bundanya… dia dapat merasakan tatkala mencium tangan ibu atau bapak-nya  seolah-olah dia bersujud dengan Ruh dan perasaan-nya laksana bersujud  kepada Allah, dia mendapatkan jati diri yang sebenarnya sebagai suatu  rahasia dalam kehidupan. Semua itu menjadi bukti penghargaan dan   penghormatan kepada kedua oang tua. Dalam ajaran Islam, saking  pentingnya berbuat baik kepada kedua orangtua seorang anak wajib  mencintai, menghormati dan memelihara kedua orangtuanya… walaupun  keduanya musyrik atau berlainan agama. Keduanya berhak untuk diberi  kebaikan dan pemeliharaan bukan mentaati dan mengikuti kemusyrikan  atau   agamanya. Allah Azza wa jalla berfirman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu  mengikuti Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang  ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Al Ankabuut: )&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Al-Bazzar meriwayatkan hadits dari Buraidah dari bapaknya bahwa ada  seorang lelaki yang sedang thawaf sambil menggendong ibunya, lalu dia  bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: ” Apakah dengan ini  saya  sudah menunaikan haknya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  menjawab: “Belum! Walaupun secuil”. Di zaman sekarang sering Kita  temukan anak-anak yang memperlakukan Ibu atau ayahnya bagaikan pembantu  atau pelayan. Kata-kata dan nasihat orangtuanya tidak didengar dan  dipelajari secara seksama. Sering membentak dan menyakiti hati salah  satu atau keduanya…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanakah cara sebaiknya agar seseorang berbakti kepada orangtua  ?? “Kasih ibu sepanjang hayat kasih anak sepanjang jalan”, itulah  ungkapan yang sering muncul dalam mengungkapkan hubungan seseorang  dengan ibunya. Sekarang ini, pernahkah Anda renungkan bagaimana  sebenarnya sikap Anda terhadap ibu Anda. Coba renungkan sejenak apa saja  jasa yang Anda berikan kepadanya…&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin di antara Anda ada yang mengatakan, “Aku memberinya tempat  tinggal”, “Aku membiayainya sewaktu dirawat di rumah sakit”.. Sebenarnya  bukan itu yang diharapkan orangtua dari Anda… Yang diinginkannya adalah  “kasih sayang”.  Setidaknya ada lima kriteria yang menunjukkan bentuk  bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, Jangan ada penilaian yang tidak mengenakkan  keduanya dikarenakan terlihat atau tercium dari kedua orang tua kita  sesuatu yang tidak enak. Akan tetapi memilih untuk tetap bersabar dan  beharap pahala kepada Allah dengan hal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;,  jangan menyusahkan kedua orang tua dengan ucapan yang menyakitkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, berbicara dengan suara dan kata-kata yang  lemah lembut kepada keduanya diiringi dengan sikap sopan santun yang  menunjukkan penghormatan kepada keduanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt;, berdoa memohon kepada Allah agar Allah menyayangi keduanya sebagai balasan kasih sayang keduanya terhadap kita, &lt;em&gt;“robigh lii wa li-waa lidayya war ham humaa kamaa robbayaanii soghiroo”&lt;/em&gt;  (ya Allah ampunilah aku dan kedua orangtuaku  dan ampunilah sayangilah  keduanya sebagaiman ameeka menyayangi daku sewaktu kecil)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;, selalu bersikap tawadhu’ dan merendahkan diri kepada keduanya,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;dengan menaati keduanya selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada  Allah serta sangat berkeinginan untuk memberikan apa yang diminta oleh  keduanya sebagai wujud kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.   Agar menjadi  anak berbakti perhatikan syarat-syarat berikut,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;•  Lebih mengutamakan ridha dan kesenangan kedua orang tua daripada ridha diri sendiri, isteri, anak, dan seluruh manusia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;•  Selalu menaati orang tua dalam semua apa yang mereka perintahkan  dan mereka larang baik sesuai dengan keinginan anak ataupun tidak sesuai  dengan keinginan anak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;•  Berupaya memberikan untuk kedua orang tua kita segala sesuatu yang  kita ketahui bahwa hal tersebut disukai oleh keduanya sebelum keduanya  meminta hal itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:85%;" &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none; background-color: transparent; background-image: none; background-repeat: repeat; background-attachment: scroll; background-position: 0% 0%; -moz-background-size: auto auto; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-5743351631668797529?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.dakwatuna.com/2010/ibuku-selalu-memberiku/' title='Ibuku Selalu Memberiku'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/5743351631668797529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=5743351631668797529&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5743351631668797529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5743351631668797529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2011/01/ibuku-selalu-memberiku.html' title='Ibuku Selalu Memberiku'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TT6vtBfcwXI/AAAAAAAAAN0/fOihcNuZlOw/s72-c/ibu-memakaikan-kerudung-ke-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-6196777584685788303</id><published>2010-06-29T13:26:00.004+07:00</published><updated>2010-06-29T14:03:47.444+07:00</updated><title type='text'>Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TCmasMRCVHI/AAAAAAAAANY/eRgmi-9e4BA/s1600/PKS_No.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TCmasMRCVHI/AAAAAAAAANY/eRgmi-9e4BA/s200/PKS_No.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488087704925262962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Punah sudah harapan besar saya kepada PKS, partai dakwah (dulu) yang sebelumnya sangat saya harapkan dapat memberikan percikan dakwah di ranah konstitusional. Meng-ejawantah dari gerakan 'Ikhwanul Muslimin' Mesir (demikian menurut sebagian besar orang-orang yg mengetahui awal mula berdirinya PKS/PK), menjadikan PKS berbeda dengan kebanyakan partai lainnya. Kini warna pembeda itu sudah tidak ada lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kekecewaan saya ternyata juga dirasakan beberapa blogger pemerhati PKS yang lain, salah satunya adalah &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://pkswatch.blogspot.com/"&gt;pkswatch&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; . Pemilik blog tersebut akhirnya menutup blognya sehubungan dengan keluarnya PKS dari jargo yang selama ini didengung-dengungkannya, partai dakwah. Inilah tulisan terakhirnya di blognya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="widget-content"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita  memujiNya, minta tolong padaNya, mohon ampun padaNya dan bertaubat hanya  padaNya. Shalawat dan salam untuk qudwah kita Muhammad Rasulullah shallalLahu  'alaihi wassalam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang  setia kepadanya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Oktober 2005, ketika saya memulai blog PKSWatch untuk pertama kalinya,  didasari dengan sebuah rasa keprihatinan atas sepak terjang gerakan dakwah yang  saya cintai, yang saya lihat mulai keluar dari rel dan celakanya tidak banyak  disadari oleh para penghuninya. Ada total 83 tulisan dan ribuan komentar dari  para pembaca, hingga saya memutuskan untuk membekukannya pada tangga 25 Desember  2006, ketika hit blog sedang tinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mulai pertama kali, saya menggunakan nada tulisan yang keras  terutama pada 2-3 bulan pertama, dengan maksud untuk menyentak pemikiran, tapi  saya salah karena yang terjadi malah sikap antipati yang berlebihan meskipun  setelah berjalan beberapa bulan nada tulisan sudah jauh berubah. Namun demikian  beberapa tulisan yang keras tersebut tetap ada sehingga pembaca yang baru  mengikuti cenderung untuk bersikap antipatif pula. Selain itu kebijakan sensor  komentar juga sangat liberal, sehingga suasana diskusi terkadang sangat panas.  Atas beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk membekukan blog itu terlebih  dahulu. Dalam perjalanannya, periode di atas itu saya sebut blog PKSWatch versi  1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan 2007, beberapa ikhwah kader di Jakarta menghubungi saya,  menasehati dan meminta saya untuk mengaktifkan lagi blog PKSWatch sebagai sarana  kontrol kepada jama'ah. Akhirnya tanggal 12 November 2007, saya mulai kembali  blog PKSWatch (versi 2). Dengan tulisan yang lebih kuat pada referensi ilmiah,  dalam perjalanannya ada 77 tulisan dengan total ribuan komentar pembaca hingga  tanggal 9 Juni 2009. Sebagian tulisan tersebut dibuat oleh asatidz yang juga  prihatin terhadap PKS, ada tulisan mereka yang memang sudah tersedia di ranah  publik, ada pula tulisan yang memang baru dimuat di blog PKSWatch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sempat vakum karena saya sempat merasa amat "mual" melihat polah  politik PKS pada waktu itu, terutama menjelang pemilu presiden 2009. Sampai  kemudian saya mulai lagi pada tanggal 17 Desember 2009. Kali ini hanya ada tiga  tulisan hingga saya membuat tulisan ini. &lt;i&gt;Mood&lt;/i&gt; saya untuk menulis tidak  seperti dulu lagi, mungkin karena sudah malas melihat PKS semakin jauh dari yang  saya bayangkan, dari rel yang semestinya PKS berada di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sangat banyak data dan informasi masuk kepada saya, sebagian  lengkap dengan bukti-bukti, yang bisa saya gunakan untuk membuat tulisan, tapi  saya sudah seperti kehilangan minat kepada PKS. Dulu, saya membuat blog ini  karena saya yakin bahwa PKS bisa tetap dijaga agar tetap berada di atas relnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ikhwah yang mengakui bahwa mereka tersadarkan oleh keberadaan blog  ini, tapi juga banyak yang jengkel dan tidak setuju dengan blog ini, lalu  meminta saya untuk menghentikan blog ini. Kepada mereka, saya menjawab bahwa  saya akan menghentikan blog ini kalau ada satu dari dua kondisi sudah tercapai,  yaitu:&lt;br /&gt;- Pertama, PKS kembali lurus minimal seperti di masa awal-awal pendirian  PK, atau&lt;br /&gt;- Kedua, PKS sudah rusak parah, atau sudah bukan menjadi partai Islam  lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya tidak memiliki kepentingan ekonomi apapun dari blog ini.  Motivasi saya murni karena mencintai sebuah jama'ah dakwah, yang cukup berjasa  dalam memberikan pemahaman Islam kepada saya. Ketika saya melihat PKS sudah  mulai keluar rel, saya coba ingatkan sebisa saya, secara publik tanpa membongkar  hal-hal rahasia, semacam melakukan &lt;i&gt;debunking &lt;/i&gt;terhadap PKS.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ada yang bertanya, mengapa saya tidak membuat juga PDIPWatch,  GolkarWatch, dan seterusnya, mengapa hanya PKS? Jawaban saya, karena PKS  berbeda. PKS (dulu) adalah sebuah jama'ah dakwah, bukan hanya partai politik.  Saya kritisi, karena saya sayang pada jama'ah dakwahnya, bukan karena  ke-parpol-annya. Yang lain saya sama sekali tidak berminat, karena sama saja,  partai yang berorientasi kekuasaan dan materi. PKS, sempat sangat saya  khawatirkan akan menjadi seperti itu juga, karena itulah saya mencoba menjaga  sebisa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini, baru saja munas PKS berakhir. Sejak dari pemilihan tempat di  hotel super mewah, sudah jelas PKS mengumumkan untuk perubahan citra, dan  kemudian semakin dikukuhkan dengan berbagai manuver yang telanjang diperlihatkan  kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari tema-tema  sempit, dalam rangka mengubah citra Islamis, dengan jargon "PKS Untuk Semua".  Ini bukan pertama kalinya diungkap oleh Anis Matta, PKSOnline tanggal 23 Januari  2009 juga mencatat pernyataan semacam ini dari Anis Matta, bahwa era politik  aliran sudah berakhir. Lalu diperkuat lagi dengan pernyataan wakil Sekjen  Zulkiflimansyah pada tanggal 30 Januari 2009, bahwa syariat Islam itu sudah  agenda masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi misi-misi dakwah seperti pemurnian akidah tauhid, penegakan nilai  syari'ah, adalah hal-hal yang sudah tidak relevan lagi buat PKS dan dianggap  sebagai tema yang sempit. Nastaghfirullah, padahal tidaklah Allah Ta'ala  mengutus para nabi dan rasul kecuali untuk tugas-tugas ini, tapi ternyata itu  ditegaskan sebagai hal yang tidak relevan lagi oleh PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam munas 2010 hal ini lebih ditegaskan lagi, sampai kepada masalah  teknis seperti pengurus dari daerah hingga pusat yang tidak perlu berikrar  syahadat lagi sehingga bisa diduduki oleh kalangan non muslim. Jelas ini sudah  menyimpang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya sudah jelas, ingin mengubah diri menjadi partai "aliran tengah",  terbuka dan nasionalis. Hal ini dalam koridor hukum di Indonesia sah-sah saja.  Tapi saya jadi merasa tertipu, karena dulu saya mendukung dan mencintai PKS  karena adanya tujuan penegakan nilai-nilai Islam di Indonesia melalui koridor  konstitusional, meskipun dengan cara yang lambat karena harus dibarengi dengan  dakwah kepada masyarakat, bahwa masyarakat yang memilih PKS memang karena mereka  menyadari pentingnya sebuah wasilah dakwah di ranah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sebagian oknum pimpinan tidak sabar dengan lambatnya pencapaian  ini, lalu dakwah dikuantifikasi menjadi perolehan angka-angka kursi. Padahal  dalam hadits sudah dijelaskan, bahwa di hari kiamat nanti ada nabi yang datang  dengan banyak pengikut, ada yang nabi yang datang dengan sedikit pengikut, ada  pula nabi yang datang tanpa pengikut. Kalahkah mereka? Tentu saja tidak, karena  tugas dakwah adalah tugas mulia, di mana manusia hanya dibebankan untuk  menyampaikan secara hikmah dengan koridor dakwah yang sudah digariskan di dalam  Islam, sementara hasilnya itu urusan Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak sabar ingin menjadi besar, maka citra partai harus diubah "ke  tengah", agar tidak lagi terkesan sebagai partai Islam. Lalu kalau sekarang  menjadi partai tengah atau nasionalis atau terbuka, lantas apa bedanya dengan  PDIP, PD atau Golkar? Sudah sama saja. Toh mayoritas di partai-partai itu juga  umat Islam, saudara seakidah juga. Toh juga ada ustadz dan kyai di partai-partai  itu. Kalau untuk Indonesia yang lebih baik, maka semua partai juga memiliki  slogan itu. Kalau alasannya nasionalis religius, maka partai-partai lainpun  begitu juga. Dengan demikian, jelaslah sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dengan begini lebih jelas dan enak. PKS adalah partai terbuka,  sementara saya mengkritisi PKS karena mencintainya sebagai gerakan dakwah.  Setelah menjadi partai terbuka dan meninggalkan tujuan-tujuan dakwah, maka  hilangnya "illat" atau alasan saya untuk mengkritisi PKS lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua point yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa saya akan menghentikan  blog ini kalau PKS kembali lurus atau sudah rusak parah, maka point kedua sudah  terjadi. Inilah sebabnya saya buat tulisan ini, ini sebabnya saya kemudian  memutuskan untuk menutup blog ini secara permanen, bukan dalam rangka pembekuan  sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ikhwah yang merasa mendapatkan ilmu dan manfaat dari blog ini, saya  katakan bahwa kalau itu memang ilmu yang benar, maka itu datangnya semata dari  Allah Ta'ala. Kalau salah, maka itu datang dari kelemahan saya. Semoga Allah  mengampuni saya dan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ikhwah (dan pengurus PKS) yang merasa jengkel dengan keberadaan blog  ini, setulusnya saya mohon maaf. Tidak ada sedikitpun niat saya kecuali untuk  menjaga jama'ah tetap berada pada rel dakwah, dan hari ini sudah ditegaskan  bahwa PKS bukan lagi partai dakwah. Jadi kalaupun harus dakwah, tidak ada alasan  lagi buat saya untuk memperhatikan PKS secara khusus seperti selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ikhwah yang selama ini sudah mengenal saya secara langsung, maka  hubungan ukhuwah kita tidak akan putus kecuali Allah menghendaki demikian. Untuk  yang belum mengenal saya secara langsung, mudah-mudahan suatu saat Allah  mempertemukan kita. Tidak ada niat saya untuk bersembunyi secara pengecut, tapi  semata karena saya orang yang lemah, yang mudah terganggu keikhalasan hatinya  kalau diri ini terpublikasi secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para asatidz dan ikhwah yang selama ini sudah menjaga saya,  menasehati saya, mengkritisi saya kalau saya keliru, semoga Allah Ta'ala  membalas Anda semua dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua ikhwah, jangan patah arang, jangan putus asa untuk berdakwah,  anggaplah perilaku PKS saat ini sebuah ujian bagi sebuah gerakan dakwah. Sebuah  ujian yang sudah ratusan mungkin ribuan kali ditimpakan kepada sebuah kaum, ada  yang selamat tapi lebih banyak yang gugur, karena ujian dalam bentuk kenikmatan  duniawi (seperti yang menimpa PKS sekarang) memang lebih berat daripada ujian  berupa kesulitan. Dakwah tetap harus jalan dengan atau tanpa PKS. Masih banyak  wasilah dakwah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit curhat, saya sempat sedih seminggu belakangan ini, perasaan saya  seperti kehilangan, mirip waktu almarhum bapak saya wafat (meskipun tidak  sesedih itu). Ya, sedih karena kehilangan wasilah dakwah yang saya cintai dan  saya harapkan selama ini. Lalu sudah menjadi qadarullah, beberapa hari yang  lalu, saya menghadiri sebuah halaqoh yang diisi oleh ustadz Abdullah Gymnastiar.  Paparan beliau mengenai dakwah, tauhid dan keikhlasan hati sungguh menyentuh,  membuat saya menangis (tentunya setengah mati saya tahan karena malu terlihat  yang lain). Intinya, saya bisa melihat kesalahan terbesar saya selama ini, bahwa  saya berharap pada PKS. Ini sudah salah. Saya hanya boleh berharap kepada Allah  Ta'ala semata. Hanya Allah yang tidak akan mengecewakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, alhamdulillah, saya mulai bisa melepaskan PKS dari hati saya, dari  pikiran saya, dan saya malah merasa plong. Selamat tinggal PKS. Pembicaraan dan  pikiran mengenai PKS sudah sama sekali tidak menarik minat saya lagi, sudah sama  seperti ketika membicarakan partai-partai politik yang lain. Dengan hati yang  yakin, mantap dan ringan, dengan menyebut asma Allah Ta'ala, saya menyatakan  menutup blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura, 7 Rajab 1431 Hijriyah, 21 Juni 2010, 00:30.&lt;br /&gt;DOS                    terhadap PKS.                                     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-6196777584685788303?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pkswatch.blogspot.com/' title='Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/6196777584685788303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=6196777584685788303&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6196777584685788303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6196777584685788303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2010/06/selamat-tinggal-pks-dan-pkswatch.html' title='Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/TCmasMRCVHI/AAAAAAAAANY/eRgmi-9e4BA/s72-c/PKS_No.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-2350680610398370428</id><published>2010-02-25T09:46:00.003+07:00</published><updated>2010-02-25T09:51:04.514+07:00</updated><title type='text'>“Saya Akan Memberikan Semua Shekel Yang Ada Di Dunia ini”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/S4XlN59DgzI/AAAAAAAAANQ/DnbfvKXgRcQ/s1600-h/Almeghari-gaza.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 190px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/S4XlN59DgzI/AAAAAAAAANQ/DnbfvKXgRcQ/s200/Almeghari-gaza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442007751805076274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Nejoud al-Ashqar adalah seorang ibu berusia 30 tahun di kota utara Jalur Gaza, Beit Lahiya. Dua orang putranya, Bilal (5) dan Mohammad (6) tewas saat invasi Israel ke Gaza musim dingin thaun lalu. Perempuan itupun kehilangan satu lengannya akibat serangan.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dikelilingi tetangga serta putra dan putrinya yang paling bungsu, ia mulai bercerita. "Saya ingat sekali waktu itu pesawat tempur Israel menjatuhkan selebaran, memerintahkan warga untuk menjauh. Dan saat itu yang paling saya khawatirkan adalah anak-anak saya. Saat itu kami semua meninggalkan rumah dan menuju ke pengungsian dekat sekolah UNRWA (badan PBB untuk pengungsi Palestina)," al-Ashqar menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang berduka itu menambahkan, "Kami menghabiskan malam-malam pada awal Januari dalam bangunan sekolah di tengah-tengah pemboman brutal Israel dan rasa takut. Yang saya pikirkan saat itu hanya bagaimana saya bisa melindungi anak-anak saya, karena saat itu beberapa pecahan rudal beterbangan di sekitar kami. Saya mulai menutupkan selimut di atas wajah mereka karena takut mereka akan terluka oleh pecahan peluru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sekolah milik UNRWA tempat keluarga itu tinggal menjadi sasaran brutal pemboman Israel di suatu pagi. "Saya mendengar orang-orang yang ada di dekat saya berteriak: Ambulans! Ambulans! Saya sadar wajah saya sudah berlumuran darah dan saya mulai berteriak dan memanggil nama anak-anak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala dan lengan kanannya terluka parah oleh tembakan Israel dan ia langsung dibawa ke rumah sakit setempat. Karena luka kritis, kemudian ia dipindahkan ke rumah sakit Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di rumah sakit di Kairo, saya memperoleh perawatan intensif selama 20 hari, selama itu saya tidak menyadari kehidupan di sekitar saya. Selama saya tinggal di sana, saya tidak diberitahu tentang kondisi kedua putra saya yang sangat saya khawatirkan," ia menjelaskan disertai emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ashqar menambahkan, "Setelah saya kembali dari Kairo, saya diberitahu tentang kematian anak-anak saya dan sejak itu saya mulai tidak bisa tidur saat malam datang. Setiap malam saya dan suami saya melihat foto-foto mereka di rak di kamar tidur dan saya membaca beberapa ayat dari Quran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan "Seandainya saya tahu Bilal akan pergi, seandainya saya tahu! Bilal sering meminta 1 shekel ($ 25) tiap kali akan berangkat sekolah, tapi kadang-kadang saya tidak mampu untuk memberinya karena kami situasi keuangan yang buruk. Saat saya tidak mampu memberinya 1 shekel, saya janji kepadanya bahwa hari berikutnya akan saya berikan. Dan saya berharap bahwa saya akan memberinya semua shekel yang ada di dunia ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madline, adik dari Bilal dan Mohammad, bertanya "Saya bermain dengan siapa sekarang?" Dia berdiri di kamar tidur kakak-kakanya. "Saya biasanya bermain dengan Bilal dan Mohammad di taman dan di kamar tidur ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepupu Madline, Mahmoud (15), menjelaskan bahwa mereka sekeluarga biasa mengadakan perjalanan ke pantai. Dia menambahkan, "Bilal dan Muhammad adalah sepupu saya, namun saya sering merasa mereka adalah adik saya. Mereka sangat lucu dan tidak pernah bisa diam, dan kami biasa menikmati perjalanan kami ke pantai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menggenggam foto Muhammad, al-Ashqar meratap, "Setiap malam, saya terus memandangi foto-foto mereka dan mencium mereka sebelum saya tidur, seperti yang biasa saya lakukan ketika mereka masih hidup." (althaf/arrahmah.com)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-2350680610398370428?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/7039/saya-akan-memberikan-semua-shekel-yang-ada-di-dunia-ini' title='“Saya Akan Memberikan Semua Shekel Yang Ada Di Dunia ini”'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/2350680610398370428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=2350680610398370428&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2350680610398370428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2350680610398370428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2010/02/saya-akan-memberikan-semua-shekel-yang.html' title='“Saya Akan Memberikan Semua Shekel Yang Ada Di Dunia ini”'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/S4XlN59DgzI/AAAAAAAAANQ/DnbfvKXgRcQ/s72-c/Almeghari-gaza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-5534162045217226821</id><published>2009-12-18T09:42:00.006+07:00</published><updated>2010-02-25T09:50:55.177+07:00</updated><title type='text'>Kisah tentang Ayah...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Syr-JkTOoPI/AAAAAAAAANI/9KdHZRdoaIU/s1600-h/father-daughter.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 147px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Syr-JkTOoPI/AAAAAAAAANI/9KdHZRdoaIU/s200/father-daughter.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416420942183047410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kisah ini adalah postingan yang saya copy dari Facebook, untuk mengenang almarhum Papi saya, Hakim Baso Bin Matoampu, untuk anak-anakku, adik dan kakak-kakakku, istriku dan untuk semua yang ingin mengenang Ayah, Papa, Abi, atau apapun panggilannya. Semoga kita menjadi anak-anak yang soleh, sehingga do'a kita untuk orang tua kita di ijabah oleh-NYA, Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah dan jauh dari kedua orang tuanya.....akan sering merasa kangen sekali dengan Bundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan sosok Ayah? adakah ke-rinduan yang sama? Mungkin karena Bunda lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, Tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Bunda untuk menelponmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Bunda-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Bunda tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda, dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Bunda bilang : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan dulu 'Yah, jangan dilepas dulu roda bantunya&lt;/span&gt;", Bunda takut putri manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Bunda menatapmu iba. Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang&lt;/span&gt;". Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!&lt;/span&gt;". Berbeda dengan Bunda yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak boleh!&lt;/span&gt;". Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu? karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu, dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Bunda. Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut, ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, Ayah harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?  Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Bunda dan memelukmu erat-erat.&lt;br /&gt;Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jaga dirimu baik-baik ya sayang&lt;/span&gt;". Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "T&lt;span style="font-style: italic;"&gt;idak 'nak...tidak bisa!&lt;/span&gt;", padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu&lt;/span&gt;". Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat seorang teman lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya. Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin, karena Ayah tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya....saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa, dalam lirih doanya kepada-NYA, Ayah berkata: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaa Allah tugasku telah selesai dengan baik,  putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang sempurna bagiku, semoga sempurna juga amal kebaikannya dimata-MU....bahagiakanlah ia bersama suaminya...&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk.&lt;br /&gt;Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.&lt;br /&gt;Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah telah menyelesaikan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, Papa, Bapak, Abi atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat, bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA"... dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah : coba buka Al Quran Surat Luqman : 13-19... nasehat Lukman kepada Anaknya&lt;br /&gt;Sumber : Muhammad Efendi.. member IS2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-5534162045217226821?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/5534162045217226821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=5534162045217226821&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5534162045217226821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5534162045217226821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2009/12/kisah-tentang-ayah.html' title='Kisah tentang Ayah...'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Syr-JkTOoPI/AAAAAAAAANI/9KdHZRdoaIU/s72-c/father-daughter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-7352620827966440036</id><published>2009-07-03T10:11:00.004+07:00</published><updated>2009-07-03T10:21:03.062+07:00</updated><title type='text'>Kesalahan Fatwa Abu Hurairah, Tentang Wanita Berzina</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Sk130tIzETI/AAAAAAAAAM4/ljDpfXjFG7M/s1600-h/Taubat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Sk130tIzETI/AAAAAAAAAM4/ljDpfXjFG7M/s200/Taubat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354067279366787378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="bersama"&gt;oleh &lt;b&gt;Mashadi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;                &lt;span class="tanggal"&gt;(Eramuslim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="tanggal"&gt;Rabu, 01/07/2009 16:04 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedih. Sampai jatuh pingsan. Tak kuasa mendengar ucapan ulama itu. Betapa beratnya menanggung beban dosa besar. Dalam kitab ‘Tanbighul Ghafilin’, bahwa Abu Hurairah rahdiyallahu anhu berkata : ”Di suatu malam saya bertemu seorang wanita memakai cadar sedang berdiri di jalan".  Tampaknya sangat aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu wanita itu berkata : “Wahai Abu Hurairah, saya telah berbuat dosa besar. Apakah saya ada kesempatan bertobat”, ucap wanita itu. “Apa dosamu?”, tanya Hurairah. “Sungguh aku telah berbuat zina dan anak hasil zina ini telah saya bunuh”, jawab wanita itu. “Engkau telah binasa, dan membinasakan, demi Allah tidak ada tobat untukmu”, jawab ulama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka, wanita itu, ketika ia mendengar fatwa Abu Hurairah itu, menjerit dan langsung pingsan, ketika sadar lalu ia pergi. Ketika wanita itu pergi, Abu Hurairah menjadi gundah. Kegundahan itu, tak pelak membuat ulama yang terkenal itu, menangisi dirinya sendiri. Abu Hurairah menanyakan kepada dirinya sendiri : ”Bagaimana saya memberi fatwa, sedangkan Rasulullah Shallahu alaihi wa salam masih hidup?”, tukasnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Abu Hurairah  datang kepada Rasulullah Shallahu alaihi was salam, dan menyampaikan kepada beliau : “Wahai Rasulullah, ada seorang wanita tadi malam meminta fatwa, bahwa dirinya telah berbuat zina, kemudian membunuh bayinya dari hasil perbuatannya itu. Dan, saya mengatakan engkau telah binasa, dan membinasakan, demi Allah tidak ada tobatmu”, ucap Hurairah. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, demi Allah kamu telah celaka dan mencelakakan orang lain, tidakkah kamu memahami ayat ini”, jawab Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain berserta Allah tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dlam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal sholih, maka kejahatan mreka diganti Allah dengan kebajikan. Dan, adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (al-Qur’an, al-Furqan : 68-70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selanjutnya, Abu Hurairah bekata, "Maka saya keluar dari kediaman Rasulullah shallahu alaihi was salam, dan sambil berlari-lari dari gang ke gang lain  di kota Madinah, sambil saya bertanya : “Siapakah yang dapat menunjukkan saya pada seorang wanita yang meminta fatwa pada saya tadi malam?”, tanya Hurairah. Tapi, anak-anak kecil yang melihat Abu Hurairah itu, menganggap dia sudah gila. Karena, melihat perilaku Hurairah, yang lari kesana kemari, tanpa tentu arah, dan selalu menanyakan seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemudian, malam harinya, Hurairah menemukan wanita itu, dan berada di tempatnya semula. Maka, Hurairah memberitahukan pada wanita itu perihal sabda Rasulullah shallahu alaihi was salam, bahwa ia ada kesempatan untuk bertobat. Wanita yang malang itu, berteriak gembira, dan berkata : “Saya mempunyai sebuah kebun, akan saya sedekahkan kepada fakir miskin untuk menebus dosaku”, ucap wanita itu. Padahal, kebun itu, menghasilkan seribu kwintal korma, sedangkan dia sudah tidak memiliki apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak itu, wanita yang sangat berbahagia itu, terus bertobat siang malam, tanpa henti, sampai saat senja menjelang Isya’, ia menemui ajalnya, sambil wajahnya  nampak tersenyum. Karena telah terbebas dari dosa. Wallahu ‘alam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="garis-bawah"&gt;&lt;div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-7352620827966440036?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://eramuslim.com/syariah/bercermin-salaf/kesalahan-fatwa-abu-hurairah-tentang-wanita-berzina.htm' title='Kesalahan Fatwa Abu Hurairah, Tentang Wanita Berzina'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/7352620827966440036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=7352620827966440036&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7352620827966440036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7352620827966440036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2009/07/kesalahan-fatwa-abu-hurairah-tentang.html' title='Kesalahan Fatwa Abu Hurairah, Tentang Wanita Berzina'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Sk130tIzETI/AAAAAAAAAM4/ljDpfXjFG7M/s72-c/Taubat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-2717204526566381334</id><published>2009-06-18T16:29:00.003+07:00</published><updated>2009-06-18T18:16:43.342+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Dari hamparan Gurun Thar menuju bukit-bukit Ghats&lt;br /&gt;menyeberangi Gangga, Yamuna&lt;br /&gt;bahkan Godavari...menuju Nalanda&lt;br /&gt;DIA tidak ada diantara dewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baca yang tertulis dalam Gathas di Avesta&lt;br /&gt;Ahura Mazda versus Angra Mainyu&lt;br /&gt;Dikala Cyrus bertahta&lt;br /&gt;Sampai takluknya Persia pada Alexander&lt;br /&gt;DIA Yang Paling Agung tidak ada diantara yang Agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di gerbang kota Yerusalem&lt;br /&gt;beberapa depa dari Golgota&lt;br /&gt;Sejak Hadrianus hingga berdiri Basilica Constantina&lt;br /&gt;Pada taman sang pemilik, Jusuf dari Arimatea&lt;br /&gt;DIA tidak terbaring dibawah batu-batu gurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kecup batu hitam di Baitul Atiq&lt;br /&gt;sebagai awal perputaran yang tujuh&lt;br /&gt;menuju Rukun Syami, Iraqi, Yamami&lt;br /&gt;dan kembali ke Al-Aswad&lt;br /&gt;DIA tidak turut dalam lingkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perjalanan lagi sebelum berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada diri, pada hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disitu....DIA ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk istriku tercinta, pada milad ke - 32, 18 Juni 2009.&lt;br /&gt;Perjalanan hidupmu telah lebih seperempat abad,&lt;br /&gt;jangang akhiri pencarian akan DIA.&lt;br /&gt;Jangan jauh berpaling untuk meraih kasih sayang-NYA,&lt;br /&gt;karena DIA ada,&lt;br /&gt;dekat,&lt;br /&gt;bersemayam didalam Qolbu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-2717204526566381334?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/2717204526566381334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=2717204526566381334&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2717204526566381334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2717204526566381334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2009/06/perjalanan.html' title='Perjalanan'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-1750561406044883160</id><published>2009-06-18T10:30:00.004+07:00</published><updated>2009-06-18T10:48:19.722+07:00</updated><title type='text'>Dedaun luruh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Sjm4-A-mEQI/AAAAAAAAAMw/syjofL_Lm94/s1600-h/daun_jatuh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Sjm4-A-mEQI/AAAAAAAAAMw/syjofL_Lm94/s200/daun_jatuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348509408033116418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Dedaun yang luruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdansa menari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meliuk bersama angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merapat kearah jelitanya mawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengharap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meminta berbaring di kelopaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu...durinya menujah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menembus nadi hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-1750561406044883160?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/1750561406044883160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=1750561406044883160&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1750561406044883160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1750561406044883160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2009/06/dedaun-luruh.html' title='Dedaun luruh'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Sjm4-A-mEQI/AAAAAAAAAMw/syjofL_Lm94/s72-c/daun_jatuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-9043661384133209522</id><published>2009-05-18T09:47:00.007+07:00</published><updated>2009-05-18T10:01:47.239+07:00</updated><title type='text'>Milad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/ShDPiiFxA9I/AAAAAAAAAMo/DufPMm8IR0w/s1600-h/Perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/ShDPiiFxA9I/AAAAAAAAAMo/DufPMm8IR0w/s200/Perjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336993750607528914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waktu 'tlah beranjak lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;dihela langkah membiar lambai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antara kuncup melati hingga daun terakhir dimusim semi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jatuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpijak kaki-kaki telanjang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersapu kenangan.....&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-9043661384133209522?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/9043661384133209522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=9043661384133209522&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/9043661384133209522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/9043661384133209522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2009/05/milad.html' title='Milad'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/ShDPiiFxA9I/AAAAAAAAAMo/DufPMm8IR0w/s72-c/Perjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-2509815526006022370</id><published>2009-03-03T10:49:00.004+07:00</published><updated>2009-03-03T11:02:16.957+07:00</updated><title type='text'>Penanganan Flu pada Anak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SayrpyNU1cI/AAAAAAAAAMY/Dsg93UlT1TA/s1600-h/anak_bersin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 250px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SayrpyNU1cI/AAAAAAAAAMY/Dsg93UlT1TA/s320/anak_bersin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308806795103622594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);font-size:130%;" &gt;B&lt;/span&gt;elakangan ini cuaca sedang tidak menentu. Siang hari yang terasa sangat terik akan berubah mendung di sore hari yang kemudian berlanjut hujan lebat sejak malam hingga pagi menjelang. Kondisi ini memungkinkan daya tahan tubuh kita menurun. Akibatnya, penyakit akan mudah datang. Salah satu yang kerap dialami pada saat seperti ini adalah flu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Siapa saja dapat terkena flu. Influenza atau yang biasa disebut flu merupakan suatu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam, menggigil, batuk, rasa sakit pada tubuh, sakit kepala, dan terkadang sakit telinga atau permasalahan sinus. Flu disebabkan oleh virus. Virus sendiri merupakan mikroorganisme yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Bagi kebanyakan orang, flu merupakan hal biasa yang akan pergi menjauh dalam 1 atau 2 minggu. Namun bagi sebagian orang, flu dapat membuat mereka sangat menderita. Mereka yang dimaksud adalah bayi dan anak di bawah usia 5 tahun; orang tua lebih dari 50 tahun; serta orang dewasa dan anak yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes dan asma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Jadi, perlu perhatian khusus bagi mereka yang masuk kategori di atas. Di antara mereka ada anak-anak. Flu pada anak sepertinya telah menjadi hal yang umum terjadi. Bagaimana pencegahan dan penanganan flu pada anak? Yuk simak artikel berikut...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-weight: bold;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bagaimana &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255); font-style: italic;"&gt;Flu&lt;/span&gt; Menyebar?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Virus flu ada di dalam percikan yang keluar dari mulut dan hidung orang yang terinfeksi ketika orang tersebut bersin, batuk, atau bahkan tertawa. Anda dapat terkena flu dari seseorang yang terinfeksi dengan hanya menghirup percikan kecil tersebut. Anda juga dapat terkena flu ketika percikan tersebut ada di tangan Anda dan kemudian Anda menyentuh mulut atau hidung Anda. Maka ingatlah untuk selalu menutup mulut ketika Anda bersin untuk mengurangi kemungkinan menulari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Flu biasanya menular melalui batuk atau bersin dan melalui kontak langsung. Virus flu masuk melalui mulut, hidung atau bahkan dengan hanya bersalaman dengan orang yang menderita flu. Flu juga dapat menyebar melalui penggunaan barang secara bersama-sama, misalnya telepon atau peralatan makan dan minum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Ingatkan anak Anda untuk tidak berbagi barang pribadi dengan siapapun, apalagi jika sedang banyak temannya yang terkena flu baik itu di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Flu dapat disertai gejala seperti batuk, demam ringan, sakit kepala, nyeri telinga, rasa lelah, mata merah dan berair. Flu dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terlebih bagi anak-anak yang semestinya masih aktif bermain dan bersekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Jika dibiarkan begitu saja, flu dapat mengakibatkan komplikasi antara lain otitis media (infeksi telinga akut), sinusitis, bronkitis kronik, dan pneumonia. Diantaranya, pneumonia pneumokokus merupakan komplikasi yang sering terjadi dan paling serius. Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat bagi mereka yang menderita flu, terlebih bagi anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-weight: bold;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Bagaimana Jika Telah Terkena &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255); font-style: italic;"&gt;Flu&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Untuk dapat menyembuhkan flu, hal penting yang berperan tak lain adalah sistem imum atau daya tahan tubuh. Oleh karena itu, mereka yang terkena flu disarankan untuk banyak beristirahat agar kondisi tubuh pulih seperti sedia kala. Usahakan agar anak tidur cukup. Kalaupun anak sulit tidur karena bosan, usahakan agar anak tetap beristirahat di tempat tidur. Buatlah agar anak merasa nyaman, dengan mendengarkan musik, menonton film, atau membacakan buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Bila anak demam dengan suhu lebih dari 38,5 derajat Celcius, berikan obat penurun panas. Konsultasikan terlabih dahulu dengan dokter anak sebelum memberikan asetaminofen atau ibuprofen sebagai obat penurun panas. Jangan memberikan aspirin kepada anak karena dapat menimbulkan sindrom Reye.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Ingus yang keluar saat flu merupakan mekanisme tubuh untuk melawan virus yang tengah berkembang biak di rongga hidung dan sekitarnya. Jika ingus sangat mengganggu jalan napas anak, sedot dengan menggunakan alat pengisap lendir yang akan membantu mengurangi sumbatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Terapi dengan cara menghirup uap panas dapat membantu menghilangkan gejala hidung tersumbat dan mempermudah pengeluaran lendir. Udara yang hangat dan lembab juga dapat membantu meredakan gejala flu yang dialami anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Buat anak minum banyak cairan, terutama yang hangat. Sup hangat atau sari buah dapat diberikan. Perbanyak juga konsumsi air putih. Makan makanan bergizi agar kondisi tubuh cepat pulih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Ajarkan anak untuk mencuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penularan virus flu ke orang lain. Ajarkan juga untuk menutup hidung ketika bersin atau batuk. Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga kebersihan lingkungan di sekitar anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Anak yang terserang flu sebaiknya istirahat di rumah. Demam, batuk, dan ingus yang banyak keluar akan membuat anak merasa tidak nyaman. Demikian pula dengan Anda. Jika Anda terserang flu, sebaiknya Anda tidak ke tempat kerja. Tak lain karena Anda dapat menularkan flu ke rekan kerja Anda yang dapat dengan mudah ditularkan lagi ke seluruh keluarga rekan kerja Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Segera konsultasikan ke dokter jika flu menyerang bayi kurang dari 3 bulan; demam berkepanjangan; batuk disertai muntah; batuk berdahak; anak menjadi rewel; kesadaran menurun; atau anak mengalami sesak napas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102); font-weight: bold;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Vaksin &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255); font-style: italic;"&gt;Flu&lt;/span&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Siapa pun yang memiliki resiko terkena flu perlu mendapatkan vaksin flu. Tenaga medis seperti dokter atau suster juga perlu mendapatkan vaksin flu karena mereka menangani orang sakit. Mereka yang berada di sekitar orang tua dan anak-anak pun perlu mendapatkan vaksin flu. Di Indonesia mungkin vaksin flu belumlah menjadi hal yang umum, namun Anda bisa mendapatkan vaksin flu di dokter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Saat ini para ahli berkata bahwa anak usia 6 bulan sampai 18 tahun perlu mendapatkan vaksin flu. Hal ini penting, terutama bagi anak yang memiliki penyakit hati atau jantung termasuk asma; penyakit kronis seperti diabetes, ginjal, anemia, atau permasalahan sistem kebalan tubuh termasuk HIV/AIDS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Vaksin flu umumnya diberikan pada sebelum musim flu dimulai. Maksud musim flu di sini adalah bulan dimana banyak orang menderita flu dan mudah untuk tertular dan menularkan. Umumnya musim flu dimulai pada bulan November dan berakhir pada bulan April.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; Vaksin flu akan melindungi Anda dari terjadinya flu. Kalaupun Anda terkena flu, Anda hanya akan mengalami gejala ringan dan sembuh lebih cepat. Anda perlu mendapatkan vaksin flu setiap tahun karena virus flu berubah setiap tahunnya dan vaksin khusus dibuat untuk melawan virus yang akan menjadi masalah kesehatan di tahun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-2509815526006022370?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.medicastore.com/index.php?mod=artikel&amp;id=252' title='Penanganan Flu pada Anak'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/2509815526006022370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=2509815526006022370&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2509815526006022370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2509815526006022370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2009/03/penanganan-flu-pada-anak.html' title='Penanganan Flu pada Anak'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SayrpyNU1cI/AAAAAAAAAMY/Dsg93UlT1TA/s72-c/anak_bersin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-1894714211844033609</id><published>2008-11-10T13:13:00.014+07:00</published><updated>2008-11-10T14:19:51.673+07:00</updated><title type='text'>Khairan Abdillah Ammaar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SRfS0gZp2yI/AAAAAAAAAKA/sxbrGChiPQU/s1600-h/Khairan2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SRfS0gZp2yI/AAAAAAAAAKA/sxbrGChiPQU/s320/Khairan2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266910088725650210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(Saat kelahiran anak ke-3 kami, 19 Februari 2008, jam 03.00 wib)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...dan kaupun ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dia, Illah yang Esa, sekali lagi menyelimuti kami dengan Rahmat-Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Indah, Agung, Lembut….&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Menghangatkan hati pada dingin sepertiga malam yang utama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Layaknya penegak Tahajjud meraup selaksa ampunan dari sang Khaliq&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Tangismu mengukir takbir…Allahuakbar…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dia, Allah yang Maha Sempurna telah bertitah, “Kun!”…maka jadilah !&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dan kaupun ada….&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khairan…(Kebaikan)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sang pemberi Kebaikan memberi “kebaikan” kepada kami…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kau, bayi mungil tampan…anak ketiga kami&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;semoga membawa kebaikan bagi Ayah Bundamu…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;bagi saudari-saudarimu…teman-temanmu kelak…kerabat…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;lingkungan tempatmu tumbuh nantinya (InsyaAllah)…dan utamanya bagi dirimu sendiri..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;agar baik pemahamanmu tentang Dien yang Allah ridho atasnya …&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;karena…&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kebaikan&lt;/span&gt; maka Allah memberikan pemahaman yang baik tentang agama”. (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Abdillah Ammaar…(Hamba Allah yang Lembut Hati)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.” &lt;/span&gt;Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari 145, Muslim 758)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dan hanya mereka, hamba-hamba Allah yang lembut hatinya yang dapat tegak berdiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Saat sebagian besar lainnya terlelap didekap malam…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kau jadilah satu dari mereka yang menegakkan sepertiga malam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ayah, Bunda, kakak-kakakmu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dan segenap mahluk dibumi adalah hamba-Nya…berlemah lembutlah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya Allah Maha lemah lembut dan mencintai kelembutan. Dia memberikan pada kelemah lembutan apa yang tidak Dia berikan pada kekerasan". (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;…Bin (Anak dari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kau anaku, anak Bunda, adik terkasih dari kakak-kakakmu…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khairan Abdillah Ammaar Baso&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pembawa Kebaikan dan Hamba Allah yang Lembut hati…&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Insya Allah !!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Depok, 19 Februari 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;03.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-1894714211844033609?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/1894714211844033609/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=1894714211844033609&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1894714211844033609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1894714211844033609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/11/pembawa-kebaikan-dan-hamba-allah-yang.html' title='Khairan Abdillah Ammaar'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SRfS0gZp2yI/AAAAAAAAAKA/sxbrGChiPQU/s72-c/Khairan2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-638328950013981065</id><published>2008-11-04T12:48:00.017+07:00</published><updated>2008-11-11T11:05:15.229+07:00</updated><title type='text'>Hijablah diri-diri kalian!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SRkEbmPBv8I/AAAAAAAAAKw/j3i7kwFWI6o/s1600-h/Hijab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 142px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SRkEbmPBv8I/AAAAAAAAAKw/j3i7kwFWI6o/s320/Hijab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267246111353061314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(Menjumpai kakak dan adik perempuanku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillaahirahmaanirrahiim..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;QS. An-Nuur:31&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;My dear sisters,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Telah sampai padaku ilmu tentang empat orang wanita yang harus aku, sebagai lelaki, pertanggung jawabkan di “yaumil akhir” nanti, mereka adalah…Ibu, saudara perempuan, isteri dan anak-anak perempuanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;My dear sisters,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Banyak hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian, hal yang mungkin juga sudah kalian ketahui, entah dari buku yang kalian baca, pengajian yang kalian ikuti dan dengarkan, atau yang lebih mutakhir..email dan internet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Jika kali ini aku ingin mengulanginya lagi, harap jangan kalian gusar, ini hanya sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawabku, sebagaimana Allah telah tetapkan untukku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Seandainya aku abaikan, ketakutanku hanya satu, kemurkaan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Oleh karena itu, tolonglah aku dari murka-Nya, dengan membaca dan meresapkan apa yang akan aku sampaikan ini, agar merasuk kedalam kalbu, menetap didalam hati, dan berbuah amaliyah yang abadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;My dear sisters,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Hidup kita dibatasi waktu, usia kita bertambah sedangkan jatah hidup kita berkurang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;sadarkah bahwa kita pastinya akan kembali menjumpai-Nya, Pencipta Yang Agung dan Maha Segala?  sudahkah kita siapkan segala sesuatunya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Bukan harta benda, bukan pangkat kedudukan, bukan pula gelar kebangsawanan…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Tidak..bukan itu semua…tapi Taqwa!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Yaa…Taqwa…hanya ketaqwaan itu yang akan menyelamatkan kita, kini dan nanti, dunia akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Aku sangat paham bahwa kalianpun sudah mengetahui hal ini, tapi sudahkan kalian memulai mengayun langkah berjalan menuju Taqwa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;sudahkan pengetahuan itu membawa kepada kesadaran bahwa hidup kita bisa berakhir kapan saja…bahkan mungkin detik ini….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dan jika saat itu datang, mungkinkah diraih “khusnul khotimah” jika tidak kita persiapkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;My dear sisters,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Aku sadar dan mengerti jika kalian menganggap bahwa aku sendiri belumlah pantas menyandang gelar taqwa dan untuk itu belum pantas menasihati kalian…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dan itu benar, akupun teramat sadar akan hal itu…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;aku belum separuh jalan menuju taqwa, bahkan seperempatnya pun belum…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;jauh..masih jauh dari taqwa sebagaimana tuntunan Nabi kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;hanya saja Rasulullah sendiri telah bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ballighu anni walau ayyah" (Sampaikanlah apa yang kalian dapat dariku walau hanya satu ayat)...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;sedangkan Allah berfirman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" . . . .Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah . . . . " [Al Hasyr:7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kini aku sampaikan kepada kalian, walau “hanya” soal Taqwa, walau hanya satu ayat...renungilah...bawalah dalam tidur malam kalian yang panjang...tadaburilah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Setiap hari, setiap jam, setiap detik dalam hidupku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Tak sekejappun aku lupa akan kalian, sebagai bagian dari hisabku dihadapanNya kelak…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ketahuilah, lebih mudah bagiku menyampaikan kebenaran kalam-kalam Nya dan sunnah-sunnah rasulNya  kepada Ibu, Istri dan anak-anakku..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Itu karena Ibu dan anak-anakku berada pada masa yang berbeda dengan kita…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pada ibu, hormat dan kasihku sudah sampai padanya sebelum aku berbicara, karena keluasan hati dan pengalamannya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Bagi anak-anakku, aku adalah panutan yang harus di gugu dan ditiru..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dengan seijin Allah, aku berusaha menjadi sebagaimana aku mengharapkan mereka menjadi sesuai harapan kami, orangtua mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sedangkan istriku,…InsyaAllah dia sangat paham bahwa mematuhi saya, selama tidak menyekutukanNya, adalah bentuk pengabdian yang akan membawa dia ke Jannah Nya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Akan halnya kalian, adik dan kakakku….usia kita tidaklah terpaut jauh...jaman kita sama…pendidikan kita setara…pergaulanlah yang membedakan kita..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Untuk itu, adikku…kakakku…pahamilah…aku berusaha untuk tidak menggurui kalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Aku tidak melebihi dari kalian sebagai hambaNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Anggaplah aku teman yang sekedar mengingatkan kalian sekaligus mengingatkan dirinya sendiri..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Bahwa hanya Taqwa yang memungkinkan kita berada bersama rasul-rasul dan orang-orang saleh..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dan pakaian taqwa yang langsung membedakan perempuan-perempuan kekasihNya dengan yang bukan adalah Hijab!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Karena itu, tolonglah aku untuk menolong jiwa kalian,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Hijablah diri-diri kalian…sesungguhnya itu lebih baik dari dunia dan seisinya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Tidak, sekali-kali aku tidak memerintah kalian,..tidak…bukan aku, tapi Dia, Allah Tuhan segala Illah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dia yang memerintahkan, RasulNya yang menyampaikan, dan aku sekedar penyambung lidah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;My dear sisters,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Telah aku sampaikan kalimatNya,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kini terserah pada kalian, apakah bersedia memenuhi dan meninggikan seruanNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Atau menjalani kehidupan “sewajarnya” menurut anggapan kalian dan sebagian besar umat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Hijab adalah wajib bagi kalian perempuan sebagaimana wajibnya Sholat…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Hijab bukan sunnah, bukan pula adat istiadat,…bukan..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Janganlah kebiasaan dan kewajaran dunia melampaui apa-apa yang telah ditetapkanNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Jalani hidup mengikuti aturan-aturanNya dan sunnah rasulNya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Maka keselamatan dunia akhirat ganjarannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dia, Allah, pemilik semesta dan seisinya..sudah sepantasnyalah kita berhukum dengan hukum-hukumNya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Maka kebenaran hukum manakah yang kalian pilih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dia, Allah, pemilik sah diri dan jiwa manusia…kepadaNyalah sebenar-benar kita akan kembali..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Maka kemana kalian akan sembunyi jika maut datang meminang?&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-638328950013981065?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/oase-iman/hijablah-diri-diri-kalian.htm' title='Hijablah diri-diri kalian!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/638328950013981065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=638328950013981065&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/638328950013981065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/638328950013981065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/11/hijablah-diri-diri-kalian.html' title='Hijablah diri-diri kalian!'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SRkEbmPBv8I/AAAAAAAAAKw/j3i7kwFWI6o/s72-c/Hijab.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-8543992261592553522</id><published>2008-08-20T10:52:00.020+07:00</published><updated>2008-11-10T13:33:15.724+07:00</updated><title type='text'>Nutrisari rasa haru...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SKuoLJLyhSI/AAAAAAAAAHU/HvIiDbjgoCQ/s1600-h/Naya_edited.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SKuoLJLyhSI/AAAAAAAAAHU/HvIiDbjgoCQ/s200/Naya_edited.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236463901145728290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Benar!, judulnya tidak salah, Nutrisari rasa Haru!. Jangan pikir ini adalah produk baru dari Nutrisari, bukan!, sama sekali bukan, ini cuma kisah kecil tentang anak saya yang tertua, Naya (&lt;a href="http://e-weblog.blogspot.com/2005/03/khanaya-azzahra.html"&gt;Khanaya Azzahra Baso&lt;/a&gt;) yang baru berusia 6 tahun dan baru duduk di bangku sekolah dasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ada peraturan di sekolah Naya (SD IT Al-Muhajirin, Depok), yaitu anak-anak kelas I tidak diperkenankan membawa uang jajan, peraturan ini sebenarnya lebih ditujukan kepada orang tua murid agar tidak membekali anak-anak mereka dengan uang jajan. Namun ada saja orang tua yang tetap memberikan uang jajan kepada anak-anak mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Naya sediri sejak awal sudah kami terangkan mengenai peraturan tersebut, namun dengan kelonggaran bahwa jika ada Ayah atau Bunda, boleh jajan dengan catatan Ayah atau Bunda yang memilihkan jajanan mana yang baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hari selasa kemarin (19 Agustus 2008) saya datang kesekolah Naya dengan maksud membayar uang SPP bulan Agustus. Setelah masalah administrasi tersebut selesai, saya mencari Naya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sekolah sangat ramai karena hari itu tidak ada kegiatan belajar-mengajar, semua siswa sedang melakukan berbagai macam lomba dalam rangka memperingati HUT RI ke-63. Saya menjumpai Naya di taman dekat kelasnya, dia sedang bergandengan tangan dengan temanya, Zahra. Agak terkejut dia ketika melihat saya, kemudian tersenyum malu-malu...he..he..he..lucu anak ini, kalo' ketemu Ayahnya ketika dia sedang bersama teman-temannya, selalu saja tersenyum malu-malu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pertanyaan pertama yang dia ajukan adalah, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayah...dede' mana?&lt;/span&gt;", maksudnya adiknya, Lila (&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://e-weblog.blogspot.com/2005/03/khalila-humaira.html"&gt;Khalila Humaira Baso&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;), soalnya Naya selalu dengan bangga menceritakan tentang sekolah barunya kepada adiknya, dan adiknya, Lila, selalu senang dengan cerita-cerita 'mbanya tentang sekolah barunya, teman-teman, tempat bermain, dan lain-lainya...pokoknya semua jadi bahan ceritanya setiap pulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dede di rumah 'yang 'uti (Eyang Putri)&lt;/span&gt;", saya menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lila memang dititipkan sementara dirumah Eyangnya, karena Bunda mereka dirumah sakit bersama sikecil Khairan (&lt;a href="http://e-weblog.blogspot.com/2008/11/pembawa-kebaikan-dan-hamba-allah-yang.html"&gt;Khairan Abdillah Ammaar Baso&lt;/a&gt;) yang sedang dirawat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mba ikut lomba 'ga?&lt;/span&gt;", saya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iya..lomba masukin bendera&lt;/span&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menang 'ga sayang?&lt;/span&gt;", saya bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engga..&lt;/span&gt;" Naya menjawab sambil tertawa kecil, saya ikut tertawa lalu memeluknya dan mencium dahinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Naya mau jajan burger 'ga?&lt;/span&gt;", saya tahu Naya pasti berharap akan diajak jajan sesuai dengan janji kami jika kami, Ayah atau Bundanya ada disekolah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Engga Ayah, jajan yang lain aja&lt;/span&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mau apa sayang?&lt;/span&gt;"....Tidak ada jawaban dari Naya, saya tahu dia agak sungkan sama Ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayo, 'mba tunjukin aja deh sama Ayah 'mba mau apa&lt;/span&gt;", kata saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Naya langsung menarik tangan saya ke kantin sekolah..tempat burger dilewatinya ... tempat mie ayam juga ... tempat bakso...terus kebelakang....saya masih mengikuti langkah kecilnya, Naya terus menarik tangan saya hingga sampai ke tempat penjual minuman ringan. Dan betapa tertegunnya saya ketika tangan mungilnya yang gendut mengambil satu sachet Nutrisari rasa jambu, mengulurkan kepada saya sambil berkata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi engga usah pake es&lt;/span&gt;!", Naya memang lagi batuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Duh anakku, hampir menetes air mata ini karena menahan rasa, saya tidak tahu harus sedih atau apa...saya bertanya sambil memastikan lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"'&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mba mau yang rasa jambu?&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iya ayah, nanti warnanya pink&lt;/span&gt;",  jawabnya cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mau di gelas apa di plastik aja 'nak?&lt;/span&gt;", tanya saya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;diplastik aja&lt;/span&gt;" jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selama ini mungkin Naya cuma bisa melihat teman-teman lainnya jajan minuman yang diplastik ini dan dia pasti mengingat yang warna pink itu adalah Nutrisari rasa jambu. Sekali lagi saya menahan rasa sesak didada saya. Sambil tetap menggenggam tangannya, saya membayar Nutrisari rasa jambu tersebut sambil memesan kepada penjualnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;diplastikin aja bu, engga usah pake es&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua keluar dari kantin sambil tangan kiri Naya tetap menggenggam tangan kanan saya, dan tangan kanannya memegang seplastik Nutrisari rasa jambu, berjalan sambil menyeruput minumannya perlahan. Saya mengantar Naya kekelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Udah ya sayang, ayah pulang yaa?&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naya mengangguk, tersenyum, saya mengecup dahinya, Naya berbalik kekelasnya, masih sambil menyeruput minumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pulang duluan untuk menjemput Istri saya dan Khairan dari rumah sakit, sedangkan Naya pulang dengan jemputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang saya masih memikirkan kejadian tadi, sedih memang, tapi kami sebagai orang tuanya tetap harus teguh mengajarkan kepada Naya, juga Insya Allah kepada kedua adiknya, Lila dan Khairan, bahwa peraturan harus ditaati, bukan untuk dilanggar. Jika hukum-hukum / peraturan-peraturan kecil saja sudah mulai dilanggar, bagaimana dengan penerapan hukum-hukum Allah?, akankah juga dilanggar?...Naudzubillahimindzalik!,...Yaa Allah, jadikanlah anak-anak kami orang-orang yang teguh menjalankan perintah-MU dan mematuhi hukum-hukum-MU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, Nutrisari rasa jambu buat saya menjadi Nutrisari rasa haru.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-8543992261592553522?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/8543992261592553522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=8543992261592553522&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8543992261592553522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8543992261592553522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/08/nutrisari-rasa-haru.html' title='Nutrisari rasa haru...'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SKuoLJLyhSI/AAAAAAAAAHU/HvIiDbjgoCQ/s72-c/Naya_edited.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-3975733469362537977</id><published>2008-08-11T12:05:00.007+07:00</published><updated>2008-10-30T13:19:41.686+07:00</updated><title type='text'>Lima Poin Pendidikan Anak Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SJ_M5J8ne2I/AAAAAAAAAHM/56vShBQZyng/s1600-h/ramadan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SJ_M5J8ne2I/AAAAAAAAAHM/56vShBQZyng/s200/ramadan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233126574322580322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ada hal indah yang selalu terlintas jika kita melihat anak-anak yang sedang bermain. Dalam dunia anak memang segala sesuatu disekitar mereka selalu menjadi indah, terlepas dari kesulitan yang dirasakan orang tua mereka dalam menghadapi hidup untuk memenuhi kebutuhan yang merupakan hak anak-anak mereka. Salah satu yang menjadi hak anak adalah mendapatkan pendidikan. Ada artikel yang bagus yang saya baca hari ini dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;www.eramuslim.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;, yang berkaitan dengan pendidikan anak, semoga saja bagus juga untuk pembaca lainnya. Enjoy it !.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Siti Aisyah Nu&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;rmi&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bunda, apakah ilmumu hari ini? Sudahkah kau siapkan dirimu untuk masa depan anak-anakmu? Bunda, apakah kau sudah menyedia&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;kan tahta untuk tempat kembali anakmu? Di negeri yang Sebenarnya. Di Negeri Abadi? Bunda, mari kita mengukir masa depan anak-anak kita. Bunda, mari persiapkan diri kita untuk itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal &lt;em&gt;&lt;strong&gt;pertama &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Bunda, tahukah dikau bahwa kesuksesan adalah cita-cita yang panjang dengan titik akhir di Negeri Abadi? Belumlah sukses jika anakmu menyandang gelar atau jabatan yang tertinggi, atau mengumpulkan kekayaan terbanyak. Belum Bunda, bahkan sebenarnya itu semua tak sepenti&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ng nilai ketaqwaan. Mungkin itu semua hanyalah jalan menuju ke &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kesuksesan Sejati&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Atau bahkan, bisa jadi, itu semua malah menjadi penghalang Kesuksesan Sejati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangka&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;nlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;memahami anak-anakmu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Ada dua hal yang perlu kau amati:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang &lt;em&gt;kedua&lt;/em&gt;, Bunda, faha&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;mi di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya. Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahapan sebelum kelahirannya merupakan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;alam arwah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:&lt;br /&gt;1. Tahap &lt;strong&gt;&lt;em&gt;BERMAIN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (“la&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.&lt;br /&gt;2. Tahap &lt;strong&gt;&lt;em&gt;PENANAMAN DISIPLIN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.&lt;br /&gt;3. Tahap &lt;strong&gt;&lt;em&gt;KEMITRAAN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ketiga &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;mem&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;ilih metode pendidikan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Yang &lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt; adalah melalui &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keteladanan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; atau Qudwah, yang &lt;em&gt;kedua&lt;/em&gt; adalah dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pembiasaan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; atau Aadah, yang &lt;em&gt;ketiga &lt;/em&gt;adalah melalui Pemberian &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nasehat &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;atau Mau’izhoh, yang &lt;em&gt;keempat &lt;/em&gt;dengan melaksanakan Mekanisme &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kontrol&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; atau Mulahazhoh, sedangkan yang &lt;em&gt;terakhir &lt;/em&gt;dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem &lt;em&gt;&lt;strong&gt;sangsi &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;atau Uqubah.&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan&lt;/strong&gt; (sebagai metode yang paling efektif).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah bicara Metode, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;ke empat&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Isi Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan &lt;em&gt;Keimanan&lt;/em&gt; (2) Pendidikan &lt;em&gt;Akhlaq &lt;/em&gt;(3) Pendidikan Fikroh/ &lt;em&gt;Pemikiran&lt;/em&gt; (4) Pendidikan &lt;em&gt;Fisik &lt;/em&gt;(5) Pendidikan &lt;em&gt;Sosial &lt;/em&gt;(6) Pendidikan &lt;em&gt;Kejiwaa&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;n/&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Kejenisan&lt;/em&gt; (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepad&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;a mereka. Kepribadian (7) Pendidikan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ke lima&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, kira-kira gambaran &lt;em&gt;&lt;strong&gt;pribadi seperti apakah yang kita harapkan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Lima Poin Pendidikan Anak:1.Paradigma sukses 2.Mengenal Tahapan&amp;amp;Sifat 3.Metode 4.Isi 5.Target.&lt;br /&gt;- Buku Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) diterjemahkan dengan judul “Sistem Pendidikan Islam” terbitan Al-Ma’arif Bandung, dan buku Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam) diterjemahkan dengan judul Pendidikan Anak Dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-3975733469362537977?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/btm/8810164842-lima-poin-pendidikan-anak-dalam-islam.htm' title='Lima Poin Pendidikan Anak Dalam Islam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/3975733469362537977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=3975733469362537977&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3975733469362537977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3975733469362537977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/08/lima-poin-pendidikan-anak-dalam-islam.html' title='Lima Poin Pendidikan Anak Dalam Islam'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SJ_M5J8ne2I/AAAAAAAAAHM/56vShBQZyng/s72-c/ramadan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-8657907655207113434</id><published>2008-08-08T14:40:00.018+07:00</published><updated>2008-10-30T13:19:56.376+07:00</updated><title type='text'>Aku lebih cinta matiiiii...daripada kamu!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SJwCfWNqD_I/AAAAAAAAAHE/GKYKYzB-22Y/s1600-h/taaruf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SJwCfWNqD_I/AAAAAAAAAHE/GKYKYzB-22Y/s200/taaruf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232059604659736562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;Fuiihhh, sudah hampir 5 bulan sejak terakhir blog ini di update....untung saja hari ini dapat artikel bagus dari milist "pks-depok". Hampir semua konten di Blog ini memang lebih banyak mengambil artikel-artikel yang sudah ada. Bukan tanpa alasan saya melakukannya, karena awalnya saya hanya ingin menyimpan artikel-artikel yang saya suka, untuk supaya bisa dibaca kembali demi memperkaya nurani. Semoga saja setiap mereka yang masuk ke Blog ini mendapatkan pengalaman dan ilmu yang nantinya juga dapat memperkaya nurani mereka, Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Eniwei, mengenai artikel yang saya dapat hari ini,...artikel ringan tapi asik untuk dibaca, terutama buat mereka yang dalam proses ta'aruf ataupun yang baru sampai tahap menginginkan..he..he..he....gini nih ceritanya...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Aku lebih cinta matiiiii....daripada kamu!!&lt;br /&gt;by Admiring Pelangi&lt;br /&gt;[Serius... ini fiksi lho, cuma sekedar cerpen iseng nan spontan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;  "Say, aku cinta kamu!"&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Akhwat yang diajak ngomong itu bengong. Jangankan tersentuh, kebayangpun nggak dengan apa yang barusan dicelotehkan si Cowok sableng itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah... masa' sih? Serius?" sahut si akhwat kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;"Seriuuuussss deh, aku cintaaaaaa banget sama kamu!" jawab si cowok&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; dengan tampang memelas.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmm... kamu berani ngelamar aku hari ini juga?" &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Si cowok diam, sekarang giliran dia yang bengong ditodong seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;"Ngh... aku mau kok nikahin kamu, tapi... masak iya secepat itu?",&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; tanyanya ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Lho, emangnya kenapa?" tanya akhwat itu menantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Ngh... ya... kita kan belom terlalu mengenal." jawab si cowok sambil&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; garuk-garuk kayak beruk diatas pohon kapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Lhah... nah, itu dia! Kok bisa kamu ngomong cintrong?", introgasi si&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Akhwat berubah jadi segalak polwan baru lulus Sepolwan Pasar Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Menurut aku kamu baek, pinter, solehah, bla bla bla..." jawabnya sambil&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; terus mengabsen sifat si akhwat yang ada dalam bayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Nah... nah... nah..." potong si Akhwat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"katanya nggak kenal aku. Tapi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; kok... kayaknya malah kamu yang lebih kenal diriku dibanding diriku&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; sendiri?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Si cowok mati kutu... persis kayak kutu dipites pake kuku. Dia terdiam&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; salting sambil sesekali menggaruk kepalanya yang nggak gatal sama&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Yo wis lah... gini deh, kalo emang kamu cinta sama aku, aku mau kamu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; ngaji! Mentoring sana... baru bilang cinta sama aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Dengan garukan yang semakin keras, si cowok nggak berkata apa-apa. Cuma&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; manggut-manggut walaupun bingung. Seumur-umur, dia ngaji cuman waktu SD,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; semasa masih ikut TPA. Itupun kabur-kaburan, berhubung harus mengejar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; jadwal rutin 'penting' seperti &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1218179894_0"&gt;Satria Baja Hitam&lt;/span&gt; RX dan Saint Seiya yang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; dijamin mendidik anak-anak indonesia jadi superhero yang siap&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; menyelamatkan profit perusahaan multi nasional dan diberdayakan jadi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; buruh elit di perusahaan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Si cowok dengan langkah gontai berbalik meninggalkan medan pertempuran.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Tapi... tiba-tiba langkahnya terhenti. Kayaknya masih ada yang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; mengganjal pikirannya yang sehari-hari gak pernah jauh dari analisis&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; seputar pertandingan Serie A atau strategi memenangkan PES, WE, CM dan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; berbagai game lainnya. Dan iapun belum menyerah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Tapi... aku serius loh, Ful..." *berhubung sebenernya nama karakter&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; nggak penting di cerita ini, kita kasih nama aja si Akhwat ini dengan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Fulanah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Serius apa?" potong si Akhwat dengan nada lembut tapi nyelekit, menusuk&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; dalam-dalam hati cowok yang kurang baik dan tidak rajin menabung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Ak... Aku..." katanya ragu, "Aku cinta kamu karena Allah lho!!"&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; lanjutnya berusaha memberanikan diri. kata-kata itu terlintas begitu aja&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; ketika dia ingat dengan sebuah artikel di blog saat disuruh membuat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; makalah &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1218179894_1"&gt;kuliah Agama&lt;/span&gt; dan Etika Islam. Sejujur-jujurnya, Ia nggak tau&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; pasti arti dari kata-kata itu secara persis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; *Gedubrak* Si Akhwat bingung antara harus geli dengan kata-kata itu atau&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; pengen nonjok si pahlawan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1218179894_2"&gt;cinta monyet&lt;/span&gt; yang ia sendiri lupa kenal&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; dimana. Pengen rasanya jurus pamungkas taekwondonya Ia keluarkan. Tapi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; tiba-tiba bidadari virtual nan cantik di sebelah kanannya berkata&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; lembut, "sabar atuh ukhti... kesempatan nih, ayo dingajiin! Target&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; potensial nih...". Ia pun menarik nafas puaaaaannjjjjang, lalu...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Huh... Iya deh... terserah kamu. Aku juga cinta kamu karena Allah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Betapa berbunga-bunganya si Cowok sableng itu mendengar &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1218179894_3"&gt;kata 'cinta&lt;/span&gt;'&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; yang ditujukan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Tapi..." lanjut si Akhwat membuyarkan proyek kebon bunga yang baru saja&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; menggusur lapangan bola di hati si Ikhwan,  "pokoknya gak mau tau, aku&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; pengen kamu mentoring dulu... Titik!!" lanjutnya sambil segera ngeloyor&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; pergi dengan perasaan yang sudah mumet dengan serbuan mendadak si cowok&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; di musim Ujian Akhir Semester kayak sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Eh... eh..." sahut si Cowok kebingungan kayak pejabat korup ketangkep&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; basah KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Seriuuuuuusss. .. Ful! Aku cinta mati sama kamu!" teriaknya pada si&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Akhwat yang semakin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Si Akhwat menoleh sebentar,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Tapi aku lebih cinta mati daripada kamuuuu!!!" balasnya yang disambut&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; dengan sunyi, bersamaan dengan semakin mematungnya si Ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; ***&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Sembilan bulan lebih sembilan hari kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Seorang ikhwan masuk kedalam mesjid bersama rombongan keluarganya dengan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; muka cengengesan yang nggak bisa ditahan. Dia menyapa beberapa temannya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Mereka adalah teman satu kelompok mentoringnya. Gerombolan anak&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; nongkrong, yang sama-sama berusaha belajar tentang Tuhan dan Agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Begitu matanya melirik sedikit pada bidadari bergaun putih yang sudah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; sejak tadi nangkring di barisan Akhwat yang tersekat hijab, tiba-tiba&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; dadanya kembang kempis. Terasa panas dingin bulu kuduknya melihat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; bidadari yang dalam hatinya yang paling dalam ia harapkan jadi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; pendampingnya di surga kelak. Si bidadari tertunduk saja, sama&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; dag-dig-dugnya dengan calon presiden RRT (Republik &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218179894_4"&gt;Rumah Tangga&lt;/span&gt;) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Singkat cerita, prosesi akad berjalan lancar dan sukses walaupun sempat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; diwarnai kericuhan karena si Ikhwan saking gugupnya lupa dengan nama&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; calon istrinya itu dan malah mengabsen mantan-mantan pacarnya semasa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; masih berandalan dulu. Setelah prosesi, kedua mempelai segera diboyong&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; ke tahta mereka sebagai sepasang manusia paling bahagia di hari itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ful... ful..."&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Di tengah langkah gemulai bak pameran busana pengantin, si Ikhwan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; tiba-tiba memanggil perempuan yang menggandengnya itu dengan setengah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Apa kang?" jawab si Akhwat malu-malu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;"A... aku cinta mati sama..."&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;"Ssst..." belum sempat melanjutkan, si Akhwat memberi isyarat kepada&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; pangerannya itu untuk tidak melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Aku lebih cinta mati daripada kamu." lanjutnya dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Si ikhwan termenung sebentar, lalu dengan senyum sumringah dia&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; menanggapinya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; "Aku juga lebih cinta mati daripada kamu..." ucapnya berbisik, "Aku&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; ingin mencintai mati, sama sepertimu." lanjutnya dengan nada&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; bersungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Bidadari itu menjawabnya dengan senyum. Senyum penuh arti yang diiringi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; lantunan doa yang sejak bertahun-tahun lalu begitu akrab dengan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; lisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Allahumma... Innaka ta'lam anna hadzihil quluub&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; qad ijtamaat alaa mahabbatik.. . wal taqqat ala Thaa'atik...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wa Tawahhadat ala nashrati syari'atik.. .&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; fa watstsiqillahumma rabithatahaa. ..&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wa adimmuddahaa. .. wahdiha subulahaa...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wamla'haa bi nuurikalladzi laa yakhbuu...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Wasyrah suduurahaa bi faidzil iimaanubik.. .&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wa jamiilit tawakkuli alaik...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wa ahyihaa bi ma'rifatik.. .&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wa amithaa ala syahaadati fii sabiilik...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wa amithaa ala syahaadati fii sabiilik...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; wa amithaa ala syahaadati fii sabiilik...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; innaka ni'mal maulaa... wa ni'mannashiir. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Dan ucapan pangerannya tadi menjadi hadiah paling romantis baginya di&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; hari paling istimewa sepanjang hidupnya itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:arial;font-size:85%;"  &gt; Ngutip dari blog : &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://ardee.cmsku.org/2008/05/aku-lebih-cinta-matiiiii-daripada-kamu/"&gt;http://ardee.cmsku.org/2008/05/aku-lebih-cinta-matiiiii-daripada-kamu/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-8657907655207113434?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/8657907655207113434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=8657907655207113434&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8657907655207113434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8657907655207113434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/08/aku-lebih-cinta-matiiiiidaripada-kamu.html' title='Aku lebih cinta matiiiii...daripada kamu!!'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SJwCfWNqD_I/AAAAAAAAAHE/GKYKYzB-22Y/s72-c/taaruf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-2075966310256753285</id><published>2008-03-23T10:33:00.012+07:00</published><updated>2008-10-30T13:20:06.565+07:00</updated><title type='text'>Syekh Yassin Sang Qiyadah dan Fitnah Harta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R-XRw50ltiI/AAAAAAAAAG8/88VV1ADEAs8/s1600-h/AHAMD-YASSIN.jpg"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180777584444945954" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R-XRw50ltiI/AAAAAAAAAG8/88VV1ADEAs8/s200/AHAMD-YASSIN.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Syekh Yasin, nama lengkapnya Syekh Ahmad Ismail Yasin lahir tahun 1938 di desa Al-Jura, sebelah selatan kota Gaza, syahid pada saat sedang puasa sunah Senin- Kamis, hari Senin, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M karena dihantam rudal penjajah Zonis Israel setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid Al-Mujama’ Al-Islami, Gaza. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Syekh Ahmad Yasin merupakan tokoh spiritual gerakan Hamas, Qiyadah/ pemimpin bagi pejuang dan rakyat Palestina melawan penjajah Zionis Israel. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Walaupun usianya uzur, kondisi tubuhnya lumpuh dari leher hingga ujung kaki, setiap hari harus menggunakan kursi roda, tidak menghalangi beliau untuk berdakwah, memimpin dan membina umat, rakyat Palestina khususnya di Gaza.&lt;br /&gt;Beliau memiliki ‘izzah/ kemuliaan sehingga disegani dan dicintai kawan, ditakuti lawan dalam hal ini penjajah Zionis Israel. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sebagai tokoh spiritual dan qiyadah dalam perjuangan, Syekh Ahmad Yasin banyak memberikan keteladanan bagi pengikutnya dan rakyat Palestina, juga bagi umat Islam yang rindu syahid di jalan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam suatu khutbahnya, Syekh Ahmad Yasin pernah berkata: &lt;em&gt;Umat ini tidak akan pernah memiliki kemuliaan dan meraih kemenangan kecuali dengan Islam. Tanpa Islam tidak pernah ada kemenangan. Kita selamanya akan selalu berada dalam kemunduran sampai ada sekelompok orang dari umat ini yang siap menerima panji kepemmpinan yang berpegang teguh kepada Islam, baik sebagai aturan, prilaku, pergerakan, pengetahuan, maupun jihad. Inilah satu-satunya jalan. Pilih Allah atau binasa! &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;.(QS: Al-Imran/3: 126). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Suatu ketika ada seorang penganut Kristen di kota Ramallah, Tepi Barat, Bassam Hana Rabbah namanya. Dia datang menemui Syekh Ahmad Yasin untuk mengadukan permasalahannya karena ada seseorang di Gaza melakukan penipuan terhadap dirinya. Syekh Ahmad Yasin yang juga pimpinan Dewan Islah (perdamaian) dengan bijaksana mampu mendamaikan antara Bassam Hana Rabbah seorang Kristen dengan seseorang yang telah melakukan penipuan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Syekh meresponnya dengan serius, bahkan mampu bersikap adil terhadapku. Hak-hak saya pun bsa kembali saya nikmati. Sebagai tanda terima kasih, sebagian hartaku diberikan kepada Dewan Islah, tutur Hana Rabbah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sebagai seorang Qiyadah/pemimpin, Syekh Ahmad Yasin tidak cinta dunia, tidak gila harta, bahkan kehidupannya sangat sederhana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Mariyam Ahmad Yasin menceritakan tentang sikap hidup ayahnya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Rumah ayah terdiri dari 3 kamar dengan jendela yang sudah rapuh. Rumah ini sangat sederhana sekali. Ini fakta bahwa ayahku tak cinta dunia, namun cinta akhirat. Banyak yang menawari beliau untuk memiliki rumah seperti pejabat tinggi negara, namun ditolaknya. Bahkan pernah suatu ketika, Pemerintah Otoritas Palestina memberi sebuah rumah besar di suatu kampung mewah di Gaza, . Namun Tawaran itupun di tolak, ia tidak peduli dengan berbagai ragam bentuk kesenangan duniawi. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Rumah ini sangat sempit. Tidak ada lantai, dapurpun ala kadarnya. Jika musim dingin, kami kedinginan. Namun jika musim panas tiba, kami pun kepanasan. Ayah sama sekali tidak memikirkan untuk merenovasi rumahnya. Ia justru sibuk mempersiapkan rumah di akhiratnya. Adapun kondisi psikis, Alhamdulillah, kami cukup sabar, karena kami percaya. Insya Allah, kami akan melihatnya lagi di surgaNYa nanti. Untuk itulah kami juga sangat berharap bisa mati syahid seperti beliau. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Jika Syekh Ahmad Yasin ingin kaya, harta menumpuk, rumah mewah bertingkat, mobil mengkilat lebih dari empat, makanannya serba lezat, semuanya bisa saja beliau dapatkan, bukankah beliau mempunyai pengikut yang taat, kedukukan yang memikat, akan tetapi semuanya itu tidak beliau lakukan untuk memperkaya diri di tengah pengikut dan rakyatnya yang sedang sengsara dan menderita, akibat penjajah, sekali lagi tidak! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Syekh Ahmad Yasin memiliki iman dan perasaan yang tinggi, beliau sangat cinta dan peduli kepada umat yang pada hakekatnya adalah umat Nabi Muhammad saw. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.&lt;/em&gt; (QS:An Nisaa/4: 69). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Apakah kita semua telah meneladani beliau yang hidup sebagaimana kehidupan Rasul SAW dan para shahabatnya? Yang lebih mencintai akherat ketimbang kehidupan dunia yang murah dan menipu? Yang lebih menyukai debu-debu jihad daripada mobil-mobil mewah mengkilat? DI manakah kita sekarang?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;(H. Ferry Nur, S.Si, Sekjen Kispa)&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-2075966310256753285?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/berita/tha/8320051457-syekh-yassin-sang-qiyadah-dan-fitnah-harta.htm' title='Syekh Yassin Sang Qiyadah dan Fitnah Harta'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/2075966310256753285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=2075966310256753285&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2075966310256753285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2075966310256753285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/03/syekh-yassin-sang-qiyadah-dan-fitnah.html' title='Syekh Yassin Sang Qiyadah dan Fitnah Harta'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R-XRw50ltiI/AAAAAAAAAG8/88VV1ADEAs8/s72-c/AHAMD-YASSIN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-5268316430350653955</id><published>2008-02-08T10:50:00.003+07:00</published><updated>2008-10-30T13:20:19.133+07:00</updated><title type='text'>Pak Suyatno (True Story)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sudah seminggu terakhir ini saya ingin menulis rasa gundah yang mengganduli hati. Tapi entah mengapa, selalu saja saya seolah kamus yang kehabisan kata, bingung dengan awal sapa. Banyak yang ingin saya tulis, namun dengan seluruh "Vocabularry" yang saya mengerti serasa tak cukup untuk mengungkapkannya. Bahkan hingga saat ini pun saya masih belum tahu dari mana kegundahan ini akan mulai saya tumpahkan dalam barisan huruf dan membentuk kata per kata, hingga hilang - atau paling tidak, berkurang - rasa gundah ini. Namun syukurlah, disaat kegersangan hati ini makin mengkristal, saya menerima email dari seorang sahabat di sebuah mailing list, sebuah email yang sarat dengan makna dan penuh hikmah, sejuk menyiram hati....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Read on the email bellow...&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Based on True Story..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.  Mereka &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;menikah sudah lebih 32 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;rumahnya  sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;apa-apa  saja yg dia alami seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; berangkat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati  mereka, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih  kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dengan keluarga masing-masing dan pak suyatno memutuskan ibu mereka  dia yang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;merawat,  yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dengan kalimat  yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata "Pak kami ingin &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak  ijinkan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;kami menjaga ibu" . &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dengan air &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1202438209_1"&gt;mata&lt;/span&gt; berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya, "Sudah yg  keempat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun  akan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji  kami &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;akan merawat ibu bergantian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka. "&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Anak-anakku, jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak sudah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian"... sejenak  kerongkongannya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; tersekat, "Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;cinta, yang tidak satupun didunia ini dapat dibandingkan dengan itu. Coba kalian tanya &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian menginginkan bapak, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;yang masih diberi Allah kesehatan, dirawat oleh orang lain, lalu bagaimana dengan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;ibumu yg masih sakit?".  Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV  swasta &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;untuk menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; nara sumber diacara islami selepas shubuh dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;selama 25 tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa..disaat itulah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;meledak tangis beliau  dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak suyatno bercerita"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;mencintai karena Allah, semuanya akan luntur. Saya memilih istri saya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan  mata, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;"Sekarang dia sakit karena berkorban untuk saya karena Allah..dan itu merupakan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt; ujian bagi saya, sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi saat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dia sakit,...setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya dapat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;bercerita kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;diatas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; menyimpan dan mendengar rahasia saya.."&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-5268316430350653955?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/5268316430350653955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=5268316430350653955&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5268316430350653955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5268316430350653955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/02/pak-suyatno-true-story.html' title='Pak Suyatno (True Story)'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-7910057388348653929</id><published>2008-01-03T10:45:00.003+07:00</published><updated>2008-10-30T13:20:23.373+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Orang Paling Kaya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;''Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah SWT untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya.'' (HR Turmudzi). Penggalan hadis Rasulullah SAW di atas merupakan bentuk nyata betapa susahnya menumbuhkan rasa qanaah atau merasa cukup.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Hadis itu mengandung maksud orang paling kaya adalah mereka yang qanaah atas apa pun pemberian Allah SWT. Betapa positif dan bermartabatnya hidup ini bila seseorang selalu merasa ridha dan cukup dengan segala kondisinya. Dengan qanaah, yang sedikit akan menjadi banyak dan yang banyak akan menjadi berkah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Kesenangan tidak akan sempurna dan nikmat tidak akan menjadi besar kecuali dengan memutuskan angan-angan memiliki seperti yang dimiliki orang lain. ''Himpunlah rasa putus asa terhadap apa-apa yang ada di tangan manusia.'' (HR Ibnu Majah). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sikap tidak menerima atas apa yang telah dimiliki, hanya akan menguras keterkaitan hati dengan Allah SWT. Akibatnya, kehidupan yang sebenarnya tidak akan bisa dirasakan. Sementara kehidupannya menjadi tidak tertata. Ridha dengan pemberian, mensyukuri pemberian Allah SWT, dan menginvestasikannya untuk hal yang bermanfaat, maka inilah sebenarnya yang disebut kaya nan mulia. Allah SWT berjanji kepada orang yang hatinya dipenuhi keridhaan akan memenuhi hatinya dengan kekayaan, rasa aman, penuh dengan cinta, dan tawakkal kepada-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Sebaliknya, bagi yang tidak ridha, hatinya akan dipenuhi dengan kebencian, kemungkaran, dan durhaka. Pantaskah sebagai seorang hamba mengaku kekurangan, sementara pada waktu yang sama, kita masih memiliki akal. Andai kata akal itu dibeli orang atau menukarnya dengan emas dan perak sebesar gunung, kita pasti enggan menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Kita memiliki dua mata yang sekiranya dibayar dengan permata sebesar Gunung Uhud, pasti tidak rela. Saat ini banyak orang enggan mengakui dan menyebut dirinya orang paling kaya. Kekayaan hanya mereka ukur dengan materi, banyaknya harta, dan pangkat yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Bersyukurlah atas nikmat agama, akal, kesehatan, pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, penutup (aib), dan nikmat lain yang tak terhitung. Sebab, di antara manusia itu ada yang hilang akalnya, terampas kesehatannya, dipenjara, dilumpuhkan, atau ditimpakan bencana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; Kini saatnya untuk menyadari bahwa kita sebenarnya adalah orang yang paling kaya. Caranya dengan selalu qanaah dan merasa ridha. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, sehingga hidup lebih bermakna, berkah, serta lebih berarti. Jadikanlah keridhaan itu dengan mengosongkan hati dari berbagai sangkaan dan membiarkannya hanya untuk Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; (Nur Kolis Mughni, Republika - Hikmah )&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-7910057388348653929?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kebunhikmah.com/article-detail.php?artid=157' title='Menjadi Orang Paling Kaya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/7910057388348653929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=7910057388348653929&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7910057388348653929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7910057388348653929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2008/01/menjadi-orang-paling-kaya.html' title='Menjadi Orang Paling Kaya'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-961988310384055886</id><published>2007-12-21T10:42:00.004+07:00</published><updated>2008-11-06T09:33:30.626+07:00</updated><title type='text'>Sukses Bersama MLM Atau Network Marketing ?</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Agak aneh memang judul diatas, karena meskipun Blog saya ini tidak mengkhususkan pada tulisan-tulisan yang berhubungan dengan tausyiah saja, tapi saya memang tidak pernah menulis ataupun menampilkan tulisan rekan lain yang berhubungan dengan MLM atau Network Marketing. Hal ini semata karena banyak sahabat, rekan, relasi, etc, yang sering menanyakan tentang hal ini kepada saya setelah mereka mengetahui bahwa saya juga menjadi member sebuah MLM atau Network Marketing, terlebih dengan hebohnya penipuan-penipuan training motivasi yang ujung-ujungnya adalah pemaksaan mengikuti seminar dengan biaya yang sangat besar (seperti yang dilakukan oleh Nxxxxxx21). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertayaan-pertanyaannya pun beragam, dari soal skema piramidnya, halal tidaknya, dll. Sudah banyak email yang saya kirim untuk menerangkan hal ini, namun email-email pertanyaanpun semakin banyak yang berdatangan. Keputusan saya akhirnya, "For Once and For All", lebih baik saya tulis di blog saya, dan jika ada pertanyaan lagi saya tinggal mengarahkan ke blog ini. Dan inilah hasilnya, tulisan dari Ikwan Sopa - Motivator, Master Trainer E.D.A.N,  saya ambil  dan tampilkan diblog ini karena hampir persis  menggambarkan keadaan saya saat mulai mengenal MLM/Network Marketing,  selain itu karena beliau ini juga menggeluti  MLM/Network Marketing yang sama dengan saya.  So...rekans...here it is, I really hope this article will be the answer to all of your questions...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Tips 169: Sukses Bersama MLM Atau Network Marketing...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terlintas di pikiran Anda saat membaca judul di atas? Apa yang Anda isikan untuk titik-titik pada judul itu? Tanda tanyakah? Atau tanda serukah? Apapun reaksi Anda, itulah peta Anda tentang fenomena MLM dan Network Marketing. Itulah gambaran pengalaman Anda tentang dunia MLM dan Network Marketing. Dan itulah, reaksi dan kesimpulan Anda sejauh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri, sampai dengan dua atau tiga tahun yang lalu, termasuk yang anti terhadap MLM atau Network Marketing. Tentu saja seperti umumnya orang lain yang juga mengalaminya; karena merasa tidak berhasil, atau bahkan sampai merasa tertipu. Entah sudah berapa banyak yang menawari Saya untuk ikut ke dalam model bisnis ini. Beberapa memang Saya coba. Tapi seperti yang sudah Saya indikasikan, nyaris semuanya tidak membawa hasil sesuai yang Saya harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kemudian, Saya mulai mempelajari ilmu-ilmu komunikasi. Dalam proses itu, Saya mempelajari beberapa hal penting. Di antaranya adalah sebuah proposisi yang kemudian mulai menjadi bagian dari sistem beliefs Saya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Behind every behaviour, there is a good intention."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi dasar itu, Saya ber-husnu dzon saja. Pelaku MLM dan Networking pastilah punya niat baik. Baik untuk diri sendiri, atau baik untuk diri orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Saya mulai membuka pikiran Saya. Apakah yang telah terjadi pada diri Saya? Jika Saya belum berhasil selama ini, salah siapakah itu? Jika Saya masih mau bersentuhan dengan dunia ini, apa sih yang perlu Saya pelajari dan perbaiki? Jika Saya merasa kurang sreg menjalaninya, apa sih yang bertabrakan dengan sistem keyakinan Saya? Dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarangpun, masih berseliweran berbagai pihak yang memprospek Saya. Mungkin karena Saya mulai terlihat "punya jaringan" atau mungkin karena kebetulan semata. Hanya bedanya, kini Saya mulai lebih terbuka untuk berbagai penawaran itu. Saya buat mudah saja. Saya tertarik ya Saya pertimbangkan. Saya tidak tertarik ya tinggal katakan saja. Saya toh pasti mendapat pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Saya menambahkan kategori baru di dalam blog Saya, yaitu serial tips MLM dan Network Marketing. Tujuannya untuk belajar. Segala kemungkinan dan peluang toh tetap harus Saya buka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak memprovokasi Anda untuk terlibat, tapi Saya juga tidak bisa melarang Anda untuk menjauhi. Soal benar atau salah, baik atau buruk, bahkan halal atau haram, silahkan Anda pertimbangkan sendiri. Apa yang pasti, semuanya sangat tergantung pada niat Anda, selain dari substansi dan legalitas sebuah bisnis MLM atau Network Marketing itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan MLM atau Network Marketing, Anda bisa mensukseskan diri sendiri dan menyengsarakan orang lain, Anda juga bisa mensukseskan diri sendiri dan mensukseskan orang lain, Anda juga bisa mensukseskan upline Anda, menyengsarakan diri dan downline Anda, Anda juga bisa mensukseskan upline Anda dan diri Anda, kemudian menyengsarakan downline Anda, dan entahlah apakah Anda bisa juga menyengsarakan upline Anda. Anda juga bisa terjebak pada praktek haram. Anda juga bisa mendapatkan rizki yang halal. Semuanya terserah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga keseimbangan dan menjaga "behaviour" Anda saat ber-MLM atau ber-Network Marketing, Anda bisa mempelajari banyak hal dari banyak referensi, di antaranya yang berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.apli.or.id/"&gt;Asosiasi Penjual Langsung Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Multi-level_marketing"&gt;Definisi MLM - Bahasa Inggris&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Multi-level_marketing"&gt;Definisi MLM - Bahasa Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.halalguide.info/content/view/277/46/"&gt;Halal Guide&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://priyadi.net/archives/2006/09/24/bedah-sistem-mlm/"&gt;Bedah MLM Priyadi Dot Net&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sunaryohadi.info/charles-k-ponzi-penemu-money-game-asal-mula-mlm-dan-bisnis-piramida.htm"&gt;Asal dan Usul MLM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mlmwatch.org/"&gt;MLM Watch&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mlmwatch.org/"&gt;MLM Legal&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syariahonline.com/new_index.php/id/4/cn/6042"&gt;Halalkah MLM?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syariahonline.com/new_index.php/id/4/cn/2804"&gt;MLM yang Sesuai Syariat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/1844"&gt;MLM Menurut Islam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syariahonline.com/new_index.php/id/4/cn/346"&gt;Multi Level Marketing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://syariahonline.com/new_index.php/id/4/cn/1013"&gt;Pemasaran Jaringan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, Saya sajikan kembali tips-tips yang bermanfaat bagi Anda, jika Anda mau, sedang, atau telah menerjuni dunia MLM dan Network Marketing. Kebetulan, peserta Power Workshop E.D.A.N. banyak juga yang berasal dari dunia yang satu ini. Tentunya, Saya harus banyak belajar. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 15-17 Oktober 2004, sebanyak 250 orang pelaku dan pakar MLM dan Network Marketing kelas dunia, berkumpul dalam sebuah event mastermind di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Para pembicara dalam event itu adalah adalah Michael S. Clouse, Randy Gage, Tom "Big Al" Schreiter, Rod Cook, Tim Sales, John Milton Fogg, Kim Klaver, David D'Arcangelo, Art Jonak, Hilton Johnson, Dr. David Pearson, Len Clements and Lisa Jiminez. Mereka inilah biangnya dunia MLM dan Network Marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Event itu sebenarnya tertutup. Para peserta dilarang mencatat atau mengambil gambar selama sesi presentasi berlangsung. Sekarang, Saya bocorkan untuk Anda. Maukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sajakah yang mereka hasilkan dari event itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MICHAEL S. CLOUSE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawan bekerja delapan jam sehari, dan delapan jam lainnya besar kemungkinan untuk tidur. Orang itu mestinya mulai mempertimbangkan untuk menggunakan 56 jam waktunya (8 jam x 7 hari) di luar jam kerja, untuk diisi dengan aktivitas yang makin produktif. Waktu sebanyak itu, bisa digunakannya untuk memulai sebuah bisnis yang mandiri. MLM dan Network Marketing, bisa jadi salah satu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mau mempertimbangkannya, mulailah dengan merefleksikan kembali berapa banyak dan seberapa efektifkah 56 jam istirahat Anda selama ini. Kemudian, mulailah membayangkan bagaimana 56 jam Anda esok hari. Bagaimana 56 jam lowong Anda empat tahun yang akan datang? Apakah tetap menjadi waktu istirahat, atau menjadi waktu yang lebih produktif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkanlah diri Anda yang sekarang, dengan teman Anda yang sudah lebih dahulu memulainya empat tahun yang lalu. Seperti apakah mereka sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mau memulainya sekarang, carilah orang yang ahli dalam bidang ini. Kemudian, lakukanlah apa yang ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokuslah pada aspek fundamental dari bisnis ini, yaitu prospeksi, presentasi, dan duplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah benahi kembali filosofi Anda, sikap Anda, pikiran Anda, dan tindakan Anda. Biasanya, hal-hal inilah yang menjadi penghalang terbesar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RANDY GAGE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat utama untuk menuju ke puncak, adalah duplikasi. Cara terbaik untuk mengefektifkan duplikasi, adalah dengan mendidik downline Anda, tentang bagaimana mendidik downline-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahap awal, perlebarlah downline Anda menyamping. Ini bisa dilakukan untuk "menyegerakan" penghasilan. Kemudian, perdalam downline Anda, untuk keuntungan jangka panjang. Beberapa MLM atau Network Marketing, mungkin menyarankan Anda untuk lebih memilih "pendalaman" dari pada "pelebaran". Saat itu, mulailah mencari leader-leader baru di bawah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala bentuk komunikasi dari "atas" ke "bawah" hendaknya selalu bernilai positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOM 'BIG AL' SCHREITER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda harus berfokus pada pertanyaan-pertanyaan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis apa sih yang sebenarnya Anda terjuni?&lt;br /&gt;Berapa banyak uang dan keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan?&lt;br /&gt;Apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mempromosikan bisnis MLM dan Network Marketing Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajak prospek Anda untuk makan siang gratis.&lt;br /&gt;Beri mereka pendidikan, seminar, atau pelatihan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;Publikasikan manfaat produk Anda.&lt;br /&gt;Kaitkan sebuah event atau okupasi dengan produk Anda.&lt;br /&gt;Kaitkan wilayah geografis dengan produk Anda.&lt;br /&gt;Kaitkan angka khusus dengan produk Anda.&lt;br /&gt;Tambahkan faktor personalitas, seperti loving, caring, overworked dan sebagainya ke dalam promosi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROD COOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MLM dan Network Marketing adalah satu-satunya 'real financial option' bagi setiap baby boomer. Mengapa? Karena mereka biasanya tidak cukup menabung atau berinvestasi secara terus-menerus untuk masa tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIM SALES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun bisnis duplikasi yang benar, Anda harus membuatnya "besar" dan "benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis bisnis, dalam konteks MLM dan Network Marketing. Yang pertama adalah "Organisasi Konsumsi Vertikal", dan yang kedua adalah "Organisasi Penjualan Vertikal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama berfokus pada membangun jaringan distributor, agar mereka membeli dan menggunakan produk. Yang kedua, berfokus pada menciptakan mesin uang dengan menjadikan kehidupan orang lain menjadi lebih baik dengan tingkat penghasilan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama langkahnya adalah mendapatkan pelanggan, kemudian mendapatkan distributor, dan kemudian mendidik distributor agar bisa mendapatkan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar operasi yang diperlukan kurang lebih begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dapatkan pelanggan yang mau menggunakan produk.&lt;br /&gt;2. Tuliskan bagaimana Anda hendak mencapainya.&lt;br /&gt;3. Lakukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar operasi ini mungkin perlu Anda adjust jika kondisi lapangan memang menuntut perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JOHN MILTON FOGG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Milton Fogg dikenal sebagai pelaku MLM dan Network Marketing yang menganut "get rich slow". Oleh sebab itu, rekomendasinya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gunakan produk, rekomendasikan produk itu, dan kemudian sponsori distributor.&lt;br /&gt;2. Ciptakan kemampuan leadership dan coaching untuk downline Anda.&lt;br /&gt;3. Prospeklah setiap orang dengan "tanpa agenda".&lt;br /&gt;4. Selama proses itu, temukanlah apakah prospek Anda layak menjadi partner bisnis atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengembangkan diri, tanyakanlah pada diri sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sudah Saya ketahui, sesuatu yang "benar" menurut Saya?&lt;br /&gt;Apa yang membuatnya menjadi "benar"?&lt;br /&gt;Apa yang secara ideal "benar"?&lt;br /&gt;Apa yang "tidak benar" menurut Saya?&lt;br /&gt;Apa yang diperlukan agar itu menjadi "benar"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KIM KLAVER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam MLM dan Network Marketing, Anda menjual produk dan bisnis sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun Anda mau membangun downline, Anda tetap harus memperlakukan pelanggan sebagai pelanggan, sebab pelangganlah yang memberi Anda sales dan jaminan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua pelanggan tepat dijadikan partner bisnis. Dalam prakteknya, hanya 1 sampai 3 persen pelanggan yang akan menjadi partner bisnis Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, pelanggan yang potensial bahkan tidak membeli produk Anda. Sebab mereka sedang berfokus pada hal lain. Maka, ditunggu sajalah dengan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 dari 10 orang yang Anda dekati mungkin akan membeli produk Anda. 9 sisanya tidak. Agar Anda bisa menjual kepada 10-nya, pakailah "sepatu" mereka. Pelajari sistem nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku mereka. Untuk itu, hindarilah kesan-kesan "menjual", generalisasi, sikap melebih-lebihkan, terlalu rumit, atau kebanyakan janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ART JONAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu ini jagonya recruitment. Nasehatnya begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selalulah menghadiri acara organisasi MLM atau Networking Anda.&lt;br /&gt;2. Rekrut dan kembangkanlah leadership di jajaran downline Anda.&lt;br /&gt;3. Kuncinya adalah keahlian. Makin banyak belajar, akan makin sukses Anda.&lt;br /&gt;4. Saat prospek mengatakan "tidak", itu hanya masalah waktu. Apalagi, jika produk Anda ada hubungannya dengan kesehatan atau kecantikan. Bersabarlah.&lt;br /&gt;5. Yakinkan dan informasikan bahwa Anda punya CD gratis tentang produk dan bisnis Anda.&lt;br /&gt;6. Ketidaksuksesan Anda, biasanya tertutupi oleh berbagai alasan.&lt;br /&gt;7. Tidak perlu berharap organisasi MLM atau Networking Anda sempurna.&lt;br /&gt;8. Setiap leader, suksesnya disebabkan oleh kemampuan melewati masalah, bukan oleh banyaknya alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HILTON JOHNSON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilton memberi nasehat tentang lima langkah dalam membuat janji untuk presentasi bisnis Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pilihlah target yang tepat dan berikan alasan Anda untuk bertemu, termasuk rencana prospecting Anda. Jangan membuat orang merasa tertipu.&lt;br /&gt;2. Minta izin untuk bicara. Minta waktu yang tegas, satu menit, sepuluh menit, setengah jam dan sebagainya.&lt;br /&gt;3. Berikan briefing perkenalan yang tidak berbau "jualan".&lt;br /&gt;4. Nyatakan dengan taktis, "Jika Saya bisa menunjukkan sebuah bisnis rumahan yang berpeluang membuat Anda lebih sehat dan lebih sejahtera, kapan Anda mau memulainya?" Jika reaksi prospek Anda positif, lanjutkanlah dengan pertanyaan berikut:&lt;br /&gt;5. Anda punya 10 jam waktu luang dalam seminggu? Apakah Anda suka bertemu dan berbicara dengan orang lain? Kami punya pelatihan yang lengkap, Anda suka mengikuti instruksi? Apakah tambahan penghasilan Rp 100.000,- sampai Rp 1.000.000,- sebulan bisa membantu Anda sekeluarga? Apa yang menurut Anda bisa memenuhi semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, tentukanlah waktu pertemuan Anda. Dan saat bertemu dengan prospek Anda, gunakanlah The Law of Attraction mengikuti langkah-langkah berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Temukan alasan Anda mengundangnya ke pertemuan Anda.&lt;br /&gt;2. Tanyakan padanya tentang sasaran keuangan dan kesejahteraannya.&lt;br /&gt;3. Dengarkanlah segala hal yang membuatnya tidak puas, dan apa yang membuatnya puas di dalam hidup dan karirnya.&lt;br /&gt;4. Tanyakan padanya apakah ia tertarik, dan kapan ia mau memulainya.&lt;br /&gt;5. Jelaskan tentang organisasi MLM atau Network Marketing Anda dan kredibilitasnya.&lt;br /&gt;6. Jelaskan tentang produk Anda dan manfaatnya.&lt;br /&gt;7. Jelaskan sistem kompensasi yang berlaku.&lt;br /&gt;8. Jelaskan sistem pelatihan dan support system yang ada.&lt;br /&gt;9. Buatlah ringkasan selama 60 detik, kemudian tanyakan, "bagaimana?" Jika mereka cukup puas tanyakan, "apakah Anda siap memulai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETER PEARSON, Ph.D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter adalah seorang psikolog. Risetnya menunjukkan bahwa seorang distributor MLM secara rata-rata hanya bisa membuat 1,7 orang mau menerjuni bisnis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seseorang merasa khawatir atau terancam, ia akan cenderung tidak mengambil tindakan. Bagaimana ini bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, rasa was-was adalah sebuah respon yang terkondisi. Kedua, ada bagian di dalam otak manusia yang menyimpan pengalaman buruk. Dua hal ini, punya tujuan protektif agar terhindar dari "sakit" yang sama. Merasa tertipu oleh MLM atau Network Marketing misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu, menuntut keahlian Anda untuk menyuntikkan pikiran positif, open mind, dan emosi yang tepat ke dalam diri prospek Anda. Dan jika Anda yang mengalami ketakutan untuk mensponsori prospek Anda, itu tanda bahwa Anda masih kurang pengetahuan. Benahilah ketakutan dan kekurangtahuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LISA JIMENEZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah upaya mengembangkan jaringan distributor dan downline, seperti orang tua melatih anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Validasi sistem keyakinan dasar Anda, bahwa itu semua sesuai dan sejalan dengan bisnis Anda dan apakah Anda orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan dalam bisnis yang tepat.&lt;br /&gt;2. Singkirkan kekhawatiran Anda tentang kesuksesan Anda.&lt;br /&gt;3. Singkirkan keyakinan negatif Anda tentang uang dan menjadi kaya.&lt;br /&gt;4. Pilihlah prospek yang tepat.&lt;br /&gt;5. Jadilah magnet dan bangunlah hubungan baik.&lt;br /&gt;6. Lihatlah diri Anda sebagai seorang entrepreneur, yang akan menciptakan entrepreneur lain.&lt;br /&gt;7. Gunakan berbagai contoh dan katalog dalam bentuk gambar.&lt;br /&gt;8. Undanglah prospek Anda untuk melihat gambaran yang lebih besar, terlibatlah dalam diskusi pribadi dengan mereka, lakukan dream building bersama mereka, dan lekatkan bisnis Anda ke impian mereka.&lt;br /&gt;9. Dalam waktu kurang dari 48 jam, berikan mereka pelatihan jika mereka memutuskan untuk bergabung. Kebanyakan orang sangat haus tentang leadership.&lt;br /&gt;10. Tetap hargai mereka jika mereka menolak yang Anda tawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak suka dengan MLM atau Network Marketing? Download eBook gratis "1.357 Peluang Usaha Non MLM" dengan bergabung di &lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/bicara/"&gt;Milis Bicara&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya terserah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Ingin Anda Sukses,&lt;br /&gt;Saya Harus Membuat Anda Sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan Sopa&lt;br /&gt;Trainer E.D.A.N.&lt;br /&gt;021-70096855&lt;br /&gt;&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/bicara/"&gt;http://milis-bicara.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: medium none ; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-961988310384055886?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://milis-bicara.blogspot.com/2007/11/tips-169-sukses-bersama-mlm-atau.html' title='Sukses Bersama MLM Atau Network Marketing ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/961988310384055886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=961988310384055886&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/961988310384055886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/961988310384055886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/12/sukses-bersama-mlm-atau-network.html' title='Sukses Bersama MLM Atau Network Marketing ?'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-3833661496613610628</id><published>2007-12-13T16:13:00.003+07:00</published><updated>2008-10-30T13:21:01.433+07:00</updated><title type='text'>Nak, Selamat Ulang Tahun...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R2EFdD9ww4I/AAAAAAAAAE0/-Yh7Q7gppKI/s1600-h/Lila_New.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R2EFdD9ww4I/AAAAAAAAAE0/-Yh7Q7gppKI/s200/Lila_New.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5143398246272516994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Nak,..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hari ini bertambah usiamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;empat tahun sejak kau hadir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hanya cinta yang engkau semaikan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;dalam kalbu kami, Ayah Bunda-mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;senyum, tawa, bahkan tangismu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;menambahkan kasih dan rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;ingin mendekapmu dekat, selalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;nak,..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;namamu adalah ungkapan do'a&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;agar setiap memanggilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ayah, Bunda, kakakmu dan engkau sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;sadar akan Sang Esa&lt;br /&gt;tujuan hidup paling hakiki,..Illahi Robbi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;yang telah sempurna mengantarmu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kepada kami...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Khalila Humaira : "Putri tersayang dengan pipi kemerahan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Karena kau, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;kata sayang pun seakan kurang makna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;cinta kasih kami, Ayah Bundamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;akan melingkupi hidupmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;berjalan melewati malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;hingga bersua fajar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nak, selamat ulang tahun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Untuk Anakku, Khalila Humaira Baso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selamat hari ulang tahun ke-4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;13 Desember 2007&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-3833661496613610628?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/3833661496613610628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=3833661496613610628&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3833661496613610628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3833661496613610628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/12/nak-selamat-ulang-tahun.html' title='Nak, Selamat Ulang Tahun...'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R2EFdD9ww4I/AAAAAAAAAE0/-Yh7Q7gppKI/s72-c/Lila_New.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-8690808078477677156</id><published>2007-12-08T11:07:00.003+07:00</published><updated>2008-10-30T13:21:21.517+07:00</updated><title type='text'>Jilbab Di Pelukan Bendera Amerika</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R1omMj9ww3I/AAAAAAAAAEs/q9Q1dgRioz8/s1600-h/Hijab2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R1omMj9ww3I/AAAAAAAAAEs/q9Q1dgRioz8/s200/Hijab2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141463921851417458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Tulisan dibawah ini diambil dari milist&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:urangsunda@yahoogroups.com" target="_blank" href="http://us.f610.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=urangsunda@yahoogroups.com"&gt;&lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_0"&gt;urangsunda@yahoogro ups.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . Saya yakin tulisan ini tidak bermaksud untuk memojokkan satu kelompok atau negara  dan meninggikan kelompok atau negara lain. Ini hanya sebatas kisah anak manusia di sepenggalan perjalanan hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jilbab Di Pelukan Bendera Amerika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Oct 19, '07 12:42 PM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; for everyone&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; (Catatan suka-duka dunia kerja di USA) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Menapakkan kaki yang entah ke berapa puluh kalinya di sana – selalu ada rasa itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasa yang sulit untuk dijabarkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;seperti ketika membaca tulisan Office of the Immigration Judge tertatah di marmer hitam itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Marmer dingin itu pernah aku duduki sampai petugas keamanan menghampiriku, melarangku duduk di sana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tersipu malu ketika menyadarinya, dengan kata maaf kuseret tas kerjaku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;dan pindah duduk ke kursi taman. Beberapa perahu cantik dengan tenang melintas di sungai besar di tepi gedung pengadilan imigrasi &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_1"&gt;Miami&lt;/span&gt; di pojokan One River View Square itu, seolah tak perduli pada sibuknya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;wajah-wajah lalu lalang yang silih berganti melewati pintu penjagaan. Wajah-wajah itu tak beda banyak dengan wajahku, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;berkulit coklat hangat - juga seperti kulitku. Wajah-wajah Hispanic seperti wajah-wajah anak negeriku itu terasa begitu dekat di hati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Kuhabiskan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Cuban coffee yang kubeli dari café di dalam ruang tunggu dan kulirik jam tanganku. Sudah waktunya untuk masuk ke ruang sidang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Di lantai tujuh ada satu ruang besar khusus untuk para penerjemah, tapi setiap aku menengok ke ruangan itu selalu saja &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;gelap dan sepi. Akupun jadi lebih suka menunggu di luar gedung pengadilan di tepian sungai sambil minum kopi khas &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_2"&gt;Miami&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;dan memandangi perahu yang lewat, melamun dan mereka-reka apa kiranya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;kasus yang akan disidangkan pada hari itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Kebanyakan kasus &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;orang &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_3"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; adalah over stay karena masa berlaku visa yang sudah kadaluwarsa. Banyak orang yang bertahan untuk berada di Amerika sampai melewati batas waktu yang diberikan. Krisis moneter yang menggoncang ibu pertiwi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;beberapa tahun silam adalah salah satu penyebab utama kenekatan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Banyak yang mati-matian mempertahankan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;kenyamanan bekerja di negeri Paman Sam ini meski itu secara illegal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Meski itu harus kucing-kucingan dengan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_4"&gt;FBI&lt;/span&gt; dan petugas negara lainnya. Akibatnya, ketika harus duduk di ruang pengadilan imigrasi, sebagian besar dari mereka dideportasi karena melanggar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;hukum dan aturan yang berlaku di negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Untuk menghindari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;kemungkinan dipulangkan itu, banyak yang meminta suaka politik dengan mengacu pada rentetan tragedi 1998 antara lain pemerkosaan wanita-wanita keturunan Cina, pembakaran gereja-gereja, diskriminasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;terhadap kaum minoritas, penembakan mahasiswa universitas Trisakti dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; reformasi yang mengawali lengsernya kepemimpinan pemerintah orde baru. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Sementara itu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;dari sudut Amerika sendiri tragedi 911 telah meluluh lantakkan kepercayaan Amerika pada dunia luar dan khususnya pada negara-negara berbasis Islam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Bila keadaan ini dihubungkan dengan politik luar negeri dan situasi keamanan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_5"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;, maka peristiwa pemboman yang beruntun dari bom di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_6"&gt;Bali&lt;/span&gt;, bom di hotel Marriott, bom di kedutaan Australia, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;bom di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_7"&gt;Bali&lt;/span&gt; yang lebih besar lagi – dan entah daftar perilaku kebiadaban yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;menewaskan orang tak bersalah yang mana lagi - mengakibatkan negeriku masuk daftar 25 negara yang dicurigai sebagai "sarang" teroris. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sungguh fakta sejarah kelabu negeriku yang menyesakkan hati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Pemikiranku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;tentang kekalutan politik Indonesia dan terorisme langsung lenyap &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;ketika mataku tertuju pada kursi di sebelah kursi pengacara. Seorang wanita muda, kurus kecil dan tampak pucat sepucat jilbabnya, duduk di kursi itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kepalanya tertunduk memandangi jari-jarinya yang berkaitan satu dengan lainnya. Dari bahasa tubuhnya yang resah dan gelisah, ia kelihatan takut dan tak nyaman duduk di kursi kulit warna merah marun gelap dan berada di ruangan pengadilan yang dingin itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; "Nama saya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Neneng, asal dari Cianjur. Usia tujuhbelas tahun. Orang tua saya miskin dan tidak punya pekerjaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Waktu saya umur 12 tahun saya dijual oleh orang tua saya kepada tetangga dengan bayaran limapuluh kilogram beras. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Lalu saya dibawa ke agen tenaga kerja di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_8"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Setelah training bahasa Arab dan pekerjaan rumah tangga lainnya saya dikirim ke Arab Saudi untuk menjadi pembantu sebuah keluarga dengan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_9"&gt;lima&lt;/span&gt; anak kecil-kecil. Tadinya saya senang karena saya kira saya akan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;punya kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Tapi ternyata majikan saya mendapat pekerjaan di sini maka sayapun dibawa ke negeri ini." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Ruangan hening. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Semua pertanyaan dari hakim dijawabnya dengan suaranya yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;pelan dan terdengar gemetaran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; "Majikan saya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;punya adik yang berdekatan apartemennya. Mereka juga punya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;anak &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_10"&gt;lima&lt;/span&gt; yang seusia dengan anak-anak majikan saya. Tiap hari mereka datang ke apartemen kami, dan saya harus mengasuh dan menjaga semuanya. Total sepuluh anak. Kalau ada anak yang berkelahi, jatuh atau terluka, maka saya dipukuli, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;ditendang, atau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;ditampar oleh majikan saya. Kadang pakai sepatu, pakai kayu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;pakai tangan atau apa saja yang bisa dipukulkan ke badan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Kadang anak-anaknya juga memukuli saya, meniru ibunya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sampai akhirnya saya tidak tahan lagi dan waktu mereka tidur saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; lari ke masjid di dekat apartemen mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Neneng putus-putus menahan isak. Sesekali ia mengambil nafas kala suaranya mulai menyesak di lehernya, dan berulangkali mengusap mata basahnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;dengan ujung jilbab putihnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Dan di masjid itu kamu bertemu dengan istri bapak ini?" Tanya hakim seraya menunjuk pada seorang lelaki setengah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;baya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dokter anak dari Mesir - yang duduk di bangku panjang di belakang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ruangan, mengikuti jalannya persidangan dengan tenang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; "Ya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan istri bapak ini membawa saya ke rumahnya, dan sampai sekarang saya tinggal bersama mereka dan belum kembali ke rumah majikan saya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Saya takut kembali ke sana lagi. Saya takut dipukuli lagi. Saya tahu saya salah karena melarikan diri dari rumah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;majikan saya. Saya mau dihukum penjara, tapi tolong jangan kembalikan saya pada majikan saya." Tanpa bisa dihentikan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Neneng menangis tergugu. Hakim sesaat terpaku sebelum memberikan waktu istirahat setengah jam, lalu menyelinap ke luar ruang sidang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Neneng adalah wajah dalam cermin kemiskinan negeriku. Refleksi bayangan ketidakmampuan bangsaku untuk mengayominya dan keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ekonomi carut marut negara memaksa anak sebelia itu untuk jadi tenaga kerja di negeri orang. Tanpa digaji, malah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;disiksa. Ternyata jiwa perbudakan di mana-mana masih juga ada! Pikiran Neneng sangat sederhana. Yang dia tahu orang tuanya sudah melakukan transaksi jual beli atas dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ada sebersit harapan sewaktu datang ke Arab Saudi untuk bisa menunaikan ibadah haji. Meski seumur hidup hanya sekali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Menginjakkan kakinya di tanah suci adalah hal yang sungguh tak ternilai dalam hidupnya. Dan bila ketidakmengertiannya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;bahwa kepergiannya ke Arab Saudi itu tak ada hubungannya dengan naik haji karena &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;ia adalah pembantu rumah tangga yang tak punya hak diri, itu tanggung jawab siapa? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Negeriku adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;negeri yang konon bangga dengan jumlah Muslimnya yang terbesar di dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tapi apakah jumlah itu punya daya, mampu memberikan hak dan perlindungan pada anak-anak seperti Neneng dan jutaan Neneng lainnya? Aku tercenung lama dan terbersit tanya, kapan negeriku yang gemah ripah loh jinawi bisa memberikan ketentraman pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;anak-anak bangsanya sendiri, sehingga tak perlu mereka mencari dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;mengais rejeki di negeri orang. Sebagai anak bangsa &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_11"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; aku &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;sungguh malu. Tapi sesungguhnya adakah pilihan itu? Andaipun ada, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Neneng tak pernah memiliki pilihan itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Amerika tak bisa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;dipungkiri - adalah negara yang dibenci banyak negara lain di dunia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ia dikutuk! Dihujat! Dimaki! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Tapi seiring dengan itu Amerika juga adalah bangsa yang dicintai, perlindungan dan keamanannya dicari, stabilitas ekonominya diingini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dan dengan seribu satu macam alasan dan tujuan, manusia dari seluruh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;penjuru dunia berlomba untuk hijrah ke negara ini. Dan rasa yang kulihat di wajah-wajah bertaburan keluar masuk di pintu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;pengadilan imigrasi itu adalah rasa yang berkecamuk antara harapan untuk menetap, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;bekerja keras dan berpenghidupan yang lebih baik di Amerika atau harus pulang dan tak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;tahu kehidupan apa yang menanti di negara asalnya masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Kasus Neneng, bukanlah kasus di mana orang yang ketahuan overstay lalu minta suaka dengan merekayasa cerita tentang kebobrokan bangsa atau kebiadaban manusia di tanah air. Kasus Neneng bukanlah kasus &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;di mana dia ingin mendapatkan green card dan visa kerja di Amerika – sementara apa itu green card dan apa itu social security Neneng tak pernah tahu dan dengar. Kasus Neneng, adalah akibat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;penjajahan kemiskinan dan kebodohan yang makin merajalela di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;negerinya, yang juga adalah negeriku. Dan Amerika pun dengan tulus memunguti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;serpihan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_12"&gt;luka&lt;/span&gt; yang berhamburan di benuanya ini dan melindungi Neneng &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;ini dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Neneng-Neneng lainnya dalam rengkuhan senyum tipis Lady Liberty yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;bersahaja tapi sarat makna: Give me your tired, your &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;poor… &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Hakim kembali ke &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;ruang sidang siap dengan keputusannya, atas nama negara Amerika. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kudengar suara lembut keibuannya yang tak pernah kubayangkan akan terdengar dari sidang pengadilan seperti ini ketika Neneng &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;memberikan persetujuannya dijadikan anak negara. Neneng diberi hak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;untuk bersekolah dengan biaya negara, diberikan pekerjaan dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;gaji minimum, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;mendapat tempat tinggal, diberi jaminan pelayanan kesehatan seumur &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;hidupnya. Dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Neneng diberi kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;agamanya. Terdengar dokter Mesir itu membisikkan puji &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;syukur, "Allahu Akbar" .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Sore itu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;sementara menunggu taksi untuk kembali ke bandara udara, dengan hati &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;menyesak rindu pada kampung halaman kuguratkan tulisan di lembar kertas kuning lagu yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;kuingat sebagai penutup acara televisi di masa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;kecilku, "Tanah airku &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_13"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; . Negeri elok amat kucinta. Tanah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;tumpah darahku yang mulia. Yang kupuja sepanjang masa. Tanah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;airku aman dan makmur. Pulau kelapa yang amat subur. Pulau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;melati pujaan bangsa sejak dulu kala… " dari tempat dudukku di tepian sungai di sudut One River View Square. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; Dan Neneng, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;sekuntum melati bangsaku yang tak pernah hidup dalam negeri yang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;aman dan makmur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; itu kini jauh dari &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_14"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;, negeri elok yang hanya ada dalam lagu penutup acara di tivi itu. Hari ini dan hari esoknya bergantung pada belas kasih dan perlindungan negara ini. Ketika kulihat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;taksiku datang aku &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197083977_15"&gt;segera&lt;/span&gt; beranjak. Sekilas kuletakkan tanganku di marmer hitam di depan gedung pengadilan imigrasi itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dan bayangan wajah bercahaya Neneng yang berjilbab putih mengenakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;toga dan merengkuh selembar diploma di tangannya, dengan latar belakang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;bendera Amerika - melintas di mataku yang mulai berembun.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-8690808078477677156?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/8690808078477677156/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=8690808078477677156&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8690808078477677156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/8690808078477677156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/12/jilbab-di-pelukan-bendera-amerika.html' title='Jilbab Di Pelukan Bendera Amerika'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R1omMj9ww3I/AAAAAAAAAEs/q9Q1dgRioz8/s72-c/Hijab2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-4716799489163386769</id><published>2007-11-21T17:22:00.003+07:00</published><updated>2008-10-30T13:21:30.035+07:00</updated><title type='text'>“Edensor”: Bermimpilah!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R0QIBIIrDSI/AAAAAAAAAEk/evEwMLCu1wY/s1600-h/edensor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R0QIBIIrDSI/AAAAAAAAAEk/evEwMLCu1wY/s200/edensor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135238290565958946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menggugah imajinasi, membawa hayal menembus batas mimpi! Itu kesan saya terhadap novel "Edensor" karya Andrea Hirata. Padahal saya cuma baca resensinya saja dari blognya &lt;a href="http://setta.blogs.friendster.com/"&gt;Seta&lt;/a&gt;. Wuih! gimana kalo' baca novelnya ya?.  Ini neh resensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jalan-jalan desa menanjak berliku-liku dihiasi deretan pohon oak berselang-seling di antara jerejak anggur yang ditelantarkan. Lebah madu berdengung mengerubuti petunia. &lt;/em&gt;Daffodil&lt;em&gt; dan&lt;/em&gt; astuaria&lt;em&gt; tumbuh sepanjang pagar peternakan, berdesakan di celah-celah bangku batu. Di belakang rumah penduduk tumpah ruah dedaunan berwarna orange, mendayu-dayu karena belaian angin. Lalu terbentang luas padang rumput, permukaannya ditebari awan-awan kapas…&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;(hal. 274) &lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                                     # &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Aku bergegas meminta sopir berhenti dan menghambur ke luar. Ribuan fragmen ingatan akan keindahan tempat ini selama belasan tahun, tiba-tiba tersintesa persis di depan mataku, indah tak terperi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Kepada seorang ibu yang lewat aku bertanya, “Ibu, dapatkah memberi tahuku nama tempat ini?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Ia menatapku lembut, lalu menjawab. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         &lt;em&gt;&lt;strong&gt;“Sure lof, it’s Edensor …”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (hal. 288) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                                      # &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Ya, tidak salah memang, "Edensor" adalah nama sebuah desa khayalan yang dikutip dari novel karya Herriot, “Seandainya Mereka Bisa Bicara”, kenangan A Ling untuk Ikal—sang tokoh protagonis. Khayalan terhadap desa ini telah menghantarkan Ikal (dan Arai) menjelajahi setiap jengkal tanah di Benua Biru—Eropa, hingga menjamah Gurun Sahara dan Zaire di Benua Hitam—Afrika. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                                       # &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Itulah kata kunci yang menjadi benang merah novel “Edensor”. Novel ketiga dari tetralogi “Laskar Pelangi” (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) karya Andrea Hirata, alumni FE UI yang mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi &lt;em&gt;master of science&lt;/em&gt; di Université de Paris, Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Kalau novel pertama “Laskar Pelangi” berkisah tentang masa kecil para Laskar Pelangi dengan latar SD Muhammadiyah nun jauh di kampung halamannya di pesisir Belitong (Provinsi Babel) sana, dan novel kedua, “Sang Pemimpi” bercerita mengenai Ikal saat merantau ke Jakarta, maka “Edensor” mengupas kehidupan Ikal dan Arai semasa menempuh kuliah di Université de Paris, Sorbonne, Prancis dan petualangan-petualangan gilanya menaklukkan 31 negara di dataran Eropa dan separo Afrika &lt;em&gt;&lt;strong&gt;dengan cara mengamen menjadi manusia patung ikan duyung untuk membiayainya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Berbekal visa Schengen-nya yang memungkinkan seseorang bebas keluar masuk banyak negara Eropa, kita akan diajak berkeliling benua Biru itu dengan segudang keunikan masing-masing kota di setiap negara yang disinggahi Ikal dan Aray. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Dimulai dari &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Groningen’s Red Zone&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;—sebuah kompleks lokalisasi di ujung utara Belanda. Membungkus diri dalam &lt;em&gt;sleeping bag&lt;/em&gt; di sudut stasiun Kõln—Jerman. Menjelajah kawasan Skandinavia—dari Denmark, Swedia, Norwegia, Islandia, hingga kota terakhir Helsinky di Finlandia. Terlunta-lunta dan kelaparan berbulan-bulan di pedalaman miskin negeri Beruang Merah yang terbentang belasan ribu kilometer dari Belomorsk di titik paling timur hingga Olovyannaya di ujung paling barat Rusia. Singgah ke ujung dunia—Belush’ye, yang berada di Taiga Siberia, bagian dari Siberia yang paling pelosok berbatasan langsung dengan Samudra Artik dan Kutub Utara yang jika musim dingin suhunya merosot hingga minus 46 derajat celcius. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Berdiri di atas kapal fery di tengah Laut Kaspia dan tiba di Akropolis, gudangnya para filosof dunia itu—Yunani. Melintasi negeri-negeri Balkan dan nyaris kehilangan nyawa saat di rampok kawanan begundal di kota terpencil nan kumuh Crainova, di pelosok Rumania. Menyebrangi Laut Baltik dari pelabuhan Estonia ke Hamburg—Jerman, dan kembali menjelajah Eropa Barat menerobos Genewa, Swiss. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         Bertatap muka dengan Oruzgan Mourad Karzani di Austria, pahlawan besar Balloch yang menumbangkan resimen Tentara Merah di Lembah Towraghondi tahun 1988. Salah satu penentu hengkangnya Rusia setelah dua belas tahun menginvansi Afganistan. Oruzgan adalah pejuang Mujahiddin yang mendapat suaka politik di Austria setelah bertikai dengan Aliansi Utara milisi Taliban. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Kemudian kita diajak singgah di Venesia dengan gondola-gondola yang meluncur syahdu di kanal-kanal yang berkilauan. Mengunjungi Colosseum Verona, tempat dimana konon William Shakespeare menulis kisah cinta terbesar dalam sejarah umat: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Romeo and Juliette&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Kemudian bertemu dengan Andrea Galliano—seorang wanita Italia yang dulu pernah dianggap sinting karena memanjat tiang telepon dan mengancam menerjunkan diri jika Elvis Presley—artis pujaannya, tak membalas suratnya, di Milan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Oi, kalian percaya tidak kalau ternyata nama depan Andrea Hirata diambil dari nama depan wanita Italiano itu? &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Begitulah, dari Milan, Ikal dan Arai akan memaksa kita menuju Jembatan Ponte Vechio di Florence di selatan Italia yang sangat unik karena lengan-lengan jembatan itu dilekati rumah-rumah penduduk berusia ratusan tahun, bertingkat-tingkat seperti kandang merpati. Dan, akhirnya terdampar di Mesina, kota sarang gembong mafia di Negeri Pizza, di Pulau Sisilia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Tidak puas di daratan Eropa, mereka melintasi Kanal Sisilia, Pulau Sardinia, dan Pantai Malta untuk kemudian merapat di Dermaga Kelibia, Tunisia, gerbang utara Afrika. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Selamat Datang di Benua Hitam! &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                                           # &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Jika buku-buku motivasi menguraikan banyak hal yang hanya berhenti sampai pada tataran teori, maka novel “Edensor” ini adalah sebuah kitab provokasi yang &lt;em&gt;proven&lt;/em&gt; karena penulisannya terinspirasi oleh perjalanan hidup Andrea Hirata sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         Pembuktian bahwa sekecil apapun mimpi-mimpi yang pernah kita miliki di masa lalu dan saat ini merupakan energi terdahsyat yang akan membawa kita untuk meraihnya di masa yang akan datang. Bahwa tidak ada hal sekecil apa pun terjadi karena kebetulan. Bahwa mimpi-mimpi masa kecil mampu menjadi pemain utama dalam pengembaraan nasib. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                                          # &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Dalam novel ini, kita juga akan menemukan kekhasan Andrea Hirata yang kampiun dalam bermetafora, pesan-pesan bijak dan akhir tiap mozaik yang mengejutkan dan penuh ironi menggelitik nan satire yang sungguh akan membuat kita terpingkal-pingkal—tertawa sampai menggigil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         Seperti kutipan di bawah ini, yang terdapat pada mozaik 38 “Enam Belas Tahun Tuhan Menunggu” hal. 243-244. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          …. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Sejak imam mengucapkan &lt;em&gt;basmallah&lt;/em&gt;, aku dan Arai terpejam, khusyuk. Suara imam mendayu dalam masjid yang senyap. Aku dan Arai terhanyut. Senandungnya perlahan membawaku melayang ke Masjid Al-Hikmah di kampungku di Belitong, sebab lekukan tajwid, gaya, dan lagu imam sangat mirip dengan senandung imam kampung kami, Taikong Hamim. Ayat demi ayat mengalir, membelai-belai dan aku tercabut dari masjid itu. Aku serasa berdiri bersama puluhan anak Melayu di shaf belakang Masjid Al-Hikmah. Suasana tentram dan damai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Namun ketika Imam Oruzgan sampai pada ayat terakhir Al-Fatihah, &lt;em&gt;Waladh-dhoooolliiiin&lt;/em&gt; …. kekhusyukanku sontak berantakan. Aku terperanjat mendengar jeritan panjang, nyaring meliuk-liuk, seperti serigala mengundang kawin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         &lt;em&gt;“Aaammmiiinnn … mmmmmiiinn … mmiiiiiiiinnnnn … mmmiiiiiiiiiinnnn ….” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Rupanya Arai melolong seperti dulu sering dilakukannya di Masjid Al-Hikmah untuk mengejek Taikong. Aku lebih kaget lagi karena suara amin itu hanya sendiri, sebab madzab yang dianut jamaah masjid ini hanya mengucapkan amin dalam hati. Suara Arai nyaring bergema-gema, meliuk-liuk, terpantul-pantul sendirian dari pilar ke pilar dalam ruangan besar itu. Di sebelahku tubuh Arai bergetar-getar hebat, kulitnya yang menempel padaku menjadi dingin, keringatnya mengalir deras, dan giginya gemelutuk. Mashood mendengus-dengus seperti kambing bengek. Ia pasti setengah mati menahan tawa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;          Tuhan Tahu tapi Menunggu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, kata Tolstoy. Enam belas tahun Tuhan menunggu untuk membalas kejahatan Arai dengan rasa malu yang tak tertanggungkan pada jemaah Afghanistan yang terhormat. Ribuan kilometer dari Masjid Al-Hikmah di Belitong, nun jauh di negeri yang sedikit pun tak pernah terbayangkan, karma menemui Arai. Usai shalat Arai menghampiri Imam, ia bersikap &lt;em&gt;gentleman&lt;/em&gt;, memohon maaf dan mengatakan semua terjadi di luar kesadarannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          “Sesuatu yang berasal dari keisengan masa kecil, Imamku,” kilahnya menyesal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Imam tersenyum simpul. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          &lt;em&gt;“My brother,”&lt;/em&gt; sapanya halus. “Tak selembar pun daun jatuh tanpa sepengetahuan Allah.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Kami bergegas kabur. Dari kejauhan kulihat segerombolan besar orang tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut, sampai terduduk-duduk. Mashood tergopoh-gopoh meraih sepeda ontelnya, pontang-panting menyusul kami. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          &lt;em&gt;“Brothers, brothers …. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;          “Very very goooood ….” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                                             # &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Dan, bagi Anda yang mempunyai &lt;strong&gt;mimpi&lt;/strong&gt;—ya, hanya sebatas mimpi bolehlah seperti saya juga, untuk bisa menginjakkan kaki di Benua Biru, lebih khusus lagi dalam rangka melanjutkan studi, saya pikir “Edensor”—yang termasuk salah satu nominasi calon peraih Katulistiwa Award 2007, mungkin bisa menjadi sebuah referensi yang perlu untuk dibaca sekaligus menghibur. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;          Anda tidak percaya? Buktikan saja sendiri! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;                                                               # &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         Selasa pagi, 20 November 2007 03:14 a.m&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54486/337/4D304FDA661CFEAB07A238E8C9D40A93.png" style="border: none; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-4716799489163386769?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=11502867' title='“Edensor”: Bermimpilah!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/4716799489163386769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=4716799489163386769&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4716799489163386769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4716799489163386769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/11/edensor-bermimpilah.html' title='“Edensor”: Bermimpilah!'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/R0QIBIIrDSI/AAAAAAAAAEk/evEwMLCu1wY/s72-c/edensor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-6840051460255594215</id><published>2007-11-15T14:44:00.001+07:00</published><updated>2007-11-15T15:15:43.273+07:00</updated><title type='text'>Kita Seperti Impian Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rzv_xoIrDQI/AAAAAAAAAEU/ddp6xPdO1-o/s1600-h/optimis.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rzv_xoIrDQI/AAAAAAAAAEU/ddp6xPdO1-o/s200/optimis.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132977428371279106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Hari ini dapat email yang "inspiring" banget dari teman milist (jokoglobal@yahoo.co.id). Saya post disini setelah di edit sedikit...here it sounds...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;.....Aku sesuai dengan prasangka hamba-hambaKu kepadaKu (Hadist Qudsi-HR. Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSAHABAT DENGAN GAGAL..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&lt;br /&gt;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Alam Nasrah [94]: 5-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sunnatullah setiap manusia pernah mengalami kegagalan, para nabi-nabi juga pernah gagal.&lt;br /&gt;Hukum pertama untuk berhasil adalah berani gagal. Kita tidak akan tahu seberapa jauh kita bisa terbang kalau kita tidak pernah mencoba. Karena kegagalan sesungguhnya adalah berhenti untuk mencoba lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada orang yang langsung lancar bersepeda tanpa jatuh pada kesempatan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu belajar jalan kita sudah mengalami jatuh berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah tidak langsung sukses berdakwah di Mekkah pada masa-masa awal Islam turun, padahal beliau utusan Tuhan. Bahkan, beliau sampai harus hijrah ke Madinah karena ditolak orang-orang jahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Alfa Edison mengalami 2000 kali kegagalan sebelum menemukan lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debut pertama &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1195112355_0"&gt;Elvis Presley&lt;/span&gt; di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195112355_1"&gt;Las Vegas&lt;/span&gt; thn 1956 dibatalkan karena tiketnya tidak laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wright bersaudara gagal dan dihina sebelum berhasil menemukan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195112355_2"&gt;Abraham Lincoln&lt;/span&gt; 45 tahun gagal sebelum akhirnya sukses sebagai Presiden Amerika yang menghapus perbudakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya Afrika Selatan kalau &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1195112355_3"&gt;Nelson Mandela&lt;/span&gt; berhenti melawan apartheid (diskriminasi ras) setelah 25 thn dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak akan ada di dunia jika saja dulu ayah kita takut ditolak waktu melamar ibu kita. Hee..hee..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal cuma bagian dari proses belajar untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So,..gagal? Biasa aja lagi!!! Ayo..coba lagi dengan lebih baik..Optimislah !!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-6840051460255594215?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/6840051460255594215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=6840051460255594215&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6840051460255594215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6840051460255594215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/11/kita-seperti-impian-kita.html' title='Kita Seperti Impian Kita'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rzv_xoIrDQI/AAAAAAAAAEU/ddp6xPdO1-o/s72-c/optimis.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-3819377787901474901</id><published>2007-11-10T10:21:00.000+07:00</published><updated>2007-11-10T10:27:29.544+07:00</updated><title type='text'>Yang Mendapat Nikmat</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzUkVCgDgsI/AAAAAAAAAEM/UGEOjJRL_y0/s1600-h/PrayAlone1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzUkVCgDgsI/AAAAAAAAAEM/UGEOjJRL_y0/s200/PrayAlone1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131047294325719746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sungguh, tidak mudah menjadi terasing; bersendirian dalam keyakinan, ucapan, serta amalan. Sebab tabiat manusia yang sosial, menghajatkan penerimaan yang layak dari sekitarnya. Ia selalu mencari komunitasnya agar diterima dan selalu bertanya, di manakah manusia ramai berada. Seperti perkataan Ibnul Qayyim, "Inilah keadaan mayoritas manusia, keadaan yang seringkali menghancurkan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang tidak mudah mencari kesalahan mayoritas, sebab semuanya tampak benar dan baik-baik saja. Aneh rasanya berbeda dengan mereka. Padahal mereka sendiri tidak pernah bertanya tentang kebenaran keyakinan dan perbuatan mereka, bahkan juga tentang duduk masalah sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ibarat ajaran kitab suci, penerimaannya diniscayakan, sedang penolakannya ditabukan. Mereka hanya menerima, melestarikan, dan membela apa yang ada. Mereka mencari siapa yang berbeda, karena ingin semuanya sama dan serupa. Mereka merasa telah menjadi pahlawan, meski entah untuk apa. Tapi siapa yang bisa menolak hidayah? Ketika ia menyinari dan menghidupkan kalbu, juga akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Membuat segala persoalan menjadi benderang, sehingga semuanya tampak sebagaimana seharusnya. Kemudian memberinya energi untuk menggugat. Bahkan kepada kelaziman yang telah diterima bulat. Hasilnya adalah keyakinan dan keberanian. Sebab hidup yang hanya sekali, memang harus membuatnya berarti! Akan selalu berbeda antara hamba yang kalbunya disinari iman dengan manusia yang berada dalam kegelapan. Antara mereka yang "bernyawa" dengan mereka yang telah binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka tidak akan pernah sama selama langit dan bumi masih ada. Bahkan ketika saat menghadap-Nya di akhirat telah tiba. Bahkan akhir dan kesudahannya. Manusia yang mendapat nikmat, adalah hamba-hamba yang ikhlas menerima kebenaran. Kalbu mereka bersinar karena al-Quran, ilmu, dan petunjuk. Mereka berjalan di bumi menyusuri shirathal mustaqim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mereka pun pernah menjadi mayoritas pada zamannya. Ketika langit menyentuh bumi, hingga ajaran Sang Pencipta langit tidak lagi diingkari. Kita harus percaya bahwa mereka pernah ada. Bahwa keyakinan mereka pernah juga menjadi yang paling banyak pengikutnya. Dan bahwa, saat itu, kebenaran bukanlah sebuah kemustahilan. Hingga manusia-manusia durjanalah yang justru menjadi asing dan tak lazim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meski kini, kita tak lagi berada dalam situasi yang sama, bukan berarti kita boleh menyerah begitu saja. Sebab kita hidup untuk Sang Pencipta yang sama, sedang zaman bisa berubah semaunya. Membolak-ballikkan logika kebenaran, juga siapa yang mayoritas dan siapa yang minoritas. Kita ingin menjadi hamba yang mendapat nikmat, bukan manusia yang dilaknat, dan bukan pula manusia yang sesat. Kita ingin hidup ini bermakna, sebab untuk inilah, sesungguhnya, kita diciptakan dan ada!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-3819377787901474901?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.ar-risalah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=58&amp;Itemid=1' title='Yang Mendapat Nikmat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/3819377787901474901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=3819377787901474901&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3819377787901474901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3819377787901474901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/11/yang-mendapat-nikmat.html' title='Yang Mendapat Nikmat'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzUkVCgDgsI/AAAAAAAAAEM/UGEOjJRL_y0/s72-c/PrayAlone1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-3957274219567043082</id><published>2007-11-08T12:05:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T12:18:24.084+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sufi : Ayah, Bagaimana Keadaanmu ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzKb_SgDgrI/AAAAAAAAAEE/LvV1tYgISus/s1600-h/KisahSufi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzKb_SgDgrI/AAAAAAAAAEE/LvV1tYgISus/s200/KisahSufi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130334437128766130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat itu Syech Hasan sedang duduk-duduk di depan rumahnya, tiba-tiba ada jenazah seorang laki-laki melintas di depan rumahnya menuju ke tempat pemakaman. Terlihat olehnya di belakang jenazah seorang anak wanita bersama para pelayat yang lain. Rambut wanita itu tergerai dan tidak henti-hentinya menangis. Jelas nampak dalam raut wajahnya rasa duka yang sangat mendalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="font-8i"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="font-8i"&gt;&lt;br /&gt;Syech Hasan berfikir bahwa mungkin anak wanita itu adalah Putri dari jenazah tadi. Segera saja Syech Hasan membuntuti iring-iringan jenazah tersebut dan mendekati anak wanita yang dari tadi menangis. Tatkala sudah dekat dengan anak wanita itu, Syech Hasan mendengar dengan jelas rintihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Ayah, belum pernah selama hidupku mengalami perasaan sedih dan duka yang sangat mendalam seperti yang aku alami sekarang ini. Aku benar-benar merasa kehilangan Ayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, belum pernah juga ayahmu mengalami kejadian yang menyusahkan seperti sekarang ini!" sahut Syekh Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba di sebuah mushalla, jenazah itu pun segera disholati dan kemudian dimakamkan. Derai tangis anak wanita tadi belum juga reda sampai acara pemakaman. Setelah acara pemakaman selesai para pengantar pun segera kembali ke rumahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, setelah menjalankan shalat subuh Syeikh Hasan kembali duduk-duduk santai di depan rumahnya. Namun selang beberapa lama kemudian, ia melihat anak wanita dengan jalan yang tergesa-gesa melintasi depan rumahnya. Rupanya, ia adalah anak wanita yang kemarin ditinggal mati oleh bapaknya. Anak wanita ini rupa-rupanya berjalan menuju tempat pemakaman. Merasa ada gelagat yang kurang baik, segera Syech Hasan mengikutinya dari kejauhan. Beliau ingin tahu apa sebenarnya yang ingin dikerjakan anak itu. Saat anak wanita itu memasuki makam, Syeikh Hasan mengintip dari tempat yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba anak wanita itu memeluk nisan dan pipinya yang basah dengan air mata ditaruh diatas gundukan makam ayahnya, seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai ayah, bagaimana tadi malam engkau menginap? Kemarin lusa aku masih mempersiapkan alas tidur untukmu. Lalu siapakah yang mempersiapkan alas tidurmu tadi malam? Kemarin lusa aku masih mempersiapkan lampu untuk menerangimu. Lalu siapakah gerangan yang mempersiapkan lampu untuk menerangimu tadi malam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai ayah, ketika badanmu terasa pegal-pegal, seringkali aku memijat badanmu. Lalu siapa lagi sekarang yang akan memijat-mijatmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai ayah," rintihnya lebih lanjut, "Ketika engkau merasa haus, dengan segera aku mengambilkan minuman untukmu. Namun siapakah yang mengambilkan engkau minum tadi malam? Ketika engkau merasa jemu dan penat tidur terlentang, maka segara aku balikkan engkau agar nyaman. Namun siapakah tadi malam yang mau membalik tubuhmu agar nyaman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan perasaan belas kasih, kemarin aku masih memandangi wajahmu. Tapi sekarang siapa lagi yang akan memandangi wajahmu seperti itu? Saat engkau memerlukan sesuatu, engkau segera memanggilku. Tapi bagaimana dengan malam tadi, siapakah yang engkau panggil? Bahkan kemarin lusa, aku masih memasakkan makanan untukmu. Tapi masihkah engkau juga menginginkannya dan siapa yang akan menyiapkan makanan untukmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata Syech Hasan tak sanggup lagi dibendungnya saat mendengar rintihan anak wanita itu. Air matanya berderai dengan derasnya berjatuhan satu persatu ke pipinya. Ia langsung menampakkan diri dari tempat persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah engkau mengucapkan kata-kata seperti itu, Nak!" hibur Syech Hasan sambil mengusap rambut wanita kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun katakanlah, "Wahai ayah, kemarin kami masih menghadapkan wajahmu ke arah kiblat. Lalu masihkah kini wajahmu menghadap ke kiblat ataukah telah berpaling darinya? Wahai ayah, saat kami menaruhkanmu di kubur, tubuhmu masih tampak utuh. Tapi masihkah sekarang keadaanmu seperti itu ataukah sudah habis dimakan ulat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ucapkan pula, Nak! Para ulama telah mengatakan bahwa seseorang yang sudah mati itu pasti akan ditanyai tentang keimanannya. Di antara mereka ada bisa menjawab dengan benar tapi ada juga yang tidak bisa menjawabnya sama sekali. Adakah ayah termasuk di antara mereka yang bisa menjawabnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka juga menjelaskan bahwa sebagian jenazah itu ada yang dijepit oleh liang kuburnya sendiri hingga tulang rusuknya hancur berantakan, tapi adakalanya pula yang merasa liang kuburnya tersebut sangat luas sekali. Lalu bagaimana dengan keadaan kubur ayah sekarang ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begitu juga ada keterangan yang menyebutkan bahwa kubur itu acapkali diganti dengan taman-taman surga, tapi adakalanya pula yang diubah menjadi jurang neraka. Lalu bagaimana dengan kubur ayah sekarang? Demikian pula ada yang menerangkan bahwa sebagian kafan itu kelak akan digantikan dengan kafan surga dan adakalanya pula yang diganti dari kafan neraka. Lantas dengan apakah kafan ayah digantikan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keterangan lain yang dikatakan oleh para ulama adalah bahwa kubur itu acapkali memeluk penghuninya sebagimana seorang ibu yang memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang. Tapi adakalanya pula yang mendapatkan marah dari kuburnya hingga menjepit sampai tulang belulangnya berserakan. Adakah kubur ayah sekarang marah ataukah sebaliknya memeluk ayah dengan kasih sayang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demikian juga bahwa para ulama telah menjelaskan, ketika seseorang telah memasuki kuburnya, maka bila dia sebagai orang yang bertakwa, ia akan menyesal karena merasa ketakwaannya belumlah seberapa. Begitu juga dengan orang yang durhaka. Mereka akan menyesal karena semasa hidupnya tidak mau berbuat kebajikan. Lantas apakah ayah tergolong mereka yang menyesal karena tidak pernah berbuat kebajikan ataukah mereka yang menyesal karena merasa ketakwaannya belumlah seberapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai ayah, cukup lama aku memanggilmu! Tapi mengapa engkau tidak menjawab sedikit pun panggilanku. Ya Allah, janganlah kiranya Engkau menghalangi pertemuanku kelak di akhirat dengannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai Syech Hasan mengajari seperti itu, anak kecil tersebut menolehkan kepalanya seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalimat-kalimat yang engkau ajarkan itu sungguh menyejukkan hatiku. Sehingga hatiku sekarang merasa lebih tentram dan memalingkan aku dari kelalaian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat anak wanita itu sudah tenang hatinya, segera saja Syech Hasan mengantarnya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, mudah-mudahan dari kisah ini ada hikmah dan pelajaran berharga yang bisa kita renungkan bersama. Tidaklah perkara dunia yang harus kita tanyakan atau kita pikirkan pada orang yang ada di dalam kubur, namun perkara akhiratlah yang harus kita tanyakan atau kita pikirkan pada orang yang sudah berada di alam kubur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-3957274219567043082?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.almihrab.com/berita.php?opo=detail&amp;kd_berita=162&amp;head=Kisah%20Sufi&amp;menux=9' title='Kisah Sufi : Ayah, Bagaimana Keadaanmu ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/3957274219567043082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=3957274219567043082&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3957274219567043082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3957274219567043082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/11/kisah-sufi-ayah-bagaimana-keadaanmu.html' title='Kisah Sufi : Ayah, Bagaimana Keadaanmu ?'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzKb_SgDgrI/AAAAAAAAAEE/LvV1tYgISus/s72-c/KisahSufi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-2630426536570489568</id><published>2007-11-06T16:39:00.000+07:00</published><updated>2007-11-08T11:53:14.934+07:00</updated><title type='text'>Inilah 10 Kriteria Aliran Sesat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzKWJSgDgqI/AAAAAAAAAD8/CLf3Br4hd24/s1600-h/MUI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzKWJSgDgqI/AAAAAAAAAD8/CLf3Br4hd24/s200/MUI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130328011857691298" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;Gagah Wijoseno - detikcom&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;font style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1194341888_0" size="2"&gt;Jakarta&lt;/font&gt;&lt;font size="2"&gt; - Bagaimana caranya menentukan suatu kelompok merupakan aliran sesat? Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan 10 kriterianya. Pedoman agar tidak tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman identifikasi aliran sesat dikemukakan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, &lt;/font&gt;&lt;font style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1194341888_1" size="2"&gt;Jakarta&lt;/font&gt;&lt;font size="2"&gt;, Selasa (6/11/2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kriterianya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau termuat kriteria-kriteria sesat, Sekretaris Umum MUI Ichwan Syam mengatakan, tidak serta merta seseorang atau kelompok dikelompokkan sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Butuh waktu dan pengkajian mendalam untuk mengeluarkan fatwa sesat. Kita teliti, dikaji dulu, baru dikeluarkan fatwanya," ujarnya. (sss/nrl)&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-2630426536570489568?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/06/time/123242/idnews/849046/idkanal/10' title='Inilah 10 Kriteria Aliran Sesat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/2630426536570489568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=2630426536570489568&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2630426536570489568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/2630426536570489568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/11/inilah-10-kriteria-aliran-sesat.html' title='Inilah 10 Kriteria Aliran Sesat'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RzKWJSgDgqI/AAAAAAAAAD8/CLf3Br4hd24/s72-c/MUI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-1356475188637554650</id><published>2007-11-02T16:02:00.000+07:00</published><updated>2007-11-02T17:09:04.025+07:00</updated><title type='text'>Cinta di Atas Cinta</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Ryr2Q6l0rvI/AAAAAAAAADs/N1JdajpT73M/s1600-h/Cinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Ryr2Q6l0rvI/AAAAAAAAADs/N1JdajpT73M/s320/Cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5128181896180969202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perempuan oh perempuan ! Pengalaman bathin para pahlawan dengan mereka ternyata jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Apa yang terjadi, misalnya jika kenangan cinta hadir  kembali di jalan pertaubatan seorang pahlawan? Keagungan!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Itulah, misalnya, pengalaman bathin Umar bin Abdul Aziz. Sebenarnya Umar seorang ulama, bahkan seorang mujtahid. Tapi ia dibesarkan di lingkungan istana Bani Umayyah, hidup dengan gaya hidup mereka, bukan gaya hidup seorang ulama. Ia bahkan menjadi trendsetter di lingkungan keluarga kerajaan. Shalat jamaah kadang ditunda karena ia masih sedang menyisir rambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, begitu ia menjadi khalifah, tiba-tiba kesadaran spiritualnya justru tumbuh mendadak pada detik inagurasi nya. Iapun bertaubat. Sejak itu ia bertekad untuk berubah dan merubah dinasti Bani Umayyah. Aku takut pada neraka katanya menjelaskan rahasia perubahan itu kepada seorang ulama terbesar zamannya, pionir kodifikasi hadits, yang duduk di sampingnya, Al Zuhri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memulai perubahan besar itu dari dari dalam dirinya sendiri, istri, anak-anaknya, keluarga kerajaan, hingga seluruh rakyatnya. Kerja keras ini membuahkan hasil; walaupun hanya memerintah dalam 2 tahun 5 bulan, tapi ia berhasil menggelar keadilan, kemakmuran dan kejayaan serta nuansa kehidupan zaman Khulafa Rasyidin. Maka iapun digelari Khalifah Rasyidin kelima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu ada harganya. Fisiknya &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:85%;" class="yshortcuts" id="lw_1193993633_1" &gt;segera&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; anjlok. Saat itulah istrinya datang membawa kejutan besar; menghadiahkan seorang gadis kepada suaminya untuk dinikahinya (lagi). Ironis, karena Umar sudah lama mencintai dan sangat menginginkan gadis itu, juga sebaliknya. Tapi istrinya, Fatimah, tidak pernah mengizinkannya; atas nama cinta dan cemburu. Sekarang justru sang istrilah YANG MEMBAWANYA SEBAGAI HADIAH. Fatimah hanya ingin memberikan dukungan moril kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu saat terindah dalam hidup Umar, sekaligus saat paling mengharu-biru. Kenangan romantika sebelum saat perubahan bangkit kembali, dan menyalakan api cinta yang dulu pernah membakar segenap jiwanya. Tapi saat cinta ini hadir di jalan pertaubatannya, ketika cita-cita perubahannya belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta dan cita bertemu atau bertarung, di sini, di pelataran hati Sang Khalifah, Sang Pembaru. Apa yang salah kalau Umar menikahi gadis itu? Tidak ada! Tapi, Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya masih harus kembali ke dunia perasaan semacam ini, Kata Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang terbelah dan tersublimasi diantara kesadaran psiko-spiritual, berujung dengan keagungan; Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta! Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya dengan sendu, Umar, dulu kamu pernah sangat mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang? Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya jauh lebih dalam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt; M Anis Matta Lc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sumber : Tarbawi 55/4/Muharram 1424H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-1356475188637554650?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/1356475188637554650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=1356475188637554650&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1356475188637554650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1356475188637554650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/11/cinta-di-atas-cinta.html' title='Cinta di Atas Cinta'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Ryr2Q6l0rvI/AAAAAAAAADs/N1JdajpT73M/s72-c/Cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-3626936610564167783</id><published>2007-10-05T16:10:00.000+07:00</published><updated>2007-10-05T17:28:50.736+07:00</updated><title type='text'>Menggadaikan "Cinta" untuk Yang Tercinta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwYRh_SKYMI/AAAAAAAAADc/wjup19N_-2U/s1600-h/ramadan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwYRh_SKYMI/AAAAAAAAADc/wjup19N_-2U/s200/ramadan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117797302174113986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Lelaki itu menatap bangunan di depannya dengan wajah gamang. Ia menghela nafas, lalu memandangi sesuatu yang ada di genggamannya. Dengan seksama ia mengamati barang di tangannya itu, seolah sesuatu yang amat berharga. Sekali lagi ia menarik nafasnya, memejamkan mata sebentar, kemudian melangkah masuk ke pintu bangunan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;" face="verdana"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beberapa saat berlalu, dan Yudi (25), nama lelaki itu, keluar dari pintu pegadaian dengan kepala tertunduk. Ayah satu anak ini tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya karena harus merelakan cincin kawinnya digadaikan di Pegadaian Pasar Senen. Ia terpaksa melakukan hal itu demi mendapatkan uang untuk berlebaran nanti. “Lebaran nanti keperluan banyak,“ ujarnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuturkan, gaji sebagai penjaga loket di Ancol tidak mencukupi, sementara THR-nya baru keluar seminggu setelah Lebaran. Padahal kebutuhan untuk berlebaran harus segera dibeli. Ia merencanakan menggunakan uang hasil gadai untuk membeli pakaian istri dan anaknya yang baru berumur tiga bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia tidak tega membiarkan istrinya berlebaran tanpa pakaian baru, karena saudara dan tetangga lainnya sudah berulang kali mengajak istrinya itu berbelanja. "Selama ini jawaban yang kami berikan adalah menunggu THR. Tapi yang ditunggu itu ternyata baru muncul nanti," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Yudi sedikit kecewa lantaran cincin emas seberat lima gram yang digadaikan hanya ditaksir Rp350 ribu. ”Tapi mau bagaimana lagi, cuma itu yang bisa digadai. &lt;em&gt;Yah,&lt;/em&gt; mudah-mudahan cukup,” ujarnya dengan nada rendah. Uang itu pun dilipatnya dan dimasukkan ke dalam kantong celana jins-nya yang robek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudi mengaku tindakannya itu atas sepengetahuan istrinya. ”Istri sudah setuju. Ini &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt; buat keperluan dia juga,” ujarnya sambil tersenyum kecut. Mereka berencana akan menebus kembali simbol ikatan cinta itu kelak setelah THR-nya keluar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mendekati hari Lebaran, pegadaian memang menjadi salah satu tujuan bagi mereka yang membutuhkan uang. Tak bisa dipungkiri, sebagian masyarakat kita memang masih hidup kekurangan. Sementara meniadakan hal-hal yang sudah menjadi "tradisi" Lebaran kadang sulit dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="verdana" style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena di hari Lebaran-lah satu-satunya kesempatan untuk pulang ke kampung halaman bagi sementara orang. Tak jarang pula Lebaran jadi satu-satunya momen untuk membeli baju baru, karena di luar itu tidak ada lagi uang yang ada, atau diusahakan ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan di waktu seperti inilah pegadaian menjadi tempat orang "memasrahkan" barang-barangnya. Tempat di mana beberapa orang terpaksa menggadaikan "cintanya" demi yang tercinta, seperti Yudi yang masih menerawang melihat jari manisnya yang kini polos.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Penulis&lt;/strong&gt; : M2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-3626936610564167783?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kompas.co.id/ver1/lebaran/index.cfm?s=6&amp;p=/ver1/Lebaran/0710/05/134422.htm#' title='Menggadaikan &quot;Cinta&quot; untuk Yang Tercinta'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/3626936610564167783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=3626936610564167783&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3626936610564167783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/3626936610564167783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/10/menggadaikan-cinta-untuk-yang-tercinta.html' title='Menggadaikan &quot;Cinta&quot; untuk Yang Tercinta'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwYRh_SKYMI/AAAAAAAAADc/wjup19N_-2U/s72-c/ramadan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-102676812558384685</id><published>2007-10-04T11:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T11:41:13.441+07:00</updated><title type='text'>Bantah Fitnah, PKS Keluarkan Bayan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwRupfSKYHI/AAAAAAAAADA/zBrR8ALwxdQ/s1600-h/pks.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwRupfSKYHI/AAAAAAAAADA/zBrR8ALwxdQ/s320/pks.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117336735651094642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;PKS akhirnya mengambil sikap setelah menghadapi berbagai fitnah dan tuduhan yang kerap diarahkan kepada partai dakwah itu. Dalam bayan (keterangan) yang berjudul “Risalah untuk mengokohkan ukhuwwah dan Ishlah”, PKS menyatakan prihatin terhadap fitnah yang belakangan gencar dilakukan oleh oknum tertentu terhadap para kader dan PKS sebagai organisasi politik sekaligus dakwah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“DPP PKS prihatin dengan masih terus disebarkannya beragam informasi yang tidak bertanggung jawab seperti pengedaran selebaran/fotokopian yang mengatasnamakan DPD/DPP PKS, juga melalui ceramah/pengajian yang bisa menjadi fitnah terhadap PKS, dan dapat mengganggu iklim ukhuwah yang sedang dijalin serta ikhawatirkan dapat mengurangi kekhusuan beribadah puasa, ” demikian bunyi salah satu kalimat dalam bayan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam hal ini, DPP PKS menyampaikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak sama dengan apa yang dilakukan kelompok yang disebut sebagai Wahabi. Disebutkan, PKS sangat menghormati perbedaan furuiyah dan mengedepankan ukhuwwah dan memahami bahwa ikhtilaf ijtihad bisa menjadi rahmat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dengan tinta tebal, bayan tersebut menuliskan “Karenanya melakukan tabdi' (membid'ahkan) dan takfir (mengkafirkan) para ulama apalagi para Wali songo yang sangat berjasa itu bukanlah Manhaj PKS yang menganut Ahlus Sunnah WaI Jama'ah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karenanya PKS tidak pernah mengeluarkan surat edaran yang berisi hujatan maupun pengharaman terhadap peringatan Maulid, Tahlilan, Barzanji yang dilakukan oleh ummat Islam di Indonesia penganut Ahlul Sunnah Wal jamaah. ”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pernyataan ini, menurut PKS dilatarbelakangi karena ada sejumlah fotokopi surat edaran yang mengatas namakan DPP atau DPD tanpa ada yang menandatanganinya dan menggunakan kop yang berbeda itu adalah palsu dan merupakan fitnah terhadap PKS.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- D(["mb", "menyelenggarakan peringatan Maulid dengan penceramah K. H Zainuddin MZ dan\u003cbr/\&gt;Habieb Rizieq Shihab. \u003cbr/\&gt;\u003cbr/\&gt;Poin kedua, dijelaskan bahwa PKS dalam melakukan aktifitasnya selalu\u003cbr/\&gt;mementingkan pengamalan prinsip tasamuh dan ta\'awun dan berorientasi\u003cbr/\&gt;kepada khidmatul ummah dengan tetap menghormati kekhasan dari\u003cbr/\&gt;masing-masing organisasi maupun pilihan hasil ijtihadnya, selama ia memang\u003cbr/\&gt;mempunyai rujukan di dalam AI-Quran, Assunnah maupun mazhab ahlu sunnah\u003cbr/\&gt;wal jamaah. Terlebih disadari pula bahwa banyak kader dan simpatisan PKS\u003cbr/\&gt;berasal dari berbagai macam latar belakang ormas keagamaan, seperti dari\u003cbr/\&gt;NU, Muhammadiyah. DDII, Persis, PUI, Hidayatullah dan lain-lain. \u003cbr/\&gt;\u003cbr/\&gt;Karena itu ditegaskan dalam bayan tersebut, PKS tidak akan pernah\u003cbr/\&gt;mengeluarkan doktrin untuk mengambil alih apalagi menguasai Masjid, jadwal\u003cbr/\&gt;Khotib, Rumah Sakit, Sekolah atau amal usaha milik organisasi lain.  PKS\u003cbr/\&gt;bahkan menginstruksikan kepada seluruh kademya untuk membantu ummat yang\u003cbr/\&gt;menjadi korban gempa di Yogjakarta dan lain-lain dengan berkomunikasi\u003cbr/\&gt;dengan para donatur untuk membangunkan/membangun kembali Masjid-masjid\u003cbr/\&gt;yang diwakafkan misalnya kepada Muhammadiyah di Prambanan. Bayan ini juga\u003cbr/\&gt;membantah adanya sekolah maupun radio partai yang menyampaikan takfir\u003cbr/\&gt;(mengkafirkan) dan membid’ahkan Wali Songo, terlebih Syaikh Abdul Qadir Al\u003cbr/\&gt;Jailani. \u003cbr/\&gt;\u003cbr/\&gt;Pada poin terakhir, keterangan yang ditandanani oleh H. Tifatul Sembiring\u003cbr/\&gt;selaku Presiden Partai dan DR. Surahman Hidayat selaku Ketua Dewan Syariah\u003cbr/\&gt;Pusat PKS, menyebutkan pihaknya seperti juga organisasi yang lain, \u003cbr/\&gt;bukanlah kelompok yang ma\'shum. Tapi hanyalah sekumpulan manusia yang bisa\u003cbr/\&gt;melakukan kesalahan. Karena itu, bila ternyata kebijakan partal tetapi di\u003cbr/\&gt;lapangan dinilai telah menimbulkan masalah di tengah sebagian ummat, PKS\u003cbr/\&gt;menyampaikan mohon maaf lahir dan bathin. �PKS tetap berkomitmen untuk\u003cbr/\&gt;mendengar serta menerima nasihat. Agar terjadi ishlah, agar ukhuwwah\u003cbr/\&gt;Islamiyah dapat terjaga guna menguatkan ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah\u003cbr/\&gt;basyariyah, ” tulis PKS sambil mengakhiri pernytaannya dengan harapan agar\u003cbr/\&gt;NKRI yang berdaulat menjadi jaya di tengah persaingan global. \u003cbr/\&gt;\u003cbr/\&gt;\u003c/div\&gt;", 0] );//--&gt;&lt;/script&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Sebagai jawabannya, disebutkan pula bahwa kader PKS seperti Nur Mahmudi Ismail yang juga adalah Walikota Depok, menyelenggarakan peringatan Maulid dengan penceramah K. H Zainuddin MZ dan Habieb Rizieq Shihab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Poin kedua, dijelaskan bahwa PKS dalam melakukan aktifitasnya selalu mementingkan pengamalan prinsip tasamuh dan ta'awun dan berorientasi kepada khidmatul ummah dengan tetap menghormati kekhasan dari masing-masing organisasi maupun pilihan hasil ijtihadnya, selama ia memang mempunyai rujukan di dalam AI-Quran, Assunnah maupun mazhab ahlu sunnah wal jamaah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Terlebih disadari pula bahwa banyak kader dan simpatisan PKS berasal dari berbagai macam latar belakang ormas keagamaan, seperti dari NU, Muhammadiyah. DDII, Persis, PUI, Hidayatullah dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu ditegaskan dalam bayan tersebut, PKS tidak akan pernah mengeluarkan doktrin untuk mengambil alih apalagi menguasai asjid, jadwal Khotib, Rumah Sakit, Sekolah atau amal usaha milik organisasi lain. PKS bahkan menginstruksikan kepada seluruh kademya untuk membantu ummat yang menjadi korban gempa di Yogjakarta dan lain-lain dengan berkomunikasi dengan para donatur untuk membangunkan/membangun kembali Masjid-masjid yang diwakafkan misalnya kepada Muhammadiyah di Prambanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bayan ini juga membantah adanya sekolah maupun radio partai yang menyampaikan takfir (mengkafirkan) dan membid’ahkan Wali Songo, terlebih Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada poin terakhir, keterangan yang ditandanani oleh H. Tifatul Sembiring selaku Presiden Partai dan DR. Surahman Hidayat selaku Ketua Dewan Syariah Pusat PKS, menyebutkan pihaknya seperti juga organisasi yang lain, bukanlah kelompok yang ma'shum. Tapi hanyalah sekumpulan manusia yang bisa melakukan kesalahan. Karena itu, bila ternyata kebijakan partal tetapi di lapangan dinilai telah menimbulkan masalah di tengah sebagian ummat, PKS menyampaikan mohon maaf lahir dan bathin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“PKS tetap berkomitmen untuk mendengar serta menerima nasihat. Agar terjadi ishlah, agar ukhuwwah Islamiyah dapat terjaga guna menguatkan ukhuwwah wathoniyah dan ukhuwwah basyariyah, ” tulis PKS sambil mengakhiri pernyataannya dengan harapan agar NKRI yang berdaulat menjadi jaya di tengah persaingan global.(Lili)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-102676812558384685?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/berita/nas/7a03200046-bantah-fitnah-pks-keluarkan-bayan.htm' title='Bantah Fitnah, PKS Keluarkan Bayan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/102676812558384685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=102676812558384685&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/102676812558384685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/102676812558384685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/10/bantah-fitnah-pks-keluarkan-bayan.html' title='Bantah Fitnah, PKS Keluarkan Bayan'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwRupfSKYHI/AAAAAAAAADA/zBrR8ALwxdQ/s72-c/pks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-5705394744237725421</id><published>2007-10-03T14:09:00.000+07:00</published><updated>2007-10-03T15:18:11.331+07:00</updated><title type='text'>Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwNPR_SKYGI/AAAAAAAAAC4/3n-hf4CDyNw/s1600-h/Girlmoslempray.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwNPR_SKYGI/AAAAAAAAAC4/3n-hf4CDyNw/s320/Girlmoslempray.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117020772086997090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Nak, menangislah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu. Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan, dan tadarus quranmu tak juga beranjak pada juz empat. Jika itu adalah ungkapan penyesalanmu. Jika itu merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakan tarawih dan qiyamul lailmu yang centang perentang (ah, pasti kamu masih ingat obrolan tadi siang ketika dengan senyum manisnya teman ruanganmu berucap, "alhamdulillah tarawihku belum bolong. " dan kamu merasa ada malaikat yang menjauh darimu dan pindah padanya. Kamu merasa sendiri, terasing.)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menangislah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa ada satu hamba Allah yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena. Yang katanya berdoa sejak dua bulan sebelum ramadhan, yang katanya berlatih puasa semenjak rajab, yang katanya rajin mengikuti taklim tarhib ramadhan, tapi..., tapi sampai puasa hari ke dua puluh satu masih juga menggunjingkan kekhilafan teman ruanganmu, masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan, tak juga menambah ibadah sunnah... Bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menangislah, lebih keras...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah kamu masih disertakan, sedangkan Ramadhan sekarang cuma tersisa kurang dari sepuluh. Tak ada yang dapat menjamin usiamu sampai untuk Ramadhan besok, sedang Ramadhan ini tersia-siakan. Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang, bersama nostalgia yang terus tumbuh bersama usiamu. Setengah sadar menatap hidangan saat sahur, kolak-es buah yang tersaji saat berbuka, menyusuri gang sempit saat tadarus keliling, petasan dan kembang api yang disulut usai subuh. Ramadhan yang selalu membuka ingatan masa kecilmu dan terus terulang mengisi tahun-tahun kedewasaan.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menangislah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk dosa-dosa yang belum juga diampuni, tapi kamu masih juga menambahi dengan dosa baru. Berapa kali kamu sholat taubat, tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat? Kamu bilang tak sengaja? Tapi mengapa berulang dan tak juga kamu mengambil pelajaran? Syarat taubatan nasuha adalah bertekad tidak mengulanginya lagi dan bukannya bertobat sambil berucap 'kalau kejadian lagi, yaa taubat lagi'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menangislah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan tuntaskan semuanya di sini, malam ini. Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin berlari. Tahu-tahu sudah sepuluh hari terakhir dan kamu belum bersiap untuk itikaf. Dan lembar-lembar quran menunggu untuk dikhatamkan. Dan keping-lembar mata uang menunggu disalurkan. Dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Oleh : Abdul Rozak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-5705394744237725421?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.eramuslim.com/atk/oim/7925234006-menangislah-ramadhan-kan-hilang....htm' title='Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/5705394744237725421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=5705394744237725421&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5705394744237725421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/5705394744237725421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/10/menangislah-untuk-ramadhan-yang-kan.html' title='Menangislah Untuk Ramadhan Yang Kan Hilang'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RwNPR_SKYGI/AAAAAAAAAC4/3n-hf4CDyNw/s72-c/Girlmoslempray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-6633264497621580057</id><published>2007-09-27T16:33:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T17:00:23.316+07:00</updated><title type='text'>Sesungguhnya Setelah Kesulitan Ada Kemudahan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rvt8d_SKYBI/AAAAAAAAACQ/telo0gvtkUw/s1600-h/ramadhan3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rvt8d_SKYBI/AAAAAAAAACQ/telo0gvtkUw/s320/ramadhan3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114818656454991890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;b  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;WAHAI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;manusia, ketahuilah bahwa sesudah lapar pasti ada kenyang; sesudah dahaga pasti ada segar; sesudah melek pasti ada tidur; sesudah sakit pasti ada sembuh; orang yang tidak hadir pasti akan datang; orang yang sesat jalan pasti akan mendapat petunjuk; penderitaan pasti akan berakhir; dan kegelapan pasti akan lenyap. ”&lt;i&gt;Allah pasti akan&lt;/i&gt; &lt;i&gt;mendatangkan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisi-Nya.&lt;/i&gt;” (QS 5:52)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembirakanlah malam dengan datangnya cahaya fajar shadiq yang akan mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan lereng-lereng lembahnya. Gembirakanlah orang yang dirundung kesusahan dengan kemudahan yang akan datang kepadanya secara mengejutkan secepat cahaya bagaikan kedipan mata. Gembirakanlah orang yang tertimpa bencana dengan datangnya kelembutan (pertolongan) yang tersembunyi dan uluran tangan yang penuh kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jika Anda melihat padang sahara terbentang luas, ketahuilah bahwa dibalik itu terdapat taman-taman yang hijau lagi sangat teduh naungannya. Jika Anda melihat tambang yang terus-menerus dikencangkan ikatannya, ketahuilah bahwa ia pasti akan terputus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bersama tangisan pasti akan ada senyuman; bersama ketakutan pasti akan ada keamanan; dan bersama kegelisahan pasti akan ada ketenangan. Api tidak dapat membakar Ibrahim, kesayangan Allah, karena penjagaan rabbani telah membukakan jendela yang mengalirkan ”&lt;i&gt;kesejukan dan keselamatan&lt;/i&gt;” (QS 21:69) baginya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Laut tidak dapat menenggelamkan Nabi Musa AS, karena ia mengatakan dengan suaranya yang kuat dan penuh ketulusan: ”&lt;i&gt;Sekali-kali kita tidak akan tersusul. Sesungguhnya&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Tuhanku akan menyelamatkan dan menunjukkan jalan kepadaku&lt;/i&gt;.”( QS 26:62)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika Nabi Muhammad SAW berada di dalam gua persembunyiannya, beliau menghibur hati shabatnya yang bersama mereka berdua, lalu turunlah rasa aman, pertolongan, dan ketenangan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesungguhnya para pengabdi kesibukan rutinnya dan budak-budak lingkungannya yang kelam, mereka memandang dirinya hanyalah sebagai orang-orang yang terhimpit oleh kesusahan, kesempitan, dan kesengsaraan hidup. Demikian itu karena sesungguhnya mereka tidak mau melihat, kecuali hanya sebatas tembok kamar dan pintu rumahnya. Mengapa mereka tidak mau menembus penglihatan mereka ke balik tirai-tirai yang mengungkungnya, lalu melepaskan kendali pikiran mereka dengan bebas hingga menjangkau apa yang ada di balik tembok-tembok yang menyekat mereka?&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Oleh karena itu, janganlah Anda bersempit dada, karena mustahil suatu keadaan yang menyengsarakan akan berlangsung terus-menerus tanpa ada perubahan. Ibadah yang paling utama adalah menunggu datangnya kemudahan mengusir kesulitan. Hari-hari silih berganti; roda masa akan terus berputar; malam-malam hari terus bergulir; kegaiban selalu tersembunyi; dan Yang Mahabijaksana setiap harinya selalu dalam kesibukan. Mudah-mudahan Allah akan memberikan kemudahan sesudah semuanya itu. Sesungguhnya bersama kesulitan pasti ada kemudahan. &lt;b&gt;(Laa Tahzan, Jangan Bersedih)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-6633264497621580057?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/6633264497621580057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=6633264497621580057&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6633264497621580057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/6633264497621580057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/09/sesungguhnya-setelah-kesulitan-ada.html' title='Sesungguhnya Setelah Kesulitan Ada Kemudahan'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rvt8d_SKYBI/AAAAAAAAACQ/telo0gvtkUw/s72-c/ramadhan3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-4754145014506673479</id><published>2007-09-27T10:54:00.000+07:00</published><updated>2007-09-27T11:12:42.356+07:00</updated><title type='text'>Kisah Seorang Pemeriksa Pajak Melawan Korupsi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rvssf_SKYAI/AAAAAAAAACI/MFg7iHwVRTk/s1600-h/Sujud.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rvssf_SKYAI/AAAAAAAAACI/MFg7iHwVRTk/s320/Sujud.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114730729884508162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;font-size:85%;" class="SpellE" &gt;milis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Tahajjud-call....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Buat para koruptor kisahnya dibaca ya..dihayati. .kemudian  diikuti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pegawai  Departemen Keuangan, saya tidak gelisah dan tidak kalang kabut akibat prinsip  hidup korupsi. Ketika misalnya, tim Inspektorat Jenderal datang, BPK datang,  teman-teman di kantor gelisah dan belingsatan, kami tenang saja. Jadi sebenarnya  hidup tanpa korupsi itu sebenarnya lebih menyenangkan. Meski orang melihat  kita sepertinya sengsara, tapi sebetulnya lebih menyenangkan. Keadaan itu paling  tidak yang saya rasakan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Arif Sarjono, lahir di Jawa Timur  tahun 1970, sampai dengan SMA di Mojokerto, kemudian kuliah di Sekolah Tinggi  Akuntansi Negara (STAN) dan selesai pada 1992. Pada 17 Oktober 1992 saya menikah  dan kemudian saya ditugaskan di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" id="lw_1190864607_0"&gt;Medan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Saya ketika itu mungkin termasuk generasi pertama yang mencoba menghilangkan dan  melawan arus korupsi yang sudah sangat lazim.Waktu itu pertentangan memang  sangat keras. Saya punya prinsip satu saja, karena takut pada Allah, jangan  sampai ada rezeki haram menjadi daging dalam diri dan keturunan. Itu saja yang  selalu ada dalam hati saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingat prinsip itu, saya selalu  menegaskan lagi untuk mengambil jarak yang jelas dan tidak menikmati sedikit pun  harta yang haram. Syukurlah, prinsip itu bisa didukung keluarga, karena isteri  juga aktif dalam pengajian keislaman. Sejak awal ketika menikah, saya sampaikan  kepada isteri bahwa saya pegawai negeri di Departemen Keuangan, meski imej  banyak orang, pegawai Departemen Keuangan kaya, tapi sebenarnya tidak begitu.  Gaji saya hanya sekian, kalau mau diajak hidup sederhana dan tanpa korupsi, ayo.  Kalau tidak mau, ya sudah tidak jadi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Dari awal saya sudah berusaha  menanamkan komitmen kami seperti itu. Saya juga sering ingatkan kepada isteri,  bahwa kalau kita konsisten dengan jalan yang kita pilih ini, pada saat kita  membutuhkan maka Allah akan selesaikan kebutuhan itu. Jadi yg penting usaha dan  konsistensi kita. Saya juga suka mengulang beberapa kejadian yg kami alami  selama menjalankan prinsip hidup seperti ini kepada istri. Bahwa yg penting bagi  kita adalah cukup dan berkahnya, bahwa kita bisa menjalani hidup layak. Bukan  berlebih seperti memiliki rumah dan mobil mewah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Menjalani prinsip seperti  ini jelas banyak ujiannya. Di mata keluarga besar misalnya, orangtua saya juga  sebenarnya mengikuti logika umum bahwa orang pajak pasti kaya. Sehingga mereka  biasa meminta kami membantu adik-adik dan keluarga. Tapi kami berusaha  menjelaskan bahwa kondisi kami berbeda dengan imej dan anggapan orang. Proses  memberi pemahaman seperti ini pada keluarga sulit dan membutuhkan waktu  bertahun-tahun. Sampai akhirnya pernah mereka berkunjung ke rumah saya di  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" id="lw_1190864607_1"&gt;Medan&lt;/span&gt;,  saat itulah mereka baru mengetahui dan melihat bagaimana kondisi keluarga saya,  barulah perlahan-lahan mereka bisa memahami.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;&lt;br /&gt;Jabatan saya sampai sekarang  adalah petugas verifikasi lapangan atau pemeriksa pajak. Kalau dibandingkan  teman-teman seangkatan sebenarnya karir saya bisa dikatakan terhambat antara  empat sampai &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" id="lw_1190864607_2"&gt;lima&lt;/span&gt;  tahun. Seharusnya paling tidak sudah menjabat Kepala Seksi, Eselon IV. Tapi  sekarang baru Eselon V. Apalagi dahulu di masa Orde Baru, penentangan untuk  tidak menerima uang korupsi sama saja dengan karir terhambat. Karena saya  dianggap tidak cocok dengan atasan, maka kondite saya di mata mereka  buruk.Terutama poin ketaatannya, dianggap tidak baik dan tidak patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  pelajaran yang bisa saya petik dari semua pengalaman itu. Antara lain,  orang-orang yang berbuat jahat akan selalu berusaha mencari kawan apa pun  caranya. Cara keras, pelan, lewat bujukan atau apa pun akan mereka lakukan agar  mereka mendapat dukungan. Mereka pada dasarnya tidak ingin ada orang yang  bersih. Mereka tidak ingin ada orang yang tidak seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Pengalaman  di kantor yang paling berkesan ketika mereka menggunakan cara paling halus,  pura-pura berteman dan bersahabat. Tapi belakangan, setelah sekian tahun barulah  ketahuan, kita sudah dikhianati. Cara seperti in seperti sudah direkayasa.  Misalnya, pegawai-pegawai baru didekati. Mereka dikenalkan dengan  gaya  hidup dan cara bekerja pegawai lama, bahwa seperti inilah  gaya  hidup pegawai Departemen Keuangan. Bila tidak berhasil, mereka akan pakai  cara lain lagi, begitu seterusnya. Pola-pola apa saja dipakai, sampai mereka  bisa merangkul orang itu menjadi teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah punya atasan. Dari  awal ketika memperkenalkan diri, dia sangat simpatik di mata saya. Dia juga  satu-satunya atasan yang mau bermain ke rumah bawahan. Saya dengan atasan itu  kemudian menjadi seperti sahabat, bahkan seperti keluarga sendiri. Di akhir  pekan, kami biasa memancing sama-sama atau jalan-jalan bersama keluarga. Dan  ketika pulang, dia biasa juga menitipkan uang dalam amplop pada anak-anak saya.  Saya sendiri menganggap pemberian itu hanya hadiah saja, berapalah hadiah yang  diberikan kepada anak-anak. Tidak terlalu saya perhatikan. Apalagi dalam proses  pertemanan itu kami sedikit saja berbicara tentang pekerjaan. Dan dia juga  sering datang menjemput ke rumah, mangajak mancing atau ke toko buku sambil  membawa anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Hingga satu saat saya mendapat  surat  perintah pemeriksaan sebuah perusahaan besar. Dari hasil pemeriksaan itu saya  menemukan penyimpangan sangat besar dan luar biasa jumlahnya. Pada waktu itu,  atasan melakukan pendekatan pada saya dengan cara paling halus. Dia mengatakan,  kalau semua penyimpangan ini kita ungkapkan, maka perusahaan itu bangkrut dan  banyak pegawai yang di-PHK. Karena itu, dia menganggap efek pembuktian  penyimpangan itu justru menyebabkan masyarakat rugi. Sementara dari sisi pandang  saya, betapa tidak adilnyakalau tidak mengungkap temuan itu. Karena sebelumnya  ada yang melakukan penyimpangan dan kami ungkapkan. Berarti ada pembedaan.  Jadwal penagihannya pun sama seperti perusahaan lain.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Karena dirasa sulit  mempengaruhi sikap saya, kemudian dia memakai logika lain lagi. Apakah tidak  sebaiknya kalau temuan itu diturunkan dan dirundingkan dengan klien, agar bisa  membayar pajak dan negara untung, karena ada uang yang masuk negara. Logika  seperti ini juga tidak bisa saya terima. Waktu itu, saya satu-satunyaanggota tim  yang menolak dan memintaagar temuan itu tetap diungkap apa adanya. Meski saya  juga sadar, kalau saya tidak menandatangani hasil laporan itu pun, laporan itu  akan tetap sah. Tapi saya merasa teman-teman itu sangat ingin semua  sepakat dan sama seperti mereka. Paling tidak menerima.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Ketika sudah mentok semuanya, saya dipanggil oleh  atasan dan disidang di depan kepala kantor. Dan ini yang amat berkesan sampai  sekarang, bahwa upaya mereka untuk menjadikan orang lain tidak bersih memang  direncanakan. Di forum itu, secara terang-terangan atasan yang sudah lama  bersahabat dan seperti keluarga sendiri dengan saya itu mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;"Sudahlah,  Dik Arif tidak usah munafik."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Saya katakan, "Tidak munafik bagaimana Pak? Selama  ini saya insya Allah konsisten untuk tidak melakukan korupsi"&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Kemudian ia  sampaikan terus terang bahwa uang yang selama kurang lebih dua tahun ia berikan  pada anak sayaadalah uang dari klien. Ketika mendengar itu, saya sangat  terpukul, apalagi merasakan sahabat itu ternyata berkhianat.Karena terus terang  saya belum pernah mempunyai teman sangat dekat seperti itu, kacuali yang memang  sudah sama-sama punya prinsip untuk menolak uang suap. Bukan karena saya  tidak mau bergaul, tapi karena kami tahu persis bahwa mereka perlahan-lahan  menggiring ke arah yang mereka mau.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Ketika merasa terpukul dan tidak bisa  membalas dengan kata-kata apa pun, saya pulang. Saya menangis dan menceritakan  masalah itu pada isteri saya di rumah. Ketika mendengar cerita saya itu, isteri  langsung sujud syukur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Ia lalu mengatakan, "Alhamdulillah. Selama ini uang  itu tidak pernah saya pakai," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Ternyata di luar pengatahuan saya,  alhamdulillah, amplop-amplo itu tidak digunakan sedikit pun oleh isteri saya  untuk keperluan apa pun. Jadi amplop-amplop itu disimpan di sebuah tempat, meski  ia sama sekali tidak tahu apa status uang itu. Amplop-amplop itu semuanya masih  utuh. Termasuk tulisannya masih utuh, tidak ada yang dibuka. Jumlahnya berapa  saya juga tidak tahu. Yang jelas, bukan lagi puluhan juta. Karena sudah masuk  hitungan dua tahun dan diberikan hampir setiap pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi  bersemangat kembali. Saya ambil semua amplop itu dan saya bawa ke kantor. Saya  minta bertemu dengan kepala kantor dan kepala seksi. Dalam forum itu, saya  lempar semua amplop itu di hadapan atasan saya hingga bertaburan di lantai.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Saya  katakan, "Makan uang itu, satu rupiah pun saya tidak pernah gunakan uang itu.  Mulai saat ini, saya tidak pernah percaya satu pun perkataan kalian."&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Mereka  tidak bisa bicara apa pun karena fakta obyektif, saya tidak pernah memakai uang  yang mereka tuduhkan. Tapi esok harinya, saya langsung dimutasi antar seksi.  Awalnya saya diauditor, lantas saya diletakkan di arsip, meski tetap menjadi  petugas lapangan pemeriksa pajak. Itu berjalan sampai sekarang. Ketika melawan  arus yang kuat, tentu saja da saat tarik-menarik dalam hati dan konflik batin.  Apalagi keluarga saya hidup dalam kondisi terbatas. Tapi alhamdulillah, sampai  sekarang saya tidak tergoda untuk menggunakan uang yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Ada  pengalaman lain yang masih saya ingat sampai sekarang. Ketika saya mengalami  kondisi yang begitu mendesak. Misalnya, ketika anak kedua lahir. Saat itu persis  ketika saya membayar kontrak rumah dan tabungan saya habis. Sampai  detik-detik terakhir harus membayar uang rumah sakit untuk membawa isteri dan  bayi kami ke rumah, saya tidak punya uang serupiah pun. Saya mau bcara  dengan pihak rumah sakit dan terus terang bahwa insya Allah pekan depan akan  saya bayar, tapi saya tidak bisa ngomong juga.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Akhirnya saya keluar sebentar ke  masjid untuk sholat dhuha. Begitu pulang dari sholat dhuha, tiba-tiba saja saya  ketemu teman lama di rumah sakit itu. Sebelumnya kami lama sekali tidak pernah  jumpa. Dia dapat cerita dari teman bahwa isteri saya melahirkan, maka dia  sempatkan datang ke rumah sakit. Wallahua'lam apakah dia sudah diceritakan  kondisi saya atau bagaimana, tetapi ketika ingin menyampaikan kondisi saya pada  pihak rumah sakit, saya malah ditunjukkan kwitansi seluruh biaya perawatan  isteri yang sudah lunas. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Adalagi peristiwa hampir sama,  ketika anak saya operasi mata karena ada lipoma yang harus diangkat. Awalnya,  saya pakai jasa askes. Tapi karena pelayanan pengguna Askes tampaknya apa  adanya, dan saya kasihan karena anak saya baru berumur empat tahun, saya tidak  pakai Askes lagi. Saya ke Rumah Sakit yang agak bagus sehingga pelayanannya juga  agak bagus. Itu saya lakukan sambil tetap berfikir, nanti uangnya pinjam dari  mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak harus pulang, saya belum juga punya uang. Dan saya  paling susah sekali menyampaikan ingin pinjam uang. Alhamdulillah, ternyata  Allah cukupkan kebutuhan itu pada detik terakhir. Ketika sedang membereskan  pakaian di rumah sakit, tiba-tiba Allah pertemukan saya dengan seseorang yang  sudah lama tidak bertemu. Ia bertanya bagaimana kabar, dan saya ceritakan anak  saya sedang dioperasi. Dia katakan, "Kenapa tidak bilang-bilang" Saya sampaikan  karena tidak sempat saja. Setelah teman itu pulang, ketika ingin menyampaikan  penundaan pembayaran, ternyata kwitansinya juga sudah dilunasi oleh teman itu.  Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha tidak terjatuh ke dalam korupsi, meski  masih ada tekanan keluarga besar, di luar keluarga inti saya. Karena ada teman  yang tadinya baik tidak memakan korupsi, tapi jatuh karena tekanan keluarga.  Keluarganya minta bantuan, karena takut dibilang pelit, mereka terpaksa pinjam  sana  sini. Ketika harus bayar, akhirnya mereka terjerat korupsi juga. Karena banyak  yang seperti itu, dan saya tidak mau terjebak begitu, saya berusaha dari awal  tidak demikian. Saya berusaha cari usaha lain, dengan mengajar dan sebagainya.  Isteri saya juga bekerja sebagai guru.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Di lingkungan kerja, pendekatan yang  saya lakukan biasanya lebih banyak dengan bercanda. Sedangkan pendekatan serius,  sebenarnya mereka sudah puas dengan pendekatan itu, tapi tidak berubah. Dengan  pendekatan bercanda, misalnya ketika datang tim pemeriksa dari BPK, BPKP, atau  Irjen. Mereka gelisah sana-sini kumpulkan uang untuk menyuap pemeriksa. Jadi  mereka dapat suap lalu menyuap lagi. Seperti rantai makanan. Siapa memakan  siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang yang mereka kumpulkan juga habis untuk dipakai menyuap lagi.  Mereka selalu takut ini takut itu. Paling sering saya hanya mengatakan dengan  bercanda, "Uang setan ya dimakan hantu." Dari percakapan seperti itu ada  juga yang mulai berubah, kemudian berdialog dan akhirnya berhenti sama sekali.  Harta mereka jual dan diberikan kepada masyarakat. Tapi yang seperti itu tidak  banyak. Sedikit sekali orang yang bisa merubah  gaya  hidup yang semula mewah lalu tiba-tiba miskin. Itu sulit sekali.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Adajuga  diantara teman-teman yang beranggapan, dirinya tidak pernah memeras dan tidak  memakan uang korupsi secara langsung. Tapi hanya menerima uang dari atasan.  Mereka beralasan toh tidak meminta dan atasan itu hanya memberi. Mereka  mengatakan tidak perlu bertanya uang itu dari mana. Padahal sebenarnya, dari  ukuran gaji kami tahu persis bahwa atasan kami tidak akan pernah bisa memberikan  uang sebesar itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Atasan yang memberikan itu berlapis-lapis. Kalau atasan  langsung biasanya memberi uang hari Jum'at atau akhir pekan. Istilahnya kurang  lebih uang Jum'atan. Atasan yang berikutnya lagi pada momen berikutnya memberi  juga. Kalau atasan yang lebih tinggi lagi biasanya memberi menjelang  lebaran dan sebagainya. Kalau dihitung-hitung sebenarnya lebih besar uang dari  atasan dibanding gaji bulanan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt; Orang-orang yang menerima uang seperti ini yang  sulit berubah. Mereka termasuk rajin sholat, puasa sunnah dan membaca Al-Qur'an.  Tetapi mereka sulit berubah. Ternyata hidup dengan korupsi memang membuat  sengsara. Di antara teman-teman yang korupsi, ada juga yang akhirnya dipecat,  ada yang melarikan diri karena dikejar-kejar polisi, ada yang isterinya  selingkuh dan lain-lain. Meski secara ekonomi mereka sangat mapan, bukan hanya  sekadar mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat dramatis, saya ingat teman sebangku saya saat  kuliah di STAN. Awalnya dia sama-sama ikut kajian keislaman di kampus.  Tapi ketika keluarganya mulai sering minta bantuan, adiknya kuliah, pengobatan  keluarga dan lainnya, dia tidak bisa berterus terang tidak punya uang. Akhirnya  ia mencoba hutang sana-sini. Dia pun terjebak dan merasa sudah terlanjur jatuh,  akhirnya dia betul-betul sama dengan teman-teman di kantor. Bahkan sampai sholat  ditinggalkan. Terakhir, dia ditangkap polisi ketika sedang mengkonsumsi narkoba.  Isterinya pun selingkuh. Teman itu sekarang dipecat dan dipenjara.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ;"&gt;Saya  berharap akan makin banyak orang yang melakukan jihad untuk hidup yang bersih.  Kita harus bisa menjadi pelopor dan teladan di mana saja. Kiatnya hanya satu,  terus menerus menumbuhkan rasa takut menggunakan dan memakan uang haram. Jangan  sampai daging kita ini tumbuh dari hasil rejeki yang haram. Saya berharap,  mudah-mudahan Allah tetap memberikan pada kami keistiqomahan (matanya  berkaca-kaca) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: (Majalah Tarbawi Edisi 111 Th. 7/Jumadal Ula  1426 H/23 Juni 2005) &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-4754145014506673479?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/4754145014506673479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=4754145014506673479&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4754145014506673479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/4754145014506673479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/09/kisah-seorang-pemeriksa-pajak-melawan.html' title='Kisah Seorang Pemeriksa Pajak Melawan Korupsi'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/Rvssf_SKYAI/AAAAAAAAACI/MFg7iHwVRTk/s72-c/Sujud.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-1401387450422866487</id><published>2007-09-20T10:55:00.000+07:00</published><updated>2007-09-20T13:13:43.216+07:00</updated><title type='text'>Armageddon akan terjadi pada thn 2035?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RvH9StkabZI/AAAAAAAAACA/UWYe7xQZR4U/s1600-h/Apophis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RvH9StkabZI/AAAAAAAAACA/UWYe7xQZR4U/s320/Apophis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112145549954018706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masih ingat dengan film "Armageddon" ? sebuah film yang menggambarkan jatuhnya asteroid yang cukup besar ke bumi dan menimbulkan efek kehancuran yang sangat fantastis (atau mengerikan?). Nah,...hari ini dapat postingan dari milist "&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/Tahajjud-Call/"&gt;Tahajjud-Call&lt;/a&gt;", seorang rekan yang mengikuti pengajian menuturkan bahwa sang Ustadz membenarkan kemungkinan akan terjadinya "Armageddon" atau bertabraknya Bumi dengan Asteroid pada tahun 2035 nanti, dari berita-berita yg diterima beliau (detailnya dibawah prolog ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, tertarik dengan berita ini, saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Googling&lt;/span&gt;, key word yang saya masukkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asteroid will hit Earth 2035&lt;/span&gt;"...and whoala !! there are 18,300 items found !!.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari sekian banyak berita tersebut, I pick one title that arouse my curiosity the most, &lt;a href="http://www.quazen.com/Science/Astronomy/The-Asteroid-Apophis-Could-It-Hit-Our-Planet.30089"&gt;The Asteroid &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apophis&lt;/span&gt;: Could it Hit our Planet?&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, from that news you can see that there is one point which has been extremely exaggerated...yup, diameter asteroid tersebut 'hanya' 390 meter, bukan 1/10 besar bumi seperti yang akan anda baca di bawah ini. Namun, selain satu hal yang terlalu dibesar-besarkan tersebut, other infomations bisa dianggap benar. Dan yang paling membuat saya agak tertegun adalah perincian "Armageddon" tersebut menurut Al-Quran, surat Al Infithaar (82) ayat 1-5. Oke, mungkin ini hanya penafsiran orang yg bukan pakar di bidang tafsir Al-Quran, hanya saja kecenderungan hati saya ini untuk membenarkan penafsiran tersebut yang makin mengelisahkan. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, ya Rabb...mudahkanlah hamba untuk memahami ayat-ayat MU".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini copy lengkap dari postingan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Assalamualaikum,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Benar atau tidaknya, yang jelas pada saat kemaren pengajian di Masjid &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Baitussalam, komplek Gedung Arthaloka, Sudirman. Sang ustadz berkata, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bahwa 3 bulan kemaren begitu banyak berita yang diulang ulang bahwa akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ada tabrakan antara bumi dan sebuah asteroid yang besarnya 1/10 besar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bumi yang diperkirakan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; height: 1em; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" id="lw_1190258356_0"&gt;NASA&lt;/span&gt; akan terjadi pada tahun 2035 (masih hidupkah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kita?). Point point yang dapat diambil dari sebuah tabrakan ini beliau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;berkata yakni :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 1. Lapisan Ozon yang sudah bolong dimana mana, dan ini menyebabkan tak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;terlindungnya lagi dari sinar matahari dan meteor yang jatuh ke bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 2. Jatuhnya sebuah asteroid yang begitu besar (1/10 bumi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 3. Diperkirakan akan jatuh di Samudra dan akan menyebabkan tsunami yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;begitu besar dimana mana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 4. Akibat dari tsunami tersebut, maka daratan akan hancur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Ternyata kata ustadz tersebut, hal ini sudah tercantum di empat belas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;abad yang lalu, tak usah jauh jauh, cukup di Juz Amma saja, coba kita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;buka surat Al Infithaar, Surat ke 82 ayat 1-5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 1. [82.1] Apabila langit terbelah, (ozon yang bolong?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 2. [82.2] dan apabila bintang jatuh berserakan, (asteroid yang jatuh?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 3. [82.3] dan apabila lautan dijadikan meluap, (tsunami?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; 4. [82.4] dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, (hancurnya daratan?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; dan jika ini benar benar terjadi maka ayat ke 5 pun berlaku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; [82.5] maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;yang dilalaikannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(disaat itu kita baru sadar se sadar sadarnya, saat kondisi kita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;terjepit dalam kematian)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Betul atau tidaknya nanti terjawab pada tahun 2035, atau seperti saya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;masih duduk dibangku pendidikan, masih nonton film "Armageddon" , bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nantinya asteroid yang tersebut di ledakkan dahulu sebelum sampai ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bumi, saya tidak tahu. Yang jelas kalau kata film bahwa "kiamat sudah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dekat" adalah benar, memang kiamat tiap hari memang makin mendekat, cuma &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kita saja yang harus bisa menyiapkan, bekal apa yang bisa kita bawa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dihadapan Tuhan Semesta Alam, Allah SWT. Karena jika hal ini tidak jadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;terjadi pada tahun 2035, maka kiamat nanti pasti akan terjadi, kan gak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mungkin Quran bo'ong !?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Mungkin bukan cuma kita yang pusing, Saudara saudara kita yang dialam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;barzah saja sudah pusing, karena apabila mereka  dialam barzah  saja &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sudah sengsara, bagaimana nantinya di neraka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Segala kejadian dialam ini adalah tazkiroh/peringatan kepada kita, bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;memang kita hidup ini untuk mempersiapkan kita untuk balik kampung, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kampung dimana mbah buyut kita yakni Nabi Adam A.S berasal, yakni &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;akhirat. Dan menyadarkan kita bahwa sekarang ini kita masih disebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pohon rindang, pohon yang sejuk, dan damai dan melenakan, bagi yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;terlena dan cuma tidur tiduran saja dipohon ini. Akan tetapi bisa juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pohon ini sebagai pembekalan bagi orang yang sadar, mereka membekali &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;mereka dengan buah buah pohon ini, dana mengumpulkan tenaganya,  untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perjalanan mereka yang lebih panjang yakni kampung halaman...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Selamat Ramadhan..., mari jadikan ramadhan ini jauh amat lebih baik dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ramadhan tahun lalu, jadikan banyak bekal yang kita dapat dengan amal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;amal yang kita petik sebagai buahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Mari ramadhankan hati kita !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rediyans&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-1401387450422866487?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/1401387450422866487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=1401387450422866487&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1401387450422866487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/1401387450422866487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/09/armageddon-akan-terjadi-pada-thn-2035.html' title='Armageddon akan terjadi pada thn 2035?'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RvH9StkabZI/AAAAAAAAACA/UWYe7xQZR4U/s72-c/Apophis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-7378780459502937520</id><published>2007-09-12T13:56:00.000+07:00</published><updated>2007-09-12T15:03:17.019+07:00</updated><title type='text'>7 Keajaiban Indonesia Impian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RueQ6S63b5I/AAAAAAAAAB4/O6CkAzEYC2Y/s1600-h/7KeajaibanImpian.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RueQ6S63b5I/AAAAAAAAAB4/O6CkAzEYC2Y/s400/7KeajaibanImpian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109211633460670354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Hari ini saya menerima email dari seorang sahabat berupa attacment sebuah poster yg isinya mengenai 7 keajaiban Indonesia. Saya tidak tahu apakah harus senang atau miris dengan isi poster tersebut. Silahkan anda menilai sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalo' engga kebaca, saya copy-kan dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Ditengah krisis kedamaian, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Nangroe Aceh Darussalam MENUJU KEDAMAIAN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Ditengah krisis pendidikan, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;onathan Pradana Mailoa MENJADI JUARA DUNIA OLIMPIADE FISIKA 2006.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Ditengah krisis pertanian, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Murjiyo (63), Petani di Jetis, Bantul, DIY. MENCIPTAKAN 87 RESEP PEMBASMI HAMA dan PENYAKIT, SERTA 16 RESEP PUPUK KOMPOS, PUPUK CAIR dan PERANGSANG TUMBUH.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Ditengah krisis teknologi informasi,&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Josaphat Tetuko Sri Sumantyo PhD. (35) MENCIPTAKAN ANTENA SATELIT SETEBAL 16 mm YANG TEMBUS PANDANG.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Ditengah krisis energi listrik, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Desa Bomomani, Distrik Mapia, Kabupaten Nabire, Papua. CUKUP ENERGI LISTRIK SECARA MANDIRI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Ditengah krisis birokrasi, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kabupaten Jembrana Yang Tergolong Miskin, MEMBEBASKAN ANAK-ANAKNYA DARI BIAYA PENDIDIKAN DAN MASYARAKATNYA DARI BIAYA PELAYANAN KESEHATAN.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;- Ditengah krisis kejujuran, &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Waras (56), Warga Siring, Porong Sidoarjo, MENGEMBALIKAN KELEBIHAN PEMBAYARAN UANG MUKA GANTI RUGI SEBESAR Rp. 429 JUTA, KE PT. MINARAK LAPINDO JAYA.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;img src="file:///D:/PICTURE/7KeajaibanImpian.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///D:/PICTURE/7KeajaibanImpian.jpg" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11502867-7378780459502937520?l=e-weblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://e-weblog.blogspot.com/feeds/7378780459502937520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11502867&amp;postID=7378780459502937520&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7378780459502937520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11502867/posts/default/7378780459502937520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://e-weblog.blogspot.com/2007/09/7-keajaiban-indonesia-impian.html' title='7 Keajaiban Indonesia Impian'/><author><name>Erwin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02652313359689843288</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/SaZNiVCN7SI/AAAAAAAAAL4/FvmRv9VrOQU/S220/Erwin3.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JMEVzSF0fCA/RueQ6S63b5I/AAAAAAAAAB4/O6CkAzEYC2Y/s72-c/7KeajaibanImpian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11502867.post-2301637702262054238</id><published>2007-09-11T11:27:00.001+07:00</published><updated>2007-09-11T11:42:40.449+07:00</updated><title type='text'>Kedunguan Kasta vs Komitmen Perjuangan</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Oleh: Alm. Ustd. Rahmat Abdullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pada suatu hari lewatlah seseorang di depan Rasulullah SAW. Beliau bertanya kepada seseorang disampingnya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Bagaimana pendapatmu tentang orang ini?"&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Orang itu menjawab: "Ia lelaki golongan terhormat. Demi ALLAH, seandainya meminang pastilah diterima dan bila memberi pembelaan pasti dikabulkan". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu Rasulullah SAW berdiam. Kemudian melintaslah seseorang. Rasulullah bertanya kepada orang yang disampingnya tadi:&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Bagaimana pandanganmu tentang orang ini?" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia menjawab: "Ia muslim yang faqir. Bila meminang pantas ditolak, bila memberi pembelaan takkan didengar pembelaannya dan bila berbicara takkan didengar ucapannya". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasulullah SAW bersabda : "Sepenuh bumi ia lebih baik daripada orang tadi (yang pertama)" (HSR Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketika Da'wah ini muncul dan eksis dalam waktu yang sangat singkat, ia telah menyatakan jatidirinya dengan jelas. Ia adalah kemenangan bagi siapa saja &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang mau berjuang, tidak peduli anak siapa dan berapa kekayaan bapaknya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ia tidak peduli penolakan Bani Israil pasca nabi &lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;Musa&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; ketika nabi mereka menyatakan bahwa Thalut yang miskin telah dipilih ALLAH untuk menjadi pemimpin mereka (Qs.2:247). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ia tidak juga memanjakan 'kesombongan intelektualisme' kaum nabi &lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;Nuh&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state&gt;AS&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; yang mencap Nuh hanya diikuti oleh 'orang-orang rendah, yang dangkal fikiran' (aradziluna badia'r ra'yi, tidak kritis, Qs. &lt;st1:time minute="27" hour="11"&gt;11:27&lt;/st1:time&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ia pun tak sungkan-sungkan menegur keras nabinya karena 'logika prioritas' yang dibangunnya menyebabkan Abdullah bin Ummi Maktum 'nyaris tertinggal'. Alqur-an menyebutkan "Ia telah bermasam muka dan berpaling, ketika datang kepadanya hamba yang buta" (Qs. 80:1-2).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Siapa yang tak kenal keutamaan keempat khalifah dan beberapa tokoh legendaris di kalangan para sahabat? Namun, carilah dimana nama mereka terpampang dan bukan hanya sifat, selain Zaid, RA (Qs.33:37)? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;'Kelas' inilah yang diakui sebagai kekuatan yang dengan mereka "kalian diberi rezki dan dimenangkan" (HSR Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pungguk Mengaku Duduki Bulan&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Demi kepentingan mereka, bahkan Dzulqarnain mengoreksi salah kaprah yang merugikan mereka sendiri. mereka berkata: "Wahai Dzulqarnain, maukah Engkau kami beri upeti, agar mau membangunkan tembok (benteng) yang dapat melindungi kami dari (serangan) mereka?" Ia menjawab; "Kedudukan yang ALLAH telah berikan kepadaku itu lebih baik. Cukuplah kalian membantuku dengan kekuatan, aku bangunkan benteng yang kuat, memisahkan antara kamu dan mereka" (Qs.18:94-95) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pembinaan dan penataan yang benar kelas ini akan menjadi kekuatan destruktif yang dikendalikan tangan-tangan berdarah. Dendam kemiskinan kerap membuat orang melahap fatamorgana. Mereka melahap tuduhan bahwa masyarakat tak peduli kepada derita mereka, lalu menyambut lambaian para penipu yang akan menunggangi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Kalau para kader hanya mencemooh dari jauh kelicikan para tengkulak yang memperdagangkan kemiskinan dan melahap begitu banyak hak masyarakat miskin, tetaplah roda kemenangan berpihak kepada angkara murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang kaya baru (OKB) berlomba-lomba memamerkan kekayaan mereka dan politisi dari partai-partai baru yang mencaci-maki partai tiran dan korup sebelumnya. Tetapi ajaib, mereka menjadi begitu norak, kemaruk dan lebih 'ndeso' dari para pendahulu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Orang kaya merambat tak perlu waktu adaptasi. Orang kaya mendadak benar-benar perlu belajar membawa diri. Tetapi orang kaya turunan dan orang kaya mendadak sama-sama perlu memahami dan mengingat kembali kemiskinan, betapa pun pahit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kader yang menyikapi jabatan yang diterimanya lebih sebagai amanah dari pada kehormatan, akan dengan cepat belajar menyesuaikan diri dan memahahami karakteristik tugas dan tantangannya. Bawahan yang lebih pandai, diakuinya dan didorongnya untuk cepat menggapai posisi yang lebih sesuai. Mereka berendah hati, karena memang tak takut jatuh dengan merendah. Sebaliknya mereka yang bagaikan senior perpeloncoan yang kerap bermasalah dalam IP mereka, sering menampakkan gejala ketakutan ‘disaingi’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perasaan berkasta tinggi&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Melecehkan orang yang mereka anggap berkasta lebih rendah. Menelikung siapa saja yang di luar koneksi. Mengkoptasi semua demi keharuman citra diri. Memecahkan masalah dengan menyalahkan orang lain. Melapor segalanya beres tanpa ada yang dibereskan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hal paling berat bagi kader yang berorientasi kekuasaan atau dunia ialah usaha untuk mendengarkan dan memahami. Mereka lebih suka didengar, difahami dan dimaklumi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tak ada kemajuan dalam prestasi kecuali seni membuat-buat alasan. Karena otak tak bekerja, kerap, mereka lebih suka menggunakan lutut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Muncullah kader-kader 'gagah' dengan mengimitasi tampilan serdadu, bukan meningkatkan etos, disiplin dan kehormatan jundi sejati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Army Look" adalah kebanggaan mereka yang ingin diterima tanpa harus mengajukan dalil, yang penting orang takut dan nurut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kader Sejati&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pepatah lama menyadarkan kita betapa pentingnya mendengar. "Ta'allam husna'l Istima' &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style=""&gt;kama&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; tata'allam husna'l Hadits" (Belajarlah cakap mendengar sebagaimana engkau be-lajar untuk pandai bercakap).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;st1:place style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style=""&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; 'penjaja'  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt
